Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aisyiyah
'Aisyiyah dan Kemenlu Sepakat Membawa Misi Perempuan Sebagai Agen Perdamaian
2018-02-20 06:45:36

Menlu RI, Retno Marsudi saat foto bersama Ketum PP 'Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini.(Foto: Istimewa)
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi bersama Duta Besar RI untuk Inggris, Rizal Sukma berkunjung ke kediaman Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini pada, Minggu (18/2) malam.

Pertemuan tersebut membahas kerjasama dalam misi perdamaian. Demi misi itu, pendidikan menjadi fokus utama untuk membawa perempuan sebagai agen perdamaian.

Menteri Retno membicarakan sinergi yang bisa dilakukan antara Kementrian Luar Negeri dengan 'Aisyiyah dalam upaya mendukung perdamaian dunia salah satunya melalui pendidikan bagi perempuan dan anak-anak di Afghanistan dan Mindanao, Filipina Selatan.

"Dalam ranah konflik perempuan biasanya tidak mendapat akses termasuk untuk pendidikan," ujar Retno. Retno melanjutkan bahwa hal itu akan menjadi hambatan bagi perempuan untuk memasukan nilai-nilai kepada keluarganya seperti nilai toleransi dan nilai perdamaian. "bu sesungguhnya adalah tiang bagi keluarga karena pendidikan dasar dan nilai-nilai semua ada di ibu," jelas Retno.

Oleh karena itu, Menteri Retno mengajak 'Aisyiyah berperan dalam misi perdamaian ini terlebih Ibu negara Afghanistan memiliki semangat yang tinggi untuk penanganan konflik karena bagaimanapun perempuan dan anak-anak selalu menjadi korban. "Ibu Negara Afghanistan ingin sekali bekerjasama dengan organisasi muslim perempuan Indonesia untuk melihat bagaimana organisasi perempuan memiliki kontribusi bagi perdamaian," papar Retno.

Ketua Umum PP 'Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini menyambut baik ajakan ini 'Aisyiyah bisa berperan untuk pendidikan bagi perempuan dan juga kurikulum bagi para guru serta murid. "'Aisyiyah memiliki sekolah-sekolah berasrama yang siap menerima mereka jika diperlukan," ujar Noor.

Noor menyetujui bahwa angka kekerasan terhadap perempuan dan anak selalu tinggi terutama di lokasi konflik, "Oleh karena itu 'Aisyiyah siap berperan dalam kerjasama bilateral ini," tegas Noor.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan diselingi makan malam ini Menteri Retno juga mengajak 'Aisyiyah berpartisipasi dalam Dewan Ekonomi Sosial/Economic and Social Council (ECOSOC). ECOSOC merupakan badan PBB yang khusus memperhatikan masalah ekonomi dan sosial. Menteri Retno menyampaikan bahwa 'Aisyiyah memiliki potensi dalam mendukung perdamaian dunia. "Aset 'Aisyiyah adalah membawa gerakan Islam berkemajuan dan 'Aisyiyah adalah gerakan perempuan," jelas Retno.(muhammadiyah/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Aisyiyah
'Aisyiyah dan Kemenlu Sepakat Membawa Misi Perempuan Sebagai Agen Perdamaian
Berikut Tanggapan Ketum 'Aisyiyah Mengenai Dinamika Politik Pilkada 2018
Tanwir 1 'Aisyiyah Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan sebagai Pilar Kemakmuran Bangsa
Nasyiatul Aisyiyah Sikapi Situs Nikahsirri.com dan Lelang Keperawanan
Aisyiyah: 'Tepuk Anak Sholeh' Menjaga Aqidah Sejak Dini, Tak Perlu Dilarang
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Prancis Rusuh Lagi: 125.000 Demonstran Turun, Toko Dijarah, 1.000 Ditahan
Kemampuan Menembak Merupakan Tuntutan Profesionalisme Prajurit
Mantan Ketua Forum Wartawan Polri Jadi Caleg DPR RI Hanura Dapil Jatim
Ditemukan Berceceran 2.158 KTP Dimainkan Anak di Pondok Kopi, Duren Sawit
Kampanyekan Antikorupsi Lewat Film, KPK Anugerahi Pemenang ACFFEST 2018
Tim Futsal Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya Menjuarai Kapolda Cup 2018
Untitled Document

  Berita Utama >
   
E-KTP Diperjual Belikan, Mardani: Ini Kejadian Luar Biasa
Ketum PPAD Kiki Syahnakri Sebut Aksi Penembakan di Nduga Papua Melebihi Terorisme
Ditlantas Polda Metro Jaya Telah Melakukan Tilang Elektronik, Sebanyak 193 Kenderaan Diblokir
Ledakan Terjadi Saat Simulasi Kecelakaan Mobil Pembawa Radioaktif Bocor
Menanggulangi Kebangkrutan Ekonomi Masyarakat di Koridor Jalan Pantura Akibat Pengoperasian Jalan Tol Trans Java
Ketum FSP BUMN Bersatu: Skandal JICT, Harus Disidangkan Dahulu RJ Lino Biar Jelas !
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]