Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
3 Faktor Rustriningsih Eks Kader PDIP yang Bakal Kurangi Suara Jokowi-JK
Sunday 06 Jul 2014 01:33:43

Dra Hj Rustriningsih MSi Mantan Kader PDIP dan mantan Wagub Jateng mendukung Capres No 1 Prabowo-Hatta.(Foto: Twitter)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengamat Politik Universitas Indonesia, Agung Suprio, menilai dukungan Rustri akan menjadi keuntungan besar bagi kubu Koalisi Merah Putih pada pemilihan Presiden, Rabu 9 Juli mendatang.

"Pendukung capres Jokowi nantinya akan habis, karena mereka mengalihkannya kepada Prabowo," kata Agung, Sabtu (5/7).

Lebih jauh Agung memaparkan, sedikitnya ada tiga potensi yang dimiliki Rustriningsih Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah untuk bisa mendulang suara bagi Capres No 1 Prabowo-Hatta.

Pertama bahwa dia seorang perempuan tentunya bisa menjadi perwakilan suara kaum perempuan. Yang kedua sosok, Rustriningsih merupakan orang Marhaen. Dan orang marhaen sendiri menilai lebih lama mengenal Rustriningsih ketimbang Jokowi.

Dan yang terakhir Rustriningsih merupakan mantan pejabat daerah.

"Dia akan menjadi penentu perolehan suara di Jateng," papar Agung.

Menurutnya, Rustriningsih mengalihkan dukungan karena sosok Prabowo Subianto dinilai lebih melekat oleh sosok Bung Karno. Ketegasan dan nasionalisme tinggi Prabowo dianggap sebagai modal penting seorang pemimpin negara, sebagaimana yang dimiliki mantan Presiden RI pertama itu.

“Prabowo lebih marhaen, lebih Soekarnois ketimbang Jokowi,” katanya.

Rustriningsih menyatakan dukungannya kepada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa di kediamannya, Jalan Veteran Nomor 1 Kebumen, Kamis (3/7) lalu. Dalam deklarasi turut hadir capres Hatta Rajasa,

"Saya Rustriningsih bersama relawan Rustriningsih menyatakan mendukung, memilih, dan akan mencoblos pasangan Prabowo-Hatta dalam Pilpres 2014," kata Rustriningsih di hadapan ratusan relawan Rustriningsih.

Menurut dia, ada hal-hal yang menjadikannya mendukung pasangan Prabowo-Hatta. Antara lain terkait komitmen dirinya untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih.

Ia mengatakan, setelah melalui pencermatan yang panjang, termasuk dalam acara debat capres-cawapres, pasangan Prabowo-Hatta banyak mengupas tentang komitmen penyelenggaraan pemerintahan yang bersih.

Dia mengungkapkan alasan mendukung Prabowo-Hatta salah satunya adalah komitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih.

Sebelumnya, saat pendeklarasian menurut Rustriningsih yang juga mantan Bupati Kebumen ini mengatakan, manajemen sebaik apa pun pada saat tidak menekankan pemerintahan yang bersih akan jauh dari keinginan.

"Saya melihat di depan mata saya selama menjalani tugas-tugas dinas bahwa kemampuan manajemen dan berbagai hal yang dimiliki tidak akan berarti apa-apa kalau tidak ada keberanian dan ketegasan," kata politisi PDIP ini.

Ia mengakui, untuk memutuskan mendukung Prabowo-Hatta tidak berkomunikasi dahulu dengan PDI Perjuangan.

"Komuniasi tidak ada lagi, tetapi untuk menentukan pilihan itu bagi diri saya menjadi perdebatan," katanya.

Ditanya apakah tidak khawatir dikeluarkan dari PDIP, dia menepisnya dengan melihat apa yang dialami suaminya, Sony, yang dipecat diam-diam dari PDIP tanpa ada kesalahan, sehingga dia merasa pemecatan itu sudah dilakukan.

Menanggapi dukungan Rustriningsih ini, Hatta menyatakan bersyukur bahwa tokoh yang memiliki integritas dan kapabilitas menejemen pemerintahan ikut mendukungnya.

"Hal ini akan menambah tenaga dan dukungan tidak hanya di Kebumen dan Jateng tetapi gaungnya sudah nasional," kata Hatta.

Ia menyebut dukungan Rustriningsih ini akan memotivasi Prabowo-Hatta. "Kami yakin akan ada akselerasi bagi tim Prabowo-Hatta. Kami yakin dengan dukungan ini pasangan Prabowo-Hatta akan memenangkan di Jateng," kata Hatta.

Sedangkan menurut, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, meminta mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih, keluar dari PDI Perjuangan jika mendukung pasangan calon presiden selain Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pemilu Presiden Rabu 9 Juli 2014.

"Di PDI Perjuangan tidak ada kader seperti di partai lain, selalu tegak lurus dan solid sehingga kalau perintah ketua umum itu mendukung Jokowi maka kalau tidak (mau ikut mendukung) ya sudah artinya jangan masuk di PDI Perjuangan," kata Megawati, di Semarang, Kamis (3/7).(H/en/ROL/Ant/hs/jms/bisnis/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]