Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres
AHY Hadiri Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Bandung
2019-03-30 20:35:02

Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri Rapat Akbar Prabowo-Sandi di Stadion Persib Sidoliq, Bandung, Kamis (28/3) siang.(Foto: Istimewa)
BANDUNG, Berita HUKUM - Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri Rapat Akbar Prabowo-Sandi di Stadion Persib Sidoliq, Bandung, Kamis (28/3) siang.

"Kami yakin Bapak Prabowo Subianto akan mampu membawa perubahan untuk masa depan Indonesia yang semakin baik lagi ke depan, melalui program-program yang berkelanjutan. Partai Demokrat akan memberikan jaminan bahwa kami akan mengawal pembangunan nasional itu, tentunya dengan tetap konsisten bahwa kami akan menjaga NKRI. Merawat kebhinnekaan. Menegakkan keadilan. Dan selalu mengutamakan rakyat!" seru AHY. Dengan penuh semangat AHY menyampaikan orasi di hadapan ribuan warga yang hadir, disambut riuh sorak-sorai mereka.

Pada kesempatan ini, AHY mengajak masyarakat yang hadir untuk memilih pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi dan Partai Demokrat nomor urut 14.

"Indonesia harus menjadi negara yang adil untuk semua, untuk itu kami Partai Demokrat mendukung penuh pasangan Calon Prabowo Sandi sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia lima tahun mendatang," tutur AHY. "Kami yakin Bapak Prabowo Subianto kelak ketika beliau menjadi Presiden maka akan menjalankan 14 Prioritas Demokrat untuk rakyat," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam pidatonya menyambut para petinggi partai Koalisi Indonesia Menang yang hadir. "Saya bisa berdiri di sini karena saya diusung dan didukung oleh partai-partai penting. Karena mereka itulah saya bisa berdiri di sini," ujar Prabowo.

Di tengah pidatonya, Prabowo kemudian bertanya kepada warga jika AHY menjadi menteri. "Saya tanya, AHY pantas tidak jadi menteri? Jujur ya. Pantas? Kenapa?" tanya Prabowo. "Pantass.." jawab para hadirin heboh.

"Eh eh.. jangan karena ganteng aja ya," candanya. Prabowo kemudian menuturkan bahwa AHY tidak hanya berpenampilan keren, tapi juga merupakan lulusan Harvard, serta memiliki kapasitas yang baik

Turut hadir dalam rapat akbar Prabowo-Sandi di Bandung antara lain Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Shohibul Iman, Sekretaris Jendral Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Sekretaris Jendral PAN Eddy Soeparno, dan Sekretaris Jendral Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.(rilis/wan/pd/bh/sya)


 
Berita Terkait Pilpres
 
Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
 
Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
 
Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
 
Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
 
Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]