Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Polri
Tolak Fitnah terhadap Kabareskrim, Pekat IB Do'akan Polri Solid dan Minta Ismail Bolong Ditangkap
2022-11-11 21:26:19

DPP Pekat IB bersama puluhan anak Yatim dan tokoh agama saat menggelar do'a dan dzikir untuk menolak Fitnah terhadap Kabareskrim Polri.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - DPP Pekat Indonesia Bersatu (Pekat IB) menggelar Do'a dan Dzikir bersama rakyat untuk menolak Fitnah terhadap Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol Agus Andrianto.

Ketua Infokom DPP Pekat IB Lisman Hasibuan menyampaikan, dukungan moril itu terkait pernyataan fitnah yang dilontarkan oleh mantan polisi bernama Ismail Bolong kepada Kabareskrim Polri. Menurut Lisman, fitnah itu bahkan dapat berdampak pada kredibilitas institusi Polri.

Kegiatan yang digelar di depan Markas Besar (Mabes) Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jum'at (11/11) itu diikuti oleh puluhan anak Yatim, sejumlah tokoh agama dan jajaran pengurus DPP Pekat IB.

"Hari ini kita gelar do'a bersama untuk menolak Fitnah terhadap Kabareskrim Polri bapak Komjen Pol Agus Andrianto, dan menjaga kredibilitas polri sebagai pengayom masyarakat serta menjaga institusi polri itu sendiri," kata Lisman Hasibuan, saat dijumpai di lokasi.

Lisman mengatakan, pihaknya bersama masyarakat menyayangkan fitnah yang ditujukan kepada Kabareskrim Polri. Fitnah itu, lanjut Lisman, dianggap mengganggu serta merusak kredibilitas institusi Polri.

"Fitnah terkait pernyataan hoax (berita bohong) Ismail Bolong terhadap Kabareskrim Polri, bisa merusak institusi polri," ujar Lisman.

Ia juga meminta agar Ismail Bolong segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan pernyataannya.

"Karena pernyataannya telah menyalahi aturan dan itu tindak pidana. Jadi kalau bisa segera ditangkap," cetus Lisman.

Sebelumnya, video rekaman pernyataan dan pengakuan Ismail Bolong terkait dugaan adanya setoran uang sejumlah Rp 6 Miliar dari bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur kepada Kabareskrim, beredar viral dan menjadi sorotan publik.

Seperti dilansir Tribunnews, setelah video pengakuan itu viral, Ismail Bolong mengklarifikasi bahwa video tersebut merupakan video lama yang dibuat pada Februari 2021.

Ismail Bolong juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada Kabareskrim Polri.(bh/amp)


 
Berita Terkait Polri
 
• Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
 
• Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden
 
• Jimly: Presiden Prabowo Punya Wewenang Batalkan Perpol Nomor 10/2025
 
• Komjen Agus Andrianto Resmi Jabat Wakapolri Gantikan Komjen Gatot Eddy
 
• HUT Bhayangkara ke-77, Pengamat Intelijen Sebut Tiga Hal Ini Yang Nyata Dihadapi Polri
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]