Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Kekerasan terhadap Wartawan
Wartawan Try Aditya Dianiaya dan Dikeroyok oleh Oknum OKP Diduga Suruhan Pengusaha Kayu
2019-01-12 19:46:15

Ilustrasi. Kekerasan terhadap Wartawan.(Foto: Istimewa)
SIANTAR, Berita HUKUM - Wartawan korban penganiayaan dan pengeroyokan Try Aditya (24) akhirnya kritis dan opname di IGD Rumah sakit umum Rasyida jalan Seram atas. Kota Siantar. Provinsi Sumut. Sabtu (12/1).

Saat dimintai keterangan, Try Aditya (24) mengatakan, selain dianiaya oleh puluhan orang dari oknum OKP yang diduga suruhan Arif menantu pengusaha kayu berinisial LD, Handpone Android korban untuk mengirim dan mengedit berita pun ikut dirampas oleh oknum OTK yang mengeroyok dan menganiaya nya. Ungkap Try kepada reporter. Sabtu (12/1) sekira pukul 17.40 Wib.

Try Aditya warga kota Pematangsiantar babak belur dan kritis dihajar OTK di depan Apotik Megumi, jalan Kartini. Kecamatan Siantar Barat. Kota Siantar. Provinsi Sumut. Sabtu (12/1) sekira pukul 16.00 Wib.

Menurut korban Try Aditya bahwa awalnya dirinya di telpon oleh Arif terkait berita berjudul ‘Pengusaha Kayu Asal Siantar Diduga Menjadi Penyebab longsor nya Sidua dua’, yang menurut korban, Arif diduga menantu dari pengusaha kayu berinisial LD warga Gunung Simanuk manuk, kecamatan Siantar Barat. Kota Pematangsiantar. Provinsi Sumut untuk datang ke depan cafe Hugos, Lalu korban datang ke jalan Kartini untuk menjumpai Arif, setiba di depan Cafe Hugos yang bersebelahan dengan Apotik Megumi, korban langsung dipukuli dan dikeroyok OTK sebanyak 10 orang lebih. Ungkap korban.

Korban juga menambahkan, bahwa 10 OTK tersebut ada yang naik mobil Taft satgas salah satu OKP di kota Siantar ini. Puas menganiaya korban, para OTK langsung melarikan diri. Karena berhasil menganiaya korban. Korban pun langsung membuat Laporan pengaduan (LP) ke Polresta Siantar. Tutupnya.

Amatan reporter. Sabtu (12/1) saat ini tim SPKT Polres Siantar sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di seputaran cafe Hugos dan Apotik Megumi dan korban pun dibawa opname karena dalam keadaan kondisi kritis.

Ketua Jurnalis Online Indonesia Siantar Simalungun Mara Salem Harahap ketika dimintai komentar dan keterangan terkait kasus penganiayaan ini mengatakan bahwa, "selain dikenakan pasal 170 Jo Pasal 351 ayat (2) KUHP, pelaku juga harus dikenakan Undang undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers," ungkap Harahap.

Menurut Mara Salem Harahap lagi. karena para pelaku sudah menghalang-halangi korban untuk membuat pemberitaan dan merampas alat kerja korban sebagai pekerja Pers, kita dari kalangan Pengusaha Pers dan Pekerja Pers kota Pematangsiantar ini sangat mengharapkan kepada Kapolresta Siantar AKBP Heribertus Ompusunggu serius menangani kasus ini.

"Ini negara hukum, jikalau yang bersangkutan keberatan dengan pemberitaan korban, akan ada langkah lain seperti melakukan Hak jawab dan bantahan, jangan seenaknya main keroyok dan main hukum rimba, dan disini juga Polisi tidak dihargai sedikitpun oleh para pelaku yang diduga beberapa oknum OKP di kota Siantar Barat ini," tutup Harahap.

(Sampai berita ini diturunkan ke redaksi. Arif dan Pengusaha Kayu berinisial LD belum berhasil dimintai komentar dan keterangannya terkait pengakuan wartawan korban penganiayaan ini).(LNT/Tim/Red/lassernewstoday/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Kekerasan terhadap Wartawan
AJI: Kekerasan terhadap 20 Jurnalis Saat Aksi 22 Mei Harus Diusut
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Rekam Aksi Beringas Brimob Saat demo, Wartawan CNN Dianiaya
Wartawan Korban Penganiyaan Mengklarifikasi terkait Jumpa Pers Pemda Kaur
Oknum Ajudan Bupati Kaur, Aniaya Wartawan Online Hingga Matanya Bengkak Berdarah
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Siap-siap, WhatsApp Ancam Pidanakan Penggunanya
Utang Pemerintah yang Besar akan Menyulitkan Negara Menalangi Utang Swasta Seperti Krisis 97/08
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Labirin Maskapai Penerbangan Indonesia
Harga Tiket Pesawat Dikeluhkan Mahal, Menhub: Itu Bukan Urusan Saya
Hong Kong: Aksi Ribuan Massa Tetap Digelar Meski RUU Ekstradisi Ditangguhkan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]