Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
9 Pelukis Pameran Dukung Prabowo-Hatta
Saturday 28 Jun 2014 08:46:42

Tampak lukisan Capres & Cawapres Indonesia No 1 Prabowo Subianto - Hatta Rajasa yang di pamerkan.(Foto; BH/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sembilan orang pelukis Jakarta menggelar pameran bertajuk; Seni Untuk Kebanggsaan yang berlangsung pada 27-30 Juni 2014 di Teater Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Adapun, kesembilan pelukis tersebut antara lain Chandra Johan, Yoes Rizal, Baron Basuning, Yahya TS, Hudi Alfa, Adi Kaneko, Hadisiswanto, Getarti Nitisastro dan Clara Zondag.

Ir. Hatta Rajasa Cawapres nomor urut 1 yang dijadwalkan membuka acara pagelaran Pameran Lukisan Bersama 9 Pelukis 'Seni Untuk Kebangsaan' itu, tidak hadir pada acara, karena dikabarkan kelelahan, hal ini juga diketahui dari seorang ajudannya, yang disampaikan salah seorang panitia Baron Basuning, yakni Seniman senior yang dikenal sebagai pelukis Abstrak.

"Bahwa beliau dikarenakan kondisi fisik yang sudah lelah dan kecapean, karena seusai dari luar kota bandung dan tasikmalaya, kiranya para peserta yang hadir, mohon memaklumi beliau dan kami minta maaf atas hal ini," ujar Baron di Teater kecil TIM, Cikini, Jakarta, Jumat (27/6).

Perupa dan Pengamat Seni Rupa Chandra Johan mengatakan dalam katalognya bahwa, tujuan terjadinya pameran tersebut untuk menciptakan sebuah perubahan di Indonesia.

"Caranya, hasil penjualan lukisan tersebut sebagiannya diberikan kepada capres-cawapres yang bertarung di Pilpres 2014, sebagai simbol dukungan," katanya.

Yoes Rizal pelukis lulusan FSRD ITB yang telah beberapa kali mengadakan pameran di luar negeri menyampaikan ditengah-tengah kata sambutannya, yang mana pada pesta demokrasi ini para Seniman sering berada di garis pinggir. Para seniman seakan hanya sebagai pengembira yang seakan tak memiliki peran apa-apa dalam dunia politik.

Seniman memang tidak berpolitik praktis, tapi memiliki kepedulian politik adalah sesuatu yang niscaya, tanpa harus di iming-imingi sesuatu yang tak berarti apa-apa bagi karir seorang seniman. Kepedulian pada pesta demokrasi adalah sikap kebangsaan.

"Kami merasa sama-sama menginginkan agar bangsa ini kelak menjadi lebih baik, barang kali kepedulian segelintir para pelukis ini tak berarti apa-apa dibanding ratusan juta umat yang menginginkan perubahan itu berarti. Bukankah ratusan juta umat yang menginginkan perubahan itu lahir dari percikan-percikan kecil kepedulian seperti ini? Demokrasi hanya bisa berarti jika menghargai individualitas dan setiap individu tidak memiliki kesamaan dengan individu yang lain," seperti sikap dukungan Yoes mewakili para Seniman lainnya sebagai tanda dukungan pada Prabowo-Hatta.

Pantauan pewarta, pada salah satu lukisan Prabowo Subianto yang di lukiskan Yoes Rizal terdapat tulisan dibawahnya yang menuliskan.

'Saya Letnan Jendral (Purn) Prabowo Subianto saya warga negara yang menghendaki pemerintah nasional yang berani, benar dan berhasil demi mewujudkan Indonesia Raya, Macan Asia. membangun pemerintah nasional yang bersih, kuat dan efektif agar dapat melayani kebutuhan rakyat Indonesia', seakan tanda simpatinya pada psangan Capres Prabowo-Hatta, pada hasil karya lukisan tersebut juga mengambarkan seperti lukisan Prabowo Sugianto, Hatta Radjasa, Abu Rizal Bakrie dan Sosok (Alm) Soeharto saat di Mekkah(bhc/bar)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]