Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Prabowo Subianto
Sinyal Prabowo untuk Siapa, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Atau Rizal Ramli?
2022-06-02 08:49:28

JAKARTA, Berita HUKUM - Pertemuan lima jam bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh seolah telah membuat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto legowo untuk tidak memaksakan diri maju pada Pilpres 2024 mendatang.

Prabowo yang sudah ikut dalam 3 gelaran pilpres terakhir seperti ingin mengambil peran sebagai king maker dengan mengatakan "tidak usah saya" kepada wartawan usai pertemuan tersebut.

Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto mengatakan, persamaan dan pertemanan yang lama dengan Surya Paloh, membuat Prabowo memiliki kesamaan komitmen kebangsaan.

Satyo menilai, pertemuan yang berlangsung sekitar lima jam di Nasdem Tower, Jakarta pada Rabu (1/6) dianggap bukan sekadar makan siang atau silaturahmi biasa, melainkan rangkaian safari politik yang dilakukan oleh Prabowo yang telah dilakukan sejak Idulfitri. Di mana, Prabowo telah berkunjung ke pondok-pondok pesantren dan para kyai kharismatik Nahdlatul Ulama (NU).

"Namun sinyal bahwa 'tak harus Prabowo' menjadi sesuatu yang menarik untuk dianalisa, bahwa kapasitasnya untuk menjadi penentu keputusan dan sangat mungkin sebagai agregator terjadinya pusaran koalisi sangat mungkin dilakukan oleh Prabowo," ujar Satyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (2/6).

Menurut Satyo, jika saja opsi sebagai "king maker" diambil oleh Prabowo dan memberikan legasi calon presiden (capres) potensial kepada orang yang dianggap layak untuk diusung dengan kriteria yang disebutkannya, maka terdapat beberapa nama yang cocok.

"Maka jika kita berimajinasi tidak berlebihan kiranya bisa saja yang dimaksud oleh Prabowo mungkin saja, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, ataupun Rizal Ramli," kata Satyo.

Bukan tanpa alasan, Satyo membeberkan alasannya menyebut ketiga nama tersebut. Di mana, Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta saat ini dianggap sebagai salah satu jawara elektabilitas. Apalagi, Partai Nasdem termasuk yang paling awal mem-branding Anies sebagai salah satu capres yang akan diusulkan.

Sementara Rizal Ramli selaku ekonom senior, kata Satyo, memenuhi kriteria pengalaman dan kepakaran sebagai teknokrat mumpuni. Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa RR tersebut juga punya kedekatan khusus dengan Prabowo. Bahkan ide-ide ekonomi kerakyatan mantan Menteri Perekonomian era Gus Dur ini sempat dijadikan rujukan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 lalu.

Sedangkan Sandiaga Uno yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, adalah kader Gerindra yang sudah teruji loyalitasnya. Sandi juga sempat jadi pendamping Prabowo pada pilpres 2019.

"Dan Sandiaga memenuhi kriteria sebagai calon pemimpin yang memiliki kapasitas di bidang ekonomi kreatif dan kerakyatan," pungkas Satyo.(wv/RMOL/bh/sya)


 
Berita Terkait Prabowo Subianto
 
Prabowo di Sidang PBB: Indonesia Siap Kerahkan 20.000 Orang untuk Perdamaian Gaza
 
Mardani: Anies atau Ganjar Tidak Mengajak Pendukungnya Menyerang Prabowo
 
Sejumlah Pernyataan Prabowo Mengundang Polemik, Soal Apa Saja?
 
Koalisi Sipil Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Pesawat Mirage 2000-5 Prabowo
 
Sinyal Prabowo untuk Siapa, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Atau Rizal Ramli?
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]