Admin grup "Jokowi Presidenku" Yanes Yoshua Frans di depan Kantor" /> BeritaHUKUM.com - 'Jangan Pilih Parpol yang Lengserkan Jokowi!'

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Demo Didepan Gedung KPK
'Jangan Pilih Parpol yang Lengserkan Jokowi!'
Tuesday 28 May 2013 17:19:59

Sepanduk Jokowi Presiden Ku yang terbentang di depan gedung KPK, Selasa (28/5).(Foto: BeritaHUKUM.com/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Grup media sosial facebook Jokowi Presiden Ku menggelar aksi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta. Dalam aksinya, mereka menyerukan agar warga Jakarta tidak memilih lagi wakil rakyat yang ingin "melengserkan" Jokowi.

Admin grup "Jokowi Presidenku" Yanes Yoshua Frans di depan Kantor DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (28/5) mengatakan bahwa, "kami dari grup media sosial Facebook 'Jokowi Presidenku' mengimbau masyarakat Jakarta, agar jangan memilih parpol pengusul pemakzulan (pelengseran) Jokowi. (Anggota DPRD yang mengajukan hak interpelasi) tidak membela masyarakat," ucapnya.

Menurut Yanes, para wakil rakyat tersebut memiliki kepentingan tertentu, bukan melakukan interpelasi demi rakyat, apalagi rakyat miskin. "Bagi mereka, rakyat hanya komoditas politik," katanya.

Karena itu, lanjut Yanes, masyarakat Jakarta jangan mau dijebak lagi oleh para wakil rakyat tersebut. "Partai yang tidak pro-kepentingan rakyat, harusnya jadi musuh publik," cetus Yanes.

Pantauan pewarta BeritaHUKUM.com, aksi tersebut hanya diikuti belasan orang yang memasang spanduk bertuliskan "Jokowi Presidenku 2014: Gerakan Penyelamat Bangsa Menuju Indonesia Baru". Namun, aksi ini tetap menarik perhatian pengendara kendaraan bermotor.

Aksi ini mendesak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membuka transaksi keuangan 32 anggota DPRD itu tak berlangsung lama. Hanya sekitar 20 menit, mereka pun diminta petugas keamanan KPK untuk berunjuk rasa di luar gedung.(bhc/bar)


 
Berita Terkait Demo Didepan Gedung KPK
 
KPK Harus Segera Panggil Kemenko PMK, Menteri Puan!
 
AKU KPK Dukung Penuh KPK Berantas Kasus APBD Riau 2015
 
AMPAK Demo Terkait Dugaan Kasus Pembelian Sumur Minyak di Malaysia
 
AMPT Demo Desak KPK Periksa Ichwanul Idrus Dirut LPPNPI
 
AKRAB Demo KPK Tuntut Kasus Korupsi Setya Novanto
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]