Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Thailand
'Ledakan Bom di Kuil Erawan Bangkok Ingin Cederai Ekonomi Thailand'
Tuesday 18 Aug 2015 17:24:02

Di antara korban-korban meninggal akibat bom di Kuil Erawan, Bangkok, terdapat sejumlah warga asing. Menteri Pertahanan Thailand mengatakan pihaknya akan memburu pelaku peledakan bom di Bangkok.(Foto: Istimewa)
BANGKOK, Berita HUKUM - Menteri Pertahanan Thailand mengatakan siapapun yang meletakkan bom di sebuah kuil di Bangkok berniat mengincar turis asing dan mencederai sektor pariwisata sekaligus ekonomi Thailand. Kepada sejumlah wartawan, Menteri Pertahanan Prawit Wongsuwan mengklaim jatuhnya korban asal luar negeri memang telah diniatkan pelaku.

“Kami akan memburu mereka,” tambahnya.

Menurut Kepala Polisi Nasional, Somyot Poompummuang, ledakan di Kuil Erawan berasal dari bom pipa. Bom tersebut diletakkan di dalam kuil. Sejumlah laporan media di Thailand menyebutkan bom menggunakan bahan TNT sebanyak tiga kilogram.

”Siapapun yang menaruh bom ini sangat keji dan berniat membunuh. Meletakkan bom di sana berarti mereka ingin melihat banyak orang meninggal,” ujar Poompummuang.

Beberapa pejabat pemerintah mengatakan jumlah korban meninggal mencapai 19 orang dan kemungkinan akan bertambah. Sejauh ini, baru diketahui 10 di antara mereka adalah warga Thailand, dua warga Cina, dan seorang asal Filipina. Adapun korban cedera lebih dari 123 orang.

Bagian tubuh

Berdasarkan laporan koresponden BBC di Bangkok, Jonathan Head, suasana di lokasi kejadian sangat kacau dan sejumlah bagian tubuh manusia bertebaran di mana-mana.

Bahkan, Marko Cunningham, seorang tenaga medis asal Selandia Baru yang bekerja untuk sebuah layanan ambulans, mengatakan pemandangan di lokasi ‘seperti pasar daging’.

“Tubuh ada di mana-mana. Ada beberapa yang terpotong. Sangat mengerikan,” katanya kepada kantor berita Reuters.

Kuil Erawan ialah kuil Hindu yang digunakan untuk memuja Dewa Brahma. Meski demikian, kuil itu juga dikunjungi ribuan umat Buddha setiap hari.

Lokasi kuil berada dekat sebuah hotel bintang lima dan pusat perbelanjaan terkenal di persimpangan Ratchaprasong, yang merupakan tempat demonstrasi dalam beberapa tahun terakhir.

Serangan bom di Bangkok amat jarang terjadi. Kalaupun terdapat baku tembak dan insiden ledakan, itu terjadi di provinsi-provinsi bagian selatan Thailand yang dekat dengan perbatasan Malaysia.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Thailand
 
Mengapa Pemilu Thailand Diwarnai 'Keganjilan'? Media dan Peretas Pun Dituding
 
Sempat Hidup Mewah, Mantan Biksu Thailand Divonis Penjara Lebih 100 Tahun
 
Wartawan Dibebaskan dari Tuduhan Menghina Militer Thailand
 
'Ledakan Bom di Kuil Erawan Bangkok Ingin Cederai Ekonomi Thailand'
 
Thailand Mencabut UU Darurat Militer
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index




  Berita Terkini >>
 
Komisi II DPRD Kaltim Konslutasi ke Kementrian ESDM
Kapolda Targetkan Ada Perwakilan Putra Putri Gorontalo Diterima di AKPOL
First Travel: Aset-aset Dirampas Negara, Pengacara Korban: 'Ini Uang Jamaah, Kok Jadi Tidak Ada Solusi?'
Palestina Kecam AS Soal Permukiman Yahudi di Tepi Barat: Ancaman Keamanan dengan Terapkan 'Hukum Rimba'
Fahri Hamzah: Pilkada Langsung Cukup di Tingkat II
Pasal 7 UUD 1945 Diusulkan Juga Diamandemen, Ini Alasan Suhendra Hadikuntono Agar Jokowi 3 Periode
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Wahh, Total Utang Rp 40 Triliun, Benarkah Kasus BUMN Jiwasraya Seseram Ini?
Aturan Munas Partai Golkar Tidak Boleh Bertentangan dengan Pasal 50
Komentar Beberapa Tokoh terkait Penolakan Ahok Menjadi Pejabat BUMN
ASPEK Indonesia: Menaker Mau Hapus UMK Kabupaten/ Kota, Dipastikan Rakyat Makin Miskin
Tuntaskan PR BPJS Kesehatan, Rakyat Jangan Dibebani Defisit BPJS
Baru Dipolemikkan, Tiba-tiba Sri Mulyani Sebut Desa Fiktif Sudah Hilang
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]