Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Musik
16 Orang Tewas Saat Konser K-Pop di Korsel
Saturday 18 Oct 2014 00:25:03

Lokasi jatuhnya 16 korban konser K-Pop di Korsel, ketika penutup sebuah ventilasi tempat mereka berpijak roboh.(Foto: twitter)
SEOUL, Berita HUKUM - Sebanyak 16 orang tewas saat berlangsungnya konser musik pop di ruang terbuka di Korea Selatan, Jumat, ketika penutup sebuah ventilasi tempat mereka berpijak roboh, kata para pejabat dan media.

Peristiwa itu merupakan rangkaian kecelakaan terbaru di Korea Selatan, termasuk tenggelamnya kapal ferry pada April lalu, yang menewaskan lebih dari 300 orang.

Rangkaian kecelakaan itu telah meningkatkan pertanyaan soal keamanan serta menambah tekanan bagi pihak berwenang untuk memperketat standar mereka.

Sekira 27 orang yang sedang menghadiri konser K-pop itu jatuh ke dalam ke sistem ventilasi sedalam lebih dari 10 meter ketika penutup ventilasi tempat mereka berpijak --agar dapat melihat ke panggung lebih jelas-- roboh, demikian dilaporkan kantor berita Yonhap serta televisi YTN.

Sebelas orang mengalami luka-luka, banyak di antaranya yang luka parah, kata pejabat pemerintah di distrik Payo. Distrik itu terletak di sebelah selatan ibu kota negara, Seoul.

Sekira 700 orang memenuhi konser yang berlangsung di dekat pusat perbelanjaan, mereka menyaksikan kelompok 4Minute.

Kelompok tersebut menampilkan penyanyi sekaligus penari, Hyuna, yang menjadi terkenal setelah ia tampil dalam video musik "Gangnam Style" oleh penyanyi rap Korea Selatan, Psy.

Korea Selatan, yang memiliki perekonomian terbesar keempat di Asia serta negara dengan sektor manufaktor dan ekspor terkemuka, telah berkembang menjadi salah satu negara dunia yang paling maju di bidang teknik.

Namun, negara tersebut menghadapi kritik soal pengendalian aturan yang tidak berjalan dengan baik.

Berbagai musisi telah berkumpul untuk melakukan konser luar di Pangyo Techno Lembah di Seongnam, yang merupakan tenggara dari ibukota negara, Seoul.

Beberapa dari mereka yang tertangkap dalam keruntuhan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Menurut wartawan lokal, beberapa dari mereka di bawah perawatan rumah sakit saat ini diyakini masih berada dalam kondisi kritis.(Antara/tt/ew/Reuters/bhc/sya)


 
Berita Terkait Musik
 
Cerita Farel Prayoga. Dari Mengamen Hingga Bikin Istana Negara Bergoyang !
 
Enam Twit Kontroversial Elon Musk yang Membuatnya dalam Masalah
 
Charlie Watts Meninggal: Kisah Sang 'Penjaga Irama' The Rolling Stones yang Pernah Menghajar Mick Jagger
 
Westlife Sihir Seluruh Penonton dengan 'If I Let You Go'
 
Anang Hermansyah Resmi Tarik Usulan RUU Permusikan di Baleg DPR
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]