Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Pakistan
Imran Khan, Mantan PM Pakistan, Ditembak Saat Protes Pemerintah - Siapa Terduga Pelaku?
2022-11-05 05:18:19

PAKISTAN, Berita HUKUM - Mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan, Imran Khan, dalam keadaan stabil setelah ditembak dalam protes menentang pemerintah.

Dia terluka pada bagian kaki ketika tembakan dari senapan mesin mengenai mobil yang ditumpangi Khan di Kota Wazirabad. Seorang warga meninggal dunia dan sedikitnya lima lainnya luka dalam serangan.

Tidak ada penjelasan resmi mengenai motif serangan, namun sekutunya menyebut peristiwa ini adalah upaya pembunuhan.
Khan, 70, memimpin pawai umum untuk menuntut pemilu yang dipercepat. Pawai tersebut awalnya direncanakan untuk berakhir di ibu kota.

Mantan bintang kriket internasional yang beralih menjadi politisi itu dibawa ke sebuah rumah sakit di Lahore. Seorang juru bicara partai mengatakan dia dalam kondisi stabil tetapi kemungkinan akan menjalani operasi.

Polisi telah menangkap terduga pelaku dan merilis video yang menunjukkan dia tampak mengakui perbuatannya.

Tidak jelas dalam kondisi apa wawancara itu dilakukan tetapi di dalam video tersebut pria itu ditanya oleh polisi mengapa dia melepaskan tembakan, dan menjawab: "Dia menyesatkan orang-orang. Saya ingin membunuhnya. Saya mencoba membunuhnya."

Kepada program Newshour BBC World Service, juru bicara Khan menuduh pemerintah Pakistan "terlibat langsung" dalam serangan itu.

Raoof Hasan menolak pengakuan video yang dirilis pemerintah sebagai "upaya penutupan" dan mengatakan pemerintah "berusaha untuk melenyapkan [Imran Khan] secara fisik".

BBC telah menghubungi pemerintah Pakistan atas tuduhan tersebut.

Rekaman video dari tempat kejadian menunjukkan Khan dan para pendukungnya berada di sebuah kontainer yang sedang ditarik oleh truk sebelum ledakan tembakan terdengar. Khan kemudian terlihat merunduk, karena orang-orang di sekitarnya mencoba untuk menutupinya.

Video lain menunjukkan Khan dalam keadaan sadar dengan perban di kaki kanannya, dibawa pergi dengan kendaraan setelah penembakan.

Seorang rekan anggota partai PTI juga tampil dalam video tersebut dengan perban di wajahnya dan darah pada pakaiannya, sambil mengatakan bahwa orang-orang harus berdoa untuk Khan dan mereka yang terluka.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengecam penembakan dan memerintahkan penyelidikan. Presiden Arif Alvi mengatakan insiden itu adalah "upaya pembunuhan keji".

Seorang jurnalis lokal, Zoraiz Bangash, yang melihat serangan itu mengatakan kepada BBC: "Semuanya dimulai ketika Khan memimpin pawai umum dan tiba-tiba terdengar suara tembakan, dan saat itu kami semua menyadari ada orang yang terlihat memegang pistol, pistol 9mm, dan dia melepaskan beberapa tembakan yang sayangnya mengenai beberapa pimpinan PTI dan Khan yang tertembak di kaki.

"Dan orang itu ditahan oleh seorang pendukung PTI yang berdiri di sampingnya. Orang itu ditangkap dan dibawa pergi."

Khan telah memimpin pawai protes - pawai kedua tahun ini - selama tujuh hari terakhir, untuk menuntut pemilu yang dipercepat.

Pemerintah telah berulang kali mengatakan akan mengadakan pemilihan tahun depan, seperti yang direncanakan.

Bulan lalu, komisi pemilihan Pakistan mendiskualifikasi Khan dari memegang jabatan publik dalam langkah yang digambarkan oleh mantan pemain kriket itu sebagai bermotif politik.

Khan telah dituduh salah menyatakan rincian hadiah dari pejabat asing dan hasil dari dugaan penjualan barang-barang tersebut. Hadiah itu termasuk jam tangan Rolex, sebuah cincin dan sepasang manset.

Pakistan memiliki sejarah panjang kekerasan politik yang mematikan.

Dalam kasus paling terkenal, mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto dibunuh dalam pawai politik pada tahun 2007.(msn/BBC/bh/sya)



 
Berita Terkait Pakistan
 
Imran Khan, Mantan PM Pakistan, Ditembak Saat Protes Pemerintah - Siapa Terduga Pelaku?
 
Mahasiswa Pakistan Disiksa Hingga Tewas karena 'Menista' Agama
 
Serangan Bunuh Diri di Sekolah Polisi Pakistan, Puluhan Tewas
 
Bioskop-Bioskop Pakistan Boikot Film India Akibat Ketegangan di Kashmir
 
Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan, Sedikitnya 23 Tewas
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Profesi Guru Harus Mendapat Perlindungan Hukum dalam Menjalankan Tugas
Kurniasih Nilai Pemotongan Gaji 25 Persen Buruh Padat Kerja Memberatkan
Polri Siap Tindak Tegas Impor Pakaian Bekas alias 'Lelong'
Sisa Makanan, Plastik, dan Kertas Komposisi Sampah Paling Dominan
Mendag Zulkifli Hasan akan Bakar Barang Sitaan Pakaian Bekas Impor Senilai 30 Miliar
Buka Rakernis Korlantas, Kapolri: Wujudkan Mudik 2023 Aman hingga Tingkatkan Pelayanan Publik
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Hanura Usul Pembentukan UU Pembuktian Terbalik Soal Harta Kekayaan Pejabat Negara
HNW, Wakil Ketua MPR: Putusan PN Jakarta Pusat Untuk 'Menunda Pemilu', Melanggar Konstitusi dan UU Pemilu, Harus Dikoreksi
Legislator Ajak Masyarakat Hindari Isu SARA di Pemilu 2024
Bareskrim Polri Rilis Pemulangan DPO Peredaran Gelap Narkoba 179 Kg Sabu dari Malaysia, AA Juga Ternyata Pedagang Ikan
Polri dan Bea Cukai Teken PKS Pengawasan Lalu Lintas Barang Masuk RI, Cegah Kejahatan Transnasional
Bentrok TKA China di Morowali, Komisi VII Minta Izin PT GNI Dicabut
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]