Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Badai
10 Kereta Cepat Senilai Rp1,5 Triliun Jadi Besi Cacahan Akibat Tendam Banjir Topan Hagibis
2019-11-09 12:46:35

Kereta api Hokuriku-Shinkansen kini terparkir di halaman di kota Nagano.(Foto: REUTERS)
JEPANG, Berita HUKUM - Sebanyak 10 kereta cepat Jepang yang terendam banjir imbas Topan Hagibis bulan lalu, kini dijadikan besi cacahan.

Beberapa komponen dari kereta-kereta yang harganya antara US$110 juta hingga US$135 juta (Rp1,5 triliun-Rp1,9 triliun) masih bisa digunakan, namun secara keseluruhan nilainya telah hilang.

Kereta api Hokuriku-Shinkansen kini diparkir di sebuah lapangan di kota Nagano.

Topan Hagibis melanda dengan kecepatan angin mencapai 225 km/jam pada 12-13 Oktober, menewaskan sekitar 90 orang dan membuat ribuan orang mengungsi.

Itu adalah badai terburuk di Jepang dalam beberapa dekade.

Foto-foto kereta yang terbengkalai terendam banjir, menjadi simbol besarnya kerusakan yang diakibatkan badai itu.

naganoHak atas fotoAFP
Image captionTopan Hagibis melanda dengan kecepatan 225 km/jam pada 12-13 Oktober.

Masing-masing kereta memiliki 12 rangkaian. Sebelum badai menerjang, sehari-hari kereta tersebut menempuh perjalanan di jalur Hokuriku-Shinkansen yang menghubungkan Tokyo dengan Kanazawa di pantai barat.

Presiden Perusahaan Kereta Api Jepang Timur, Yuji Fukasawa, mengatakan bahwa banjir telah merusak banyak komponen utama kereta, termasuk mesin penggerak dan sistem pengereman.

Dalam konferensi pers yang digelar hari Rabu (06/11) dia menyebut "dalam hal stabilitas dan keamanan sudah tepat" untuk menjadikan kereta itu sebagai rongsokan besi dan menggantinya dengan kereta baru.

Delapan kereta yang terendam banjir adalah milik perusahaannya. Dua lainnya, yang dimiliki oleh Perusahaan Kereta Api Jepang Barat, juga akan dijadikan besi cacah.

"Kami bertujuan untuk mengembalikan layanan 100% pada akhir tahun bisnis saat ini [pada bulan Maret]," kata Fukasawa.

Saat ini, layanan baru beroperasi sekitar 80%.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Badai
 
• Korban Tewas Akibat Tornado di AS Dikhawatirkan Melampaui 100 Orang
 
• Bencana Siklon Seroja Hantam NTT, ISJN Galang Bantuan
 
• 10 Kereta Cepat Senilai Rp1,5 Triliun Jadi Besi Cacahan Akibat Tendam Banjir Topan Hagibis
 
• Topan Lekima di China: 28 Orang Tewas dan Satu Juta Orang Mengungsi
 
• Thailand Dihantam Pabuk, Badai Terburuk dalam Puluhan Tahun
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]