Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Gratifikasi
Bagi-Bagi IPod Di Pesta Pernikahan, Sekertaris MA Akan Dilaporkan ke KPK
Monday 17 Mar 2014 14:16:31

Ilustrasi iPhone Apple.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Acara resepsi mewah anak Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, atas pernikahan yang digelar di Hotel Mulia, Sabtu (15/3) Senayan Jakarta. Menjadi masalah hukum, dalam acara yang megah dinilai oleh Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKI P 45) telah terjadi gratifikasi terhadap para pejabat negara dan tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut yang menerima pemberian iPod Shuffle 2GB, dan dalam waktu dekat (LAKI P 45) akan melaporkan kasus ini ke KPK.

Walau dalam acara tersebut Sekjen (MA) Nurhadi menolak menerima amplop dalam bentuk apapun dari tamu undangan yang hadir. Namun, latak gratifikasi sebaliknya terjadi saat ia membagi-bagikan iPod Shuffle 2GB kepada para undangan yang hadir dari kalangan pejabat negara baik Hakim Agung dan Hakim-Hakim lainnya.

"Kami menghimbau kepada para, tamu undangan para Hakim dan pejabat Negara yang hadir dan menerima Ipod, agar segera mengembalikan ipod tersebut dari pihak Nurhadi kepada KPK, sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku, jika tidak di kembalikan, maka kami LAKI P 45 akan melaporkan kasus ini ke KPK," ujar Sekjen LAKI P 45 H.M Hasbi Ibrohim di Jakarta, Senin (17/3).

Selanjutnya, KPK juga harus segera turun untuk menyelidiki, dari mana asal usul harta dan kekayaan Sekjen MA Nurhadi, apakah dia mendapatkan dari cara yang wajar dan Hallal. Agar semuanya menjadi jelas kepada publik, dan tidak terjadi kecurigaan dan kecemburuan sosial ditengah masyarakat yang masih banyak susah dan menderita.(bhc/dar)


 
Berita Terkait Gratifikasi
 
• KPK "Kejar" Kaesang Pangarep soal Dugaan Gratifikasi 'Jet Pribadi'
 
• Gratifikasi dan Suap, Apa sih Bedanya?
 
• Ditahan KPK, Azis Syamsuddin Dijebloskan ke Rutan Polres Jaksel dengan Kondisi Diborgol
 
• Saksi ON Tidak Kenal dengan Terdakwa Nurhadi dan Menantunya Rezky Herbiyono. PH: Tidak Terbukti
 
• Ada 2 Nama Jenderal Polisi Disebut di Pusaran Kasus Dugaan Suap Gratifikasi Nurhadi Beserta Menantunya Rezky
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]