Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Kota
Mengapa New York dan Singapura Ditetapkan sebagai Kota Termahal di Dunia?
2022-12-12 10:16:48

JAKARTA, Berita HUKUM - New York dan Singapura ditetapkan sebagai kota termahal di dunia, berdasarkan survei tahunan Economist Intelligence Unit (EIU). Ini adalah pertama kalinya New York menduduki peringkat teratas. Kota Tel Aviv, yang tahun lalu berada di posisi teratas, kini menempati posisi ketiga.

Secara keseluruhan, biaya hidup rata-rata di kota-kota terbesar dunia naik 8,1% tahun ini, menurut laporan survei EIU.

Perang Ukraina dan dampak Covid pada rantai pasokan diidentifikasi sebagai faktor di balik peningkatan tersebut.

Inflasi sangat tinggi di Istanbul - dengan harga naik 86%, disusul Buenos Aires (64%) dan Teheran (57%).

Inflasi yang tinggi di AS adalah salah satu alasan New York menduduki puncak daftar sebagai kota termahal.

Los Angeles dan San Francisco juga masuk 10 besar - awal tahun ini, inflasi AS merupakan yang tertinggi dalam lebih dari 40 tahun terakhir.

Penguatan mata uang dollar juga menjadi faktor kenapa kota-kota AS dikategorikan sebagai kota dengan biaya hidup di atas rata-rata.

Bagaimana dengan Moskow?

Kota Moskow dan St Petersburg naik peringkatnya, dari peringkat semula 88 dan 70, kini masing-masing menjadi 37 dan 73 sebagai kota termahal.

Kenaikan posisi ini sebagai akibat dari sanksi negara-negara Barat menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Survei tersebut membandingkan biaya dalam dollar AS untuk barang dan jasa di 173 kota di dunia.

Adapun Kyiv - ibu kota Ukraina - tidak termasuk dalam ulasan tahun ini.

EIU membandingkan lebih dari 400 harga satuan pada lebih dari 200 produk dan layanan di 172 kota di seluruh dunia.

Upasana Dutt, penanggungjawab penelitian, mengatakan perang di Ukraina, sanksi Barat terhadap Rusia, dan kebijakan nol-Covid China "telah menyebabkan masalah rantai pasokan".

"Itu, dikombinasikan dengan kenaikan suku bunga dan pergeseran nilai tukar, telah mengakibatkan krisis biaya hidup di seluruh dunia," tambah Dutt.

Dia mengatakan kenaikan harga rata-rata di 172 kota dalam survei EIU merupakan "terkuat yang pernah kami lihat dalam 20 tahun di mana kami memiliki data digital".

------------------------------------------------------------------------------

Kota-kota termahal di tahun 2022...
1 = New York

1 = Singapura

3 = Tel Aviv

4 = Hongkong

4 = Los Angeles

6 = Zurich

7 = Jenewa

8 = San Fransisco

9 = Paris

10 = Sydney

10 = Kopenhagen

... dan kota paling murah

161 = Kolombo

161 = Bangalore

161 = Aljazair

164 = Chennai

165 = Ahmadabad

166 = Almati

167 = Karachi

168 = Tashkent

169 = Tunisia

170 = Teheran

171 = Tripoli

172 = Damaskus

(BBC/bh/sya)



 
Berita Terkait Kota
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]