Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Editorial    
 
Banjir
Banjir Jakarta, Jakarta Kebanjiran
Thursday 19 Feb 2015 17:47:28

Rakyat Tidak Pernah Mengeluh, Walau Musibah dan Bencana Menerpa Dirinya (Foto : BH/Ilustrasi)
BULAN Februari 2015, Jakarta kembali tergenang, dari sumber resmi di pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sedikitnya ada 89 titik rawan genangan yang mengepung ibukota.

Sampai dengan Senin (9/2) data banjir merendam 127 RW mulai berkurang dari hari sebelumnya yang mencapai 333 RW. Jumlah pengungsi mencapai 8.264 jiwa.

Disisi lain banjir Jakarta medio Februari 2015 tersebut juga telah menggenangi kawasan vital, seperti jalan-jlan protokol, bahkan halaman Balaikota dan Istana negara yang merupakan obyek vital bagi keberlangsungan administrasi pemerintahan.

Dalam kondisi Jakarta diterjang banjir, Gubernur DKI Jakarta, yang biasa disapa Ahok, dengan serta merta menyalahkan pihak lain. Beberapa kalangan sangat menyayangkan sikap Ahok, yang hanya bisa berkelit, seharusnya lebih fokus mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Saat ini bukanya untuk saling silang sengketa menyalahkan pihak-pihak lain, justru seharusnya Gubernur bisa merangkul berbagai stakeholder yang ada untuk saling bersinergi, termasuk daerah-daerah penyangga, sehingga persoalan banjir ini bisa diatasi dengan maksimal, melalui konsep yang jelas, dan kontinyu.

Gubernur beranggapan penyebab utama banjir yang menggenangi halaman Istana Negara karena tidak berfungsinya pompa. Padahal menurut Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Agus Priyono, di DKI Jakarta sendiri, sedikitnya ada 555 pompa air yang tersebar di lima wilayah. Dimana pada saat banjir ratusan pompa air tersebut bisa menyedot air kesungai dan laut terdekat.

Adapun rincian pompa tersebut, ada 149 pompa air di wilayah Jakarta Barat, 100 pompa stationer, 45 pompa mobile, dan 4 pompa underpass. Di Jakarta Pusat ada 120 unit pompa air. Sementara di Jakarta Selatan ada 113 unit pompa. Di Jakarta Timur ada 56 unit pompa, dan di Jakarta Utara ada 17 unit pompa.

Keberadaan pompa pompa tersebut memang peting, sebagai alternatif untuk mengurangi genangan yang terjadi beberapa titik-titik wilayah di DKI Jakarta. Namun, satu hal yang harus diingat adalah keberadaan saluran/drainase yang ada di wilayah DKI Jakarta harus memiliki fungsi yang maksimal.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa keberadaan drainase/saluran air yang ada di wilayah DKI Jakarta sebagian besar, ternyata kurang berfungsi secara maksimal. Hal ini bisa kita lihat ketika hujan genangan bertebaran dijalan-jalan, disamping itu terkadang keberadaan drainase/saluran tersebut jutsru dipenuhi dengan sampah, tersumbat.

Sebanyak tiga belas sungai yang melalui wilayah DKI Jakarta, dengan berbagai kondisinya, tidak serta merta DKI Jakarta akan segera terbebas dari persoalan banjir, paling tidak ada upaya yang dilakukan secara terus menerus untuk memeperkecil resiko dan dampak dari banjir itu sendiri.

Saatnya untuk fokus bekerja, bukan untuk saling silang sengketa, apalagi menyalahkan pihak lain ..!!


 
Berita Terkait Banjir
 
Tinjau Penanganan Banjir, Khoirudin Apresiasi Kinerja Gubernur Anies dan Kader-Kader PKS
 
Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015
 
Komisi VIII Siap Bantu Pemkot Semarang Tangani Banjir
 
Banjir Besar Kalsel, Jangan Lupakan Peran Perkebunan dan Pertambangan
 
Warga Manado 8 Kecamatan Dilanda Banjir, 3 Orang Meninggal
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Studi: Virus Covid-19 Berkembang Baik di Udara, Masker Longgar Rawan Tembus
Jangan Kaget! Harga BBM Pertamina Sudah Naik, Ini Daftarnya
Ustadz di Tangerang Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal, Saat Pulang dari Masjid
Viral Napi Lapas Kelas 1 Medan Diduga Dianiaya dan Diperas Petugas
Kuasa Hukum: Utang Kasus SEA Games XIX 1997 Bukan Tanggung Jawab Bambang Trihatmodjo
Irjen Napoleon Tulis Surat Terbuka terkait Penganiayaan Muhammad Kece, Begini Isinya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ustadz di Tangerang Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal, Saat Pulang dari Masjid
Aturan Maritim Baru China Klaim LCS, Wakil Ketua MPR: Ini Jelas Tindakan Provokasi, Indonesia Harus Bersikap Keras dan Tegas
Biaya Bengkak Proyek Kereta Cepat, Politisi PKS: Sejak Awal Diprediksi Bermasalah
Cegah Masuknya Varian Baru Covid-19 Mu, DPR Minta Pemerintah Perketat Deteksi di Pintu Masuk
PKS: Peternak Menjerit, Kenapa Presiden Diam Saja?
Temuan Selisih Anggaran PEN dalam APBN 2020 Sangat Memprihatinkan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]