Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Pakistan
Serangan Bunuh Diri di Sekolah Polisi Pakistan, Puluhan Tewas
2016-10-25 10:16:02

"Para penyerang menerobos masuk gedung dan menembaki kami sehingga kami berlari menuju atap dan melompat keluar dari tempok belakang untuk menyelamatkan hidup kami," kata seorang saksi.(Foto: Istimewa)
PAKISTAN, Berita HUKUM - Setidaknya 44 orang tewas dan 100 orang terluka akibat serangan sekelompok militan terhadap sebuah sekolah polisi di kota Quetta, Pakistan. Para pejabat terkait menyebut, korban tewas terdiri dari para taruna dan penjaga.

Aparat Pakistan melancarkan sebuah operasi keamanan besar-besaran selama berjam-jam setelah para penyerang memasuki gedung dan melepaskan tembakan.
Menurut aparat, seluruh penyerang yang terdiri dari tiga militan yang mengenakan rompi bom, tewas.

Ratusan taruna dievakuasi dari Balochistan Polisi College saat tentara dikerahkan untuk menumpas para militan.

Tentara Pakistan dan paramiliter dari Korps Perbatasan mengambil bagian dalam operasi militer, yang menurut Menteri Dalam Negeri provinsi Balochistan, Mir Sarfaraz Ahmed Bugti, kini sudah berakhir.

Ia menyebutkan, dua militan disebutkan tewas setelah meledakkan rompi bom bunuh diri dan seorang tewas oleh pasukan keamanan.

Sebagian besar taruna tewas akibat ledakan bom bunuh diri, kata Mayor Jenderal Sher Afgan dari Korps Perbatasan.

Menurutnya, serangan itu dilakukan oleh sebuah faksi dari kelompok militan Lashker-e-Jhangvi dan bahwa para penyerang itu 'berkomunikasi dengan kelompok di Afghanistan. Sejauh ini tidak ada kelompok sejauh yang mengaku sebagai pelaku serangan Senin (24/10) malam itu.

"Para penyerang bergerak cepat menerobos memasuki gedung dan menembaki kami sehingga kami cepat berlari menuju atap dan melompat keluar dari tempok belakang untuk menyelamatkan hidup kami," kata seorang taruna peserta pelatihan kepada televisi Geo.

Sebelumnya pada hari itu, dua petugas bea cukai ditembak mati dan seorang lagi terluka parah di Surab, selatan Quetta.

Quetta, ibu kota provinsi Balochistan, berkali-kali menjadi sasaran serangan kelompok-kelompok separatis dan militan Islam.

Bulan Agustus lalu, 88 orang tewas dalam beberapa serangan bom terpisah yang menyasar sebuah rumah sakit dan para pengacara di Quetta.

Militer Pakistan melakukan operasi militer terhadap kaum militan di daerah adat yang bergolak dekat perbatasan Afghanistan.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Pakistan
 
Mantan Perdana Menteri Imran Khan Diringkus KPK Pakistan
 
Imran Khan, Mantan PM Pakistan, Ditembak Saat Protes Pemerintah - Siapa Terduga Pelaku?
 
Mahasiswa Pakistan Disiksa Hingga Tewas karena 'Menista' Agama
 
Serangan Bunuh Diri di Sekolah Polisi Pakistan, Puluhan Tewas
 
Bioskop-Bioskop Pakistan Boikot Film India Akibat Ketegangan di Kashmir
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Satgas Polri Bongkar 3 Akun Website Judi Online, 18 Pelaku Jadi Tersangka
Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini
Inilah 10 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia, Rugikan Negara Ratusan Triliun Rupiah
Buruh Tolak Tapera, Khawatir Dana Iuran Dikorup
Kepala Otorita IKN Mendadak Mundur Jelang Upacara 17 Agustus
6 General Manager UBPP LM PT Antam periode 2010-2021 Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Komoditi Emas 109 Ton
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Satgas Polri Bongkar 3 Akun Website Judi Online, 18 Pelaku Jadi Tersangka
Inilah 10 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia, Rugikan Negara Ratusan Triliun Rupiah
Buruh Tolak Tapera, Khawatir Dana Iuran Dikorup
6 General Manager UBPP LM PT Antam periode 2010-2021 Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Komoditi Emas 109 Ton
Jaksa Agung: Kerugian Negara Kasus Dugaan Korupsi Timah Tembus Rp 300 Triliun
Polri dan KKP Gagalkan Penyelundupan Benih Bening Lobster Senilai 19,2 Miliar di Bogor
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]