Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Koperasi
650 Koperasi di Karanganyar Terancam Dibekukan
Wednesday 15 May 2013 14:51:25

Kantor Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Karang Anyar.(Foto: timlo.net/nanang rahadian)
KARANG ANYAR, Berita HUKUM - Dari total 1.084 koperasi di wilayah kabupaten Karanganyar, 60 persennya atau 650 koperasi dalam kondisi mati suri. Koperasi yang tidak aktif itu terancam dibekukan jika dalam beberapa bulan ke depan tidak mendaftar ulang ke Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disdperindagkop dan UMKM) Karanganyar.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disdperindagkop dan UMKM) Karanganyar Utomo Sidi menegaskan, prosentase antara koperasi yang aktif dan yang tidak aktif memang sangat memprihatinkan karena hanya sekitar 30 persen saja yang masih bertahan. “Artinya, prosentase jumlah koperasi yang sudah tidak aktif lagi jauh lebih besar,” ungkapnya, Selasa (14/5).

Menurut Utomo, Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan beberapa kegiatan perkoperasian merupakan tanda sebuah koperasi dinyatakan aktif. Bila diketahui tidak pernah menggelar kegiatan perkoperasian, sudah dapat dipastikan koperasi itu mati suri. “Jika kedua unsur itu tidak dapat dipenuhi, maka koperasi terkait dinyatakan tidak aktif. Meskipun secara administratif masih terdaftar secara resmi,” tegasnya, seperti yang dikutip dari timlo.net, pada Selasa (14/5).

Dari sekitar 60 persen koperasi yang mati suri itu, lanjut Utomo, tersebar di seluruh kecamatan di Karanganyar. Koperasi tersebut terdiri dari beragam jenis, dari mulai simpan pinjam, unit desa, hingga koperasi serba usaha. “Masa tidak aktifnya pun beragam, ada yang baru dalam hitungan bulan dan ada pula yang sudah tahunan,” terangnya.

Menyikapi hal ini, dari pihak Disperindagkop dan UMKM segera melakukan pendataan lebih dahulu kemudian melakukan pembinaan pada koperasi-koperasi yang tidak aktif tersebut.Jika nanti setelah diberikan pembinaan, koperasi terkait tak kunjung menunjukkan tren positifnya maka keputusan pembekuan terpaksa dilakukan.

Ijin pendirian serta operasionalnya terpaksa harus diberhentikan guna menghindari adanya penyelewengan. “Jika dalam kurun waktu dua tahun berturut-turut tidak ada perubahan, terpaksa harus kita bekukan,” tegasnya.(tmn/bhc/rby)


 
Berita Terkait Koperasi
 
• OJK Mau Bunuh Koperasi Syari'ah?
 
• KKRG akan Masuk Wilayah Sulut dan Sulteng pada Tahun 2021
 
• RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
 
• Ketua DPR Harap Pemerintah Proaktif Selesaikan RUU Perkoperasian untuk Segera Dapat Disahkan
 
• PP Muhammadiyah: 'Mafia' Rentenir, di Balik Belum Disahkannya RUU Perkoperasian
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]