Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Telekomunikasi
Ingin Beli Smartphone 5G? Ini Perbedaan Jaringan 4G dan 5G
2023-05-09 06:56:53

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Perkembangan teknologi komunikasi bergerak sangat cepat. Tidak hanya perangkatnya saja, teknologi jaringan seperti internet sudah memasuki generasi terbaru, yakni 5G.

Sesuai dengan namanya, jaringan 5G merupakan generasi kelima dari teknologi seluler nirkabel yang menawarkan kecepatan, stabilitas, dan kapasitas yang jauh lebih besar dari jaringan sebelumnya.

Jaringan ini sudah mulai tersedia di beberapa wilayah kota besar di Indonesia. untuk menikmati layanan ini, masyarakat harus membeli smartphone 5G.

Untuk memahami lebih lengkap mengenai perbedaan jaringan 4G dan 5G, mari simak penjelasan singkatnya yang diambil dari berbagai sumber berikut ini.

Perbedaan 4G dan 5G

Jaringan 4G pertama kali diperkenalkan pada 2008 dengan menggunakan teknologi LTE (Long-Term-Evolution). Di Indonesia sendiri, jaringan ini pertama kali hadir pada Juni 2010.

Jaringan 4G merupakan generasi keempat dari teknologi nirkabel yang menggunakan menara radio untuk memberikan layanan telepon dan akses internet ke smartphone.

Teknologi LTE yang digunakan dalam jaringan 4G ini menjadi standar teknologi smartphone yang menawarkan pengalaman streaming, chatting, video call, dan game online dengan kualitas tinggi.

Selang 11 tahun kemudian, tepatnya pada Maret 2019, Korea Selatan memperkenalkan jaringan 5G yang dikembangkan oleh KT, LG Uplus, dan SK Telecom.

Menurut para pengamat, jaringan 5G akan 20 kali lebih cepat dari jaringan 4G. Bahkan, dalam uji coba yang dilakukan di Kanada, rata-rata kecepatan download jaringan ini mencapai 169,4 Mbps atau 205% lebih cepat dari jaringan 4G pada umumnya.

Jaringan koneksi ini masih terus dikembangkan, terutama di bagian latency.

Jika membandingkan latency antara kedua jaringan ini, rata-rata nilai latency yang dimiliki 4G adalah 50 milidetik, sedangkan 5G diperkirakan mencapai 10 milidetik.

Perbandingan Jaringan 4G dan 5G

Untuk memahami lebih detail tentang perbedaan 4G dan 5G, mari
simak tabel perbandingannya di bawah ini.

Fitur 4G 5G
Teknologi Menggunakan nirkabel dan menara radio Teknologi di atas nirkabel 4G, umumnya antena dan pita radio dengan frekuensi yang lebih tinggi
Latency Cukup rendah Sangat rendah atau hampir nol
Kecepatan Maksimal hingga 100 Mbps Maksimal hingga 10 Gbps
Kapasitas Kualitas menurun saat banyak perangkat yang terhubung ke jaringan Memiliki kapasitas 10x lebih besar. Kualitas tetap meski banyak perangkat yang terhubung.
Lokasi Hampir di seluruh wilayah di Indonesia, kecuali daerah terpencil dan desa dengan akses terbatas. Masih terbatas di kota-kota besar

Kelebihan dan Kekurangan 4G dan 5G

Setelah mengetahui perbedaan antara 4G dan 5G, berikut adalah penjelasan singkat mengenai kelebihan dan kekurangan antara kedua jaringan ini yang harus anda ketahui.

Kelebihan Jaringan 5G

Berikut adalah 2 kelebihan yang hanya dimiliki oleh jaringan 5G.

1. Jaringan Lebih Kuat dan Lancar

Berbicara masalah kelebihan, jaringan 5G tentu memiliki konektivitas yang jauh lebih kuat dan lancar daripada 4G.

Hal ini terbukti dalam uji coba infrastruktur jaringan 5G yang dilakukan oleh SK Telekom dan KOTSA di Korea Selatan. Dalam uji coba tersebut, jaringan 5G mampu mengunduh dokumen sebesar 1GB dalam 0,4 detik saja.

2. Jaringan Stabil di Wilayah Ramai Penduduk

Keunggulan kedua jaringan 5G memiliki jaringan yang lebih stabil dan kuat. Bahkan, kecepatan jaringan ini dikabarkan sepuluh kali lebih cepat daripada jaringan 4G.

Rata-rata kecepatan jaringan yang dihasilkan oleh 4G adalah 100 Mbps dalam kondisi normal. Sedangkan jaringan 5G mampu mencapai 10 Gbps.

Kekurangan Jaringan 5G

Jaringan 5G memang sangat hebat. Namun jaringan ini masih memiliki banyak kekurangan, terutama dari sisi fasilitas yang tersedia di Indonesia.

1. Lokasi Terbatas

Siapapun tentu ingin menikmati jaringan 5G, selain memiliki sinyal yang lebih kuat, 5G memiliki kecepatan yang jauh lebih tinggi dari versi sebelumnya.

Sayangnya, kehadiran jaringan 5G di Indonesia masih sangat terbatas. Tercatat, hanya ada enam lokasi yang bisa mengakses jaringan teknologi terbaru ini, yakni di Jabodetabek.

2. Gadget Terbatas

Layanan jaringan 4G sudah ada di Indonesia sejak tahun 2010. Selama 13 tahun, rata-rata mode smartphone yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia adalah yang menggunakan jaringan 4G Wireless Broadband.

Sedangkan ketersediaan smartphone atau gadget dengan jaringan 5G di Indonesia masih sangat minim.

Kalaupun ada, harga smartphone tersebut jauh lebih tinggi dari model HP dengan jaringan 4G.

Mengingat lokasi jaringan 5G di Indonesia masih sangat terbatas, masyarakat masih enggan membeli smartphone baru untuk menikmati jaringan ini.

Kelebihan Jaringan 4G
Berikut adalah kelebihan jaringan 4G selama 13 tahun terakhir di Indonesia.

1. Dapat diakses dimana saja

Tidak seperti 5G yang masih sangat terbatas, jaringan 4G dapat diakses dimana saja dengan mudah oleh siapapun.

2. Akses Internet Lebih Cepat dan Mudah

Kelebihan yang kedua, jaringan 4G LTE memberikan pengalaman berinternet yang lebih mudah dibandingkan jaringan 5G (untuk saat ini).

Bahkan kecepatan download jaringan 4G mampu mencapai 75 Mbps dan kecepatan upload hingga 300 Mbps.

3. Ketersediaan Perangkat Lebih Banyak

Mengingat jaringan ini sudah eksis sejak 13 tahun yang lalu, tentunya jumlah gadget yang mendukung konektivitas 4G jauh lebih banyak daripada 5G.

Kekurangan Jaringan 4G

Meski sudah eksis 13 tahun lamanya, jaringan 4G di Indonesia masih memiliki kekurangan. Salah satunya adalah:

1. Jaringan Belum Stabil

Jaringan 4G LTE mungkin sudah tersedia di banyak wilayah di Indonesia. Namun jaringan dan stabilitas 4G masih dibilang belum stabil, terutama di daerah-daerah terpencil.

2. Boros Kuota

Untuk menikmati layanan internet, para pengguna harus membeli kuota internet untuk dapat berselancar di dunia maya.

Namun karena kecepatan jaringan ini terbilang cukup cepat membuat proses pengunduhan konten atau streaming video terjadi dengan begitu cepat.

Jika anda memang benar-benar menikmati isi kontennya, hal ini tidak begitu masalah.

Tapi jika anda menonton video berdurasi 10 menit dan langsung menutupnya di menit ke 1, kuota internet tetap berkurang dan membuatmu terpaksa untuk membeli paket internet tambahan..(inilahcom/bh/sya)


 
Berita Terkait Telekomunikasi
 
Ingin Beli Smartphone 5G? Ini Perbedaan Jaringan 4G dan 5G
 
Kesenjangan Digital Masih Tinggi, Wakil Ketua MPR: Perlunya Kolaborasi dan Akselerasi Kinerja Digital
 
Kemenkominfo Imbau Masyarakat Beli STB Seperti Ini, Biar Aman
 
Nonton Siaran TV Digital Tanpa Set Top Box, Ternyata Ini Caranya
 
Ngebreak Pakai Radio Amatir Ayahnya, Gadis 8 Tahun Berhasil Jalin Kontak dengan Astronot NASA di ISS
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Polri Ungkap Kasus Tindak Pidana Fiducia, 675 Motor Disita dan 7 Pelaku Ditangkap
PBNU Sesalkan 5 Tokoh Nahdliyin Temui Presiden Israel: Lukai Perasaan Muslim
Satgas P3GN Polri Tangkap 38.194 Tersangka Kasus Narkoba, Pengungkapan Periode Mei-Juli 2024 Disebut
Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
Tok..! Penetapan Tersangka Pegi Setiawan Kasus Vina Batal Demi Hukum
Advokat Rakyat, Agussalim SH: Taman Nasional TNKT Togean 'Eco Fasis', Hak Agraria Ulayat Milik Rakyat !
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polri Ungkap Kasus Tindak Pidana Fiducia, 675 Motor Disita dan 7 Pelaku Ditangkap
Satgas P3GN Polri Tangkap 38.194 Tersangka Kasus Narkoba, Pengungkapan Periode Mei-Juli 2024 Disebut
Tok..! Penetapan Tersangka Pegi Setiawan Kasus Vina Batal Demi Hukum
Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari Akhirnya Dipecat
PKS Resmi Usung Anies Baswedan-Sohibul Iman Sebagai Cagub-Cawagub Jakarta
Obat yang Beredar di Masyarakat Harus Terjamin Keamanan dan Kelayakannya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]