Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pemilu 2014
10 Orang Pemilih Siluman Digagalkan Saksi di TPS 16
Wednesday 09 Apr 2014 15:22:47

Suasan pemilihan di TPS 16 Sungai Pinang Dalam.(Foto: BH/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Pesta demokrasi pemilihan anggota legislatif yang akan menduduki kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD), DPR RI, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yang di gelar serentak seluruh wilayah di Indonesia, halnya di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) sejak pagi hari semua warga telah berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak suaranya.

Seperti di TPS lainnya, TPS 16 yang terletak di Jalan Ahmad Yani I dahulu Jl. Cendrawasi Gang Cahaya Baru RT 16 Kelurahan Sungai Pinang Dalam Kecamatan Sungai Pinang Samarinda, sejak pagi warga sekitar datang dengan membawah surat panggilan peserta pemilih, untuk memberikan hak suarah mereka, tiba-tiba terjadi insiden keributan adanya muncul sekitar 10 orang pemilih siluman yang akan melakukan pencoblosan, ujar Yakobus Baribe warga sekitar yang dibenarkan oleh Aminudin (40) saksi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang bertugas sebagai saksi di TPS tersebut.

Aminudin kepada BeritaHUKUN.com menuturkan, tiba-tiba datang sekitar 10 orang pemilih yang diduga pemilih siluman dari mana asalnya dengan membawah surat panggilan untuk melakukan penconlosan, saat itu mereka sudah menyerahkan surat panggilan ke KPPS dan menerima surat pencoblosan, namun sebelum dilakukan pencoblosan kami gagalkan dan menahan surat pemilih dan KTP salah seorang oknum, ujar Aminudin.

"Tiba-tiba muncul 10 orang pemilih yang tidak diketahu asal mereka dengan membawah surat panggilan pencoblosan dan menyerahkan ke KPPS dan telah menerima surat pencoblosan, namun saya curiga sehingga sebelum dilakukan pencoblosan kita gagalkan, mereka langsung kabur namun salah seorang KTPnya kami tahan yang diketahui bernama Gaffar jl. Elang Gang Aci," ujar Aminudin.

Saksi Aminudin juga menambahkan bahwa, kejadian dengan RT 16 juga terjadi tadi malam saat mengajukan mandat dari Partai PPP atas dirinya sebagai saksi di TPS 16, dimana awalnya ditolak dan mengatakan bahwa jadi saksi harus membayar dulu Rp 200.000,- tegas Aminuddin.

Ketua Pengawas Kecamatan Sungai Pinang, Adrian, yang ditemui di lokasi TPS 16 Sungai Pinang Dalam, membenarkan kejadian tersebut dan akan melaporkan kepada panwaslu, ujar Adrian.

Ketua KPPS TPS 16 Gang Cahaya Baru Kelurahan Sungai Pinang Dalam Kecamatan Sungai Pinang Samarinda Kaltim yang juga Ketua RT 16, yang sehari-hari dipanggil Haja Fatijah, kepada pewarta mengatakan, kejadian tadi jangan dibesar-besarkan karena itu masalah interen sehingga dapat dibicarakan karena itu masalah pribadi, ujar Haja Fatijah.

"Maaf pak masalah tadi jangan dibesar-besarkan karena masalah itu masalah pribadi," pungkas Haja Fatijah.(bhc/gaj).


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]