Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
DPR RI
25 Persen Tatib DPD RI, Hak Bertanya pada Presiden
Saturday 07 Feb 2015 17:56:16

Andi Mappetahang Fatwa atau A.M. Fatwa, Politisi Partai Amanat Nasional.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD RI, AM. Fatwa mengatakan, dalam tata tertib (Tatib) DPD RI mempunyai 25 persen hak untuk bertanya pada Presiden. Dimana semuanya termasuk dalam hak mengajukan pendapat, dan hak pembelaan diri demi untuk kepentingan orang banyak.

“Sesuia dengan Tatib DPD RI mempunyai 25 persen hak untuk bertanya, hak menyatakan pendapat dan hak pembelaan diri untuk kepentingan orang banyak,” ujar AM Fatwa, dalam konprensi pers tentang “Rencana Pengajuan Hak Bertanya Anggota DPD RI Terhadap Penentuan Harga BBM” pada wartawan di Gedung MPR/DPR/DPD RI Nusantara V, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut AM. Fatwa, terkait dengan hiruk pikuk persoalan yang menyangkut Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan (Komjen BG) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membingungkan masyarakat, membuat seolah-olah memberikan dagelan pada mereka atas persoalan ini, pemerintah menaikkan harga LPJ dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Maka dari itu, DPD RI meminta pada pemerintah pada sidang Paripurna nanti untuk dapat menjelaskan atas kenaikan tersebut.

“DPD RI meminta pada pemerintah pada Paripurna tanggal 18 Pebruari nanti, untuk dapat menjelaskan atas kenaikan LPJ dan BBM,” kata Anggota Senator dari DKI Jaya ini.

Sementara itu, Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba mengatakan, terselenggaranya acara ini atas prakarsa Senator dari DKI Jaya, AM. Fatwa dan didukung oleh anggota Senator lainnya berjumlah 57 orang. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, DPD RI menanyakan pada pemerintah atas kenaikan harga LPJ dan BBM yang membuat harga-harga melambung tinggi dan menyengsarakan rakyat.

“Pemerintah diminta bisa menjelaskan kenaikan harga LPJ dan BBM, saat Paripurna yang akan datang,” katanya.

Begitupun sama halnya disampaikan Anggota DPD RI dari Sulawesi Tengah, Nurmawati Muntilan. Menurutnya, saya banyak ditanya oleh masyarakat di daerah tentang keadaan politik maupun ekonomi sekarang ini. Diantaranya, persoalan BG dengan KPK, serta kenaikan harga bahan pokok, LPJ dan BBM yang tidak menyelesaikan persoalan di daerah. Oleh sebab itu, selaku anggota DPD RI, menyakan pada pemerintah terhadap kenaikan tersebut.

“Pemerintah diharapkan dapat menjawab kenaikan tersebut, pada sidang Paripurna nanti,” pungkasnya.(bhc/rat/gun/okta)


 
Berita Terkait DPR RI
 
DPR Dukung Semua Program Pemerintah Selama untuk Kesejahteraan Rakyat
 
Polisi Tetapkan Pengguna dan Pembuat Plat DPR RI Palsu Jadi Tersangka
 
Putusan MKMK Bisa Jadi Amunisi Politik Bagi DPR RI Memakzulkan Presiden Jokowi
 
Seluruh Fraksi DPR, DPD dan Pemerintah Setuju RUU 5 Provinsi Dibawa ke Rapat Paripurna
 
Ini Kisah 'Falun Gong' yang Hadir dalam Rapat Paripurna DPR-RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]