Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai PBB
Yusril, Ketum PBB Mengkritik Keras Kinerja Setahun Jokowi-JK
Tuesday 27 Oct 2015 02:32:02

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH, MSc (kiri) dan MS Kaban (kanan) saat konferensi pers di kantor DPP PBB di Jakarta, Senin (26/10).(Foto: BH/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Yusril Izha Mahendra sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Bulan Bintang (PBB) mengkritik keras kinerja setahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang dituding salah langkah dalam mengambil kebijakan perekonomian, dimana menurut berbagai survei ekspektasi masyarakat perihal ekonomi yang melemah, dan berbagai kritik dari masyarakat terhadap pemerintahan.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.S saat konferensi pers di Jakarta, Senin (26/10) menyampaikan, meski tidak bermaksud untuk mengatakan 'keliru', namun asumsi dasar ekonomi makro yang digunakan Pemerintah dalam menyusun RAPBN 2016 sungguh 'tidak realistis' dan mengandung kelemahan-kelemahan yang prinsipil. "Seperti itulah hasil mencermati lebih mendalam Nota Keuangan dan RAPBN 2016," ujarnya, kepada para wartawan di kantor DPP Partai Bulan Bintang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ibaratnya, dimana tolak ukurnya dari penetapan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen, serta laju inflasi sebesar 4,7 persen, maupun angka nilai tukar rupiah yang dipatok Rp. 13.400 per US$, dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia dipatok sebesar 60 US$ / barel, dengan lifting minyak 830 ribu barel per harinya.

Para ahli ekonomi makro, public pun mengetahui persis angka tersebut tidaklah menggambarkan keadaan sebenarnya. Semisal, angka nilai tukar rupiah meski kembali menguat, namun hingga hari ini tetap bertengger di angka Rp. 13.500 per US$.

Menurut Yusril Ihza Mahendra yang juga sebagai mantan Menteri Sekretaris Negara pada Kabinet Indonesia bersatu ini turut mempertanyakan bahwasanya, dalam nota keuangan RAPBN 2016 nyaris tidak menggambarkan respon Pemerintah, atas menurunnya daya beli masyarakat serta usaha menekan laju inflasi.

Malahan pada sisi lainnya, "Kenapa Pemerintah meningkatkan sektor perpajakan dalam negeri sebagai target penting sumber penerimaan keuangan negara, hingga mencapai angka 1.524,013 triliun rupiah ?," cetus Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, yang juga sebagai Pengacara senior di Indonesia dan mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan.

Menelisik target pendapatan negara yang dipatok kisaran 1.848 triliun rupiah pada RAPBN 2016 tersebut, pendapatan perpajakan dalam negeri menyumbang Rp. 1.524 triliun, pendapatan pajak perdagangan internasional menyumbang Rp. 41 triliun rupiah. Sementara, target penerimaan bukan pajak hanya mampu menyumbang 280 triliun rupiah.

Untuk itu, Partai Bulan Bintang memberikan sumbang saran kepada Pemerintah Indonesia agar perlu menghitung ulang dan menetapkan kembali asumsi dasar makro ekonomi, sektor penerimaan, dan pengeluaran dengan lebih realistis, cermat, jujur, dan hati-hati, sekaligus, mendesain RAPBN 2016 sebagai bagian utuh dari usaha perbaikan ekonomi. Terlebih lagi jika kebijakan "tanpa tembakau" yang disuarakan berbagai pihak berhasil. Alhasil, target pendapatan negara dari penerimaan cukai sebesar 155 triliun rupiah dipastikan menurun drastis nantinya. Ditambah meningkat angka kemiskinan tahun ini menjadi 38 juta jiwa, dimana pada masa pemerintahan SBY jumlahnya kisaran 26 juta jiwa.

"Penetapan asumsi dasar yang berimplikasi pada tidak realistisnya target penerimaan pendapatan negara tersebut, maka RAPBN 2016 dinilai tidak memberikan harapan pada perbaikan ekonomi negara," pungkas Yusril Ihza Mahendra.(bh/mnd)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Partai PBB
Yusril Optimis PBB Bakal Lolos sebagai Peserta Pemilu 2019
PBB akan Panggil Ahli IT untuk Periksa Sipol Bermasalah atau Tidak
Suara PBB Bisa Meroket di Pemilu 2019 Jika Gandeng FPI dan HTI
Yusril, Ketum PBB Mengkritik Keras Kinerja Setahun Jokowi-JK
Pelantikan Fungsionaris DPP PBB Periode 2015-2020, Serta Milad Ke-17
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Google Membantu NASA Temukan 2 Planet Baru
MUI Menghimbau Masyarakat Indonesia Boikot Produk AS dan Israel
Ada 668 Rumah Rusak dan 2 Orang Meninggal Akibat Gempa Tasikmalaya
#KamiIndonesia, Ketua MPR: Jangan Ada Lagi Yang Merasa Paling Pancasila!
DPR Yakin Aksi Bela Palestina Berlangsung Damai
Haedar: Muhammadiyah Organisasi Tengahan yang Kokoh pada Prinsip
Untitled Document

  Berita Utama >
   
MUI Menghimbau Masyarakat Indonesia Boikot Produk AS dan Israel
Ada 668 Rumah Rusak dan 2 Orang Meninggal Akibat Gempa Tasikmalaya
Operasi Premanisme, Jatanras Polda Metro Tangkap 2 Pelaku Jambret Tas ATM
4 Tersangka Narkoba Ditangkap dan 1 Pelaku Tewas Melawan Polisi
Polda Metro Jaya dan Perum Bulog Melakukan Operasi Pasar di Jabodetabek
Majelis Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus Pungli Abun dan Elly
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]