Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
6 Faktor Peningkat Elektabilitas Prabowo-Hatta
Sunday 29 Jun 2014 20:50:14

Ilustrasi. Kampanye Prabowo-Hatta di GBK dan di Bali.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ada enam faktor yang membuat dukungan masyarakat terhadap pasangan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terus meningkat menjelang pemilihan presiden digelar 9 Juli mendatang.

Alasan pertama, kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, kata Qodari, mesin politik pasangan yang diusung koalisi merah putih tersebut sudah bekerja dan mulai bangkit.

"Kedua, pemilih Islam mulai mengarah ke Prabowo-Hatta," terang dia saat memaparkan hasil survei di Hotel Harris, Jakarta, Minggu, (29/6).

Alasan ketiga yang membuat kenaikan dukungan terhadap pasangan Prabowo-Hatta adalah efek SBY dan Partai Demokrat mulai terasa.

"Promo 'mulut ke mulut' Prabowo-Hatta lebih kuat," terang dia.

Alasan kelima, lanjut Qodari, Prabowo-Hatta lebih unggul dalam debat calon presiden yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Terakhir, mayoritas pendukung Prabowo-Hatta menentukan pilihan pada masa kampanye dan hari tenang," tandasnya.

Seperti diketahui, survei Indo Barometer yang dilakukan dua bulan ini terlihat jelas kenaikan signifikan dari pasangan Prabowo Hatta. Survei Mei 2014 sebesar 36,5 persen. Sementara survei Juni 2014 sebesar 42,6 persen. Artinya mengalami kenaikan sebesar 6,1 persen.

Pasangan Jokowi-JK justru belakangan malah mengalami penurunan dukungan dari Mei ke Juni 2014. Survei Mei 2014 sebesar 49,9 persen. Sementara Survei Juni 2014 sebesar 46,0 persen. Artinya mengalami penurunan sebesar turun sebesar 3,9 persen. Suara belum memutuskan juga turun sebesar 2,3 persen.

Dalam survei 28 Mei-4 Juni 2014 perolehan suara Prabowo-Hatta adalah 36,5 persen dan Jokowi-JK 49,9 persen. Dalam survei 16-22 Juni 2014 perolehan suara Prabowo-Hatta mengalami kenaikan menjadi 42,6 persen, sementara suara Jokowi-JK mengalami penurunan menjadi 46 persen.

Dari perbandingan survei Mei dan Juni 2014 tampak bahwa dalam massa kampanye sekitar 3 minggu, Prabowo-Hatta mengalami kenaikan suara 6,1 persen. Sebaliknya, terjadi penurunan 3,9 perseb untuk pasangan Jokowi-JK. Selisih suara Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK yang tadinya 13,5 persen sekarang menjadi 3,4 persen.(dem/rmol/sl/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]