Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Tangerang Selatan
29 Kecamatan Pemkab Tangerang Ditangani 2 Polda
2016-09-26 18:39:44

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ada 29 wilayah kecamatan Pemerintahan Kabupaten Tangerang, provinsi Banten ditangani dua Polda untuk mengatasi masalah kriminal atau tindak pidana, yakni Polda Banten dan Polda Metro Jaya.

"Pengamanan wilayah kami dibawah kewenangan Polda Banten dan Polda Metro Jaya, jadi ada kekhawatiran lamban dalam penangganan suatu masalah," kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Tangerang, Senin (26/9).

Ahmed mengatakan pihaknya sudah pernah membicarakan masalah wilayah yang ditangani dua Polda itu ke masing-masing Kapolda di Serang maupun di Jakarta. Kedua Kapolda tersebut menanggapi positif dan mereka berupaya untuk membahas pada tingkat Mabes Polri.

Ketika berbicara dengan Kapolda Metro Jaya, kala itu dijabat Irjen Tito Karnavian (sekarang Kapolri) dan terakhir berbincang bersama Kapolda Banten Brigjen Pol Ahmad Dofiri, bahwa perlu ada kajian mendalam.

Bila dalam satu kabupaten ditangani dua Polda, mengakibatkan kesulitan dalam koordinasi termasuk menyangkut keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sebelumnya Kabupaten Tangerang hanya masuk dalam kewenangan Polda Metro Jaya, karena memang berdekatan langsung dengan ibukota negara. Tapi, belakangan ini ada pemecahan beberapa wilayah yang masuk ke Polda Banten, maka mengalami kendala koordinasi akibat jarak relatif jauh.

Menyangkut kewenangan tersebut, pihak Pemkab Tangerang sudah melayangkan surat ke Mabes Polri agar 29 kecamatan semuanya ditangani dalam satu Polda. Pihaknya juga meminta agar ada kajian dari Mabes Polri tentang penambahan beberapa Polsek, karena memang wilayah tersebut sudah padat penduduk dan tingkat krimnalitas tinggi.

Contoh Kecamatan Kosambi belum memiliki Polsek, karena harus menginduk ke Teluknaga. Padahal tindak kriminal dan pengamanan kamtibmas di wilayah itu cukup tinggi, karena berbatasan langsung dengan DKI Jakarta.(bh/as)


 
Berita Terkait Tangerang Selatan
 
Haji Bima: Benyamin Davnie dan Andiara Berpeluang Besar Memimpin Tangsel
 
Ketum LSM Teropong: Abraham Samad Bukan Kelasnya Menjadi Walikota Tangsel
 
Tragis, Pemuda Tewas Tersetrum Dikerjai Teman Saat Rayakan Ultah di BSD
 
29 Kecamatan Pemkab Tangerang Ditangani 2 Polda
 
Polda Metro Jaya Dapat Dana Hibah dari Walikota Tangsel
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index




  Berita Terkini >>
 
Jelang Munas X Partai Golkar, Bamsoet Cooling Down agar Pendukungnya Tak Digeser dan Disingkirkan
3 Orang ASN Pesta Narkoba Diciduk Tim Polres Bone Bolango
Legislator Nilai Ranking Alutsista Indonesia Menurun
Kaji Ulang Diksi Radikalisme
Mafia Pangan Harus Diberantas
SADAP dan Monev Aplikasi Digital untuk Data Kejaksaan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mafia Pangan Harus Diberantas
Ketum Anis Matta Sebut Partai Gelora Adalah Partai Islam dan Nasionalis
Rio Capella Sebut NasDem Restoran Politik, Zulfan Lindan: Dia Tidak Waras!
Bedah Kasus Unggahan Ade Armando, 'Meme Joker' Gubernur DKI Anies Baswedan
Jokowi Terlalu Perkasa
Peran Aktif Badan Usaha Milik Swasta Dinilai Sangat Penting Memajukan Industri Pertahanan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]