Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pemilu 2014
5 Partai Gugat TPS 89 Supida Coblos Ulang
Saturday 12 Apr 2014 17:55:14

Kotak suara TPS 89 RT 88 Jl Merdeka yang disegel.(Foto: BH/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Lima orang Calon Legislatif (Caleg) peserta Pemilu daerah pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim) dan kota Samarinda, Sabtu (12/4) mengajukan surat keberatan secara resmi kepada Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu dan meminta agar TPS 89 Kelurahan Sungai Pinang Dalam (Supida) yang terletak di Jl Merdeka 3 untuk dilakukan pencoblosan ulang, karena TPS dibuka terlebih dahulu oleh Ketua KPPS dan Panwas tanpa di ketahui Saksi para caleg sebelum pleno.

Kelima partai masing-masing, H. Jahidin, S, SH, MM dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sabri dari Partai PPP, Suyanto dari Partai Nasdem, Hendra dari Partai Demokrat, dan M. Chairul Huda dari Partai Amanat Nasional (PAN). Membuat berita acara kesepakatan untuk dilakukan pencoblosan ulang terkat permasalan yang terjadi dengan TPS 89 Sungai Pinang Dalam, ujar H. Jahidin.

"Kami kelima partai sepakat dan meminta ketua KPU agar TPS 89 pada RT 88 telah dibuka oleh KPPS yang diakui Ketua Panwas Kecamatan, yang diduga terjadi penyimpangan dengan surat suara sehingga kita minta coblos ulang," ujar H. Jahidin.

H. Jaihidin yang mewakili teman yang lainnya menambahkan, perbuatan ini merupakan sesuatu unsur kesengajaan dari pihak lain yang diduga untuk caleg tertentu yang secara tegas menyalahi undang-undang, jelas H. Jahidin malam tadi di Kantor Lura Sungai Pinang Dalam, sambil menunjukan 4 kotak TPS yang disegel bertuliskan Jangan disentu dengan gembok ganda yang dipasang.

Ketua Panwas Kelurahan Sungai Pinang dikonfirmasi BeritaHUKUM.com, mengakui adanya permasalahan yang terjadi dengan TPS 89 RT 88 jl Merdeka 3, karena dibuka oleh oknum TPS 89, cumah dipertanyakan masalah saat dibuka ada panwas atau PPL kenapa tidak melarang, ini tidak dibenarkan karena belum pleno, ujarnya.

"Apapun yang terjadi dengan TPS yang sudah digembok oleh siapapun kecuali sudah pleno dan dibuka dihadapan saksi,' ujar dia.

Sumber yang diperoleh pewarta di Kelurahan Sungai Pinang bahwa, TPS 89 pada RT 88 Jl Merdeka 3 yang jaraknya hanya sekitar 200 meter dari kantor Kelurahan TPS nya tiba paling terakhir sekitar jam 5 pagi dan diantar satu-satu tidak sekaligus yang dikawal, pada jam 10.00 pagi Jumat (11/4) kemarin dibuka oleh anggota pps.(bhc/gaj)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]