Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Pakistan
Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan, Sedikitnya 23 Tewas
2016-09-17 17:13:07

Awal September, 14 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di ruang pengadilan di Mardan.(Foto: Istimewa)
PAKISTAN, Berita HUKUM - Seorang pengebom bunuh diri di sebuah masjid di Pakistan barat daya menewaskan sedikitnya 23 orang dan puluhan lainnya cedera.

Pihak berwenang mengatakan sholat Jumat 16 September sedang berlangsung di Butmaina, dekat perbatasan dengan Afghanistan, ketika seorang pengebom bunuh diri memekik Allahu Akbar dan meledakkan dirinya.

Sebagian bangunan masjid ambruk akibat ledakan dan menimpa para jemaah.
Beberapa yang menderita cedera dilaporkan dalam kondisi kritis.

Seorang warga, yang sholat di masjid lainnya, mendengar ledakan keras ketika sedang dalam perjalanan pulang.

"Saya segera berlari ke tempat kejadian, masuk ke dalam, dan darah maupun potongan tubuh manusia ada di mana-mana," tutur Shireen Zada kepada kantor berita AFP.

Jam malam sudah diberlakukan setelah serangan.

Kantor Perdana Menteri, Nawaz Sharif, mengecam pengeboman terbaru ini dan menegaskan pemerintah akan tetap kukuh menghadapi ekstrimisme.

"Serangan pengecut oleh para teroris tidak akan memusnahkan upaya pemerintah dalam membasmi terorisme di negara ini."

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut namun beberapa serangan sebelumnya diakui dilaksanakan oleh kelompok Taliban Pakistan.

Tanggal 2 September lalu, 14 orang tewas dan 50 lebih cedera akibat pengebom bunuh diri di ruang pengadilan kota Mardan, dengan sasaran para pekerja hukum.

Serangan itu diakui oleh kelompok Jamaat-ul-Ahrar, yang merupakan faksi dalam Taliban Pakistan. Mereka juga mengatakan berada di belakang serangan pada pekan pertama Agustus di Quetta, yang menewaskan 73 orang.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Pakistan
 
Mantan Perdana Menteri Imran Khan Diringkus KPK Pakistan
 
Imran Khan, Mantan PM Pakistan, Ditembak Saat Protes Pemerintah - Siapa Terduga Pelaku?
 
Mahasiswa Pakistan Disiksa Hingga Tewas karena 'Menista' Agama
 
Serangan Bunuh Diri di Sekolah Polisi Pakistan, Puluhan Tewas
 
Bioskop-Bioskop Pakistan Boikot Film India Akibat Ketegangan di Kashmir
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]