Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Demo Didepan Gedung KPK
8 Perwakilan BEM SI Diterima Ketua KPK, Demo Berakhir
Tuesday 21 May 2013 16:59:14

Aksi ribuan aktifis Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia, menuntut penuntasan kasus mega skandal Bank Century, di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Selasa (21/5).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Seribuan aktifis dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia BEM SI selepas melakukan aksi selama hampir 3 jam, sejak pukul 13:00 Wib hingga pukul 16:00 Wib membuat suasana dan keadaan di gedung KPK, hari ini Selasa (21/5), berbeda dengan hari-hari biasanya.

Sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa di depan teras KPK dengan Pamdal gedung KPK, karena mahasiswa berupaya masuk dan menerobos kedalam gedung KPK, guna menemui Abraham Samad.

Dalam aksi ini berkali-kali mahasiswa meminta ketua KPK Abraham Samad untuk mundur, karena dianggap sudah habis masa dan waktu sebagai ketua KPK, dan tidak mampu menuntaskan kasus Century.

Mahasiswa dalam orasinya menirukan ucapan Arya Dwiguna yang popular dengan mengatakan, "Demi tuhan Abraham Samad, waktumu telah habis, demi Tuhan," teriak mahasiwa yang disamput tawa oleh rekan-rekanya yang lain.

Akhirnya 8 orang perwakilan dari BEM SI diterima untuk bertemu ketua KPK Abraham Samad, di dalam gedung KPK.

Selanjutnya perlahan-lahan mahasiswa yang lain mulai membubarkan diri, dan satu ruas jalan di depan gedung KPK sudah dapat dilalui oleh pengendara.

Korlap aksi Fajar mengatakan kami akan kembali lagi kemari guna menagih janji Abraham Samad.(bhc/put)


 
Berita Terkait Demo Didepan Gedung KPK
 
KPK Harus Segera Panggil Kemenko PMK, Menteri Puan!
 
AKU KPK Dukung Penuh KPK Berantas Kasus APBD Riau 2015
 
AMPAK Demo Terkait Dugaan Kasus Pembelian Sumur Minyak di Malaysia
 
AMPT Demo Desak KPK Periksa Ichwanul Idrus Dirut LPPNPI
 
AKRAB Demo KPK Tuntut Kasus Korupsi Setya Novanto
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]