Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Narkoba
AKBP Calvijn: Artis Dhawiya Membeli Sabu dengan Cara 'Patungan'
2018-02-17 13:43:00

Tampak Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simajuntak dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. R.P. Agro Yuwono saat jumpa pers, Sabtu (17/2).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit I Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap tersangka Artis Dhawiya anak penyanyi musik dangdut Elvi Sukaesih. Dhawiya membeli sabu dengan cara 'patungan' seharga Rp 800.000.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simajuntak mengatakan, berdasarkan informasi dari masyarakat tersangka M sering melakukan transaksi narkotika jenis sabu.

"Saat tersangka M ditangkap dan digeledah di grasi tempat perkara kejadian (TKP) pertama Jalan Usaha No.18 RT01/05, Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, ditemukan barang bukti 1 plastik klip kecil berisi sabu 0,38 gram brutto," ujar Calvijn, saat jumpa pers pada, Sabtu (17/2).

Hasil pengembangan TKP ke dua, ditangkap Dhawiya, S dan C, di tempat yang sama di dalam kamar.

"Dhawiya, S dan C memesan sabu kepada M. Saat pengerebekan A posisi berada di kamar yang berbeda," tuturnya.

Ketika dilakukan tes urine Dhawiya, S, C, M dan A dinyatakan positif. C yang merupakan mantu Elvi Sukaesih, ternyata sedang hamil.

Dhawiya Zaida (32) adalah seorang pelawak, aktris dan penyanyi kelahiran Jakarta, Dhawiya merupakan putri bungsu dari penyanyi dangdut senior, Elvy Sukaesih.

Mereka dikenakan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 5 tahun penjara.(bh/as)


 
Berita Terkait Narkoba
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
 
Nasib akhir AKP Deky Jonatan bekingi bandar narkoba besar demi naik jabatan, dipecat dari polisi
 
BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan
 
2 Pekan Tim Hyena Polresta Samarinda Menangkap 10 Tersangka dengan 2,5 Kg Sabu
 
Nelayan Batam Minta Ganti Rugi Sebesar Rp 686,7 Miliar kepada Pemilik dan Nahkoda Kapal MT Arman 114 atas Perkara Pencemaran Laut
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]