Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Handphone
Warga AS Dihimbau Mengurangi Pemakaian Smartphone
2017-12-21 15:13:02

Mungkinkah radiasi ponsel dikaitkan dengan berbagai bentuk kanker?.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Dampak negatif pemakaian ponsel dalam jangka panjang bagi kesehatan masih menjadi perdebatan hingga kini. Sejumlah penelitian menyebut, penyakit kanker, kesehatan mental, insomnia, hingga masalah reproduksi merupakan akibat dari penggunaan ponsel dalam jangka panjang.

Meski masih mengundang perdebatan, departemen kesehatan negara California mengeluarkan himbauan untuk mengurangi penggunaan ponsel pintar.

Meski demikian, laporan yang dikeluarkan departemen negara bagian AS tersebut tidak secara tegas melarang penggunaan ponsel pintar. Mereka hanya sebatas memberi panduan bagaimana cara mengurangi dampak buruk dari penggunaan smartphone dan gadget.

Masyarakat diminta menjauhkan ponsel dari tubuh ketika sedang tidak digunakan. Jika bepergian, smartphone lebih baik diletakkan di dalam tas ketimbang kantong celana.

Selain itu, smartphone diminta diletakkan jauh dari jangkauan saat tidur dan menggunakan headset saat melakukan/menerima panggilan telepon.

Himbauan tersebut muncul dari riset yang dilakukan departemen tersebut dan hasilnya menunjukkan penggunaan ponsel dalam jangka panjang bisa berdampak buruk bagi tubuh manusia.

Penyebab utamanya tak lain adalah sinyal frekuensi radio (radio frequency/ RF) yang dikeluarkan ponsel saat beroperasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun KompasTekno dari Daily Mail, Kamis (21/12), sinyal RF dikategorikan sebagai sebuah radiasi yang dapat menonaktifkan sistem imun dalam tubuh yang terdapat pada jaringan otak.

Ibarat saringan, sistem imun tersebut berfungsi sebagai pelindung otak dari zat berbahaya yang mungkin masuk melalui aliran darah ke otak. Jika sistem imun tersebut tidak berfungsi, maka dinding sel pembuluh darah akan menipis.

Akibatnya, kemungkinan lolosnya zat berbahaya ke jaringan otak juga semakin besar. Tentu saja ini berpotensi pada kerusakan jaringan otak secara permanen.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, jaringan otak merupakan pusat koordinasi dari seluruh jaringan tubuh manusia. Jika kerusakan terjadi pada jaringan otak, maka berbagai masalah kesehatan termasuk kanker dan gangguan akan muncul dengan sendirinya.

Departemen kesehatan California juga menyebutkan bahwa masalah kesehatan akibat radiasi ponsel memiliki pengaruh lebih kuat pada anak-anak. Karena itulah, lebih baik jika orang tua tidak memberikan ponsel sebagai mainan anak-anak.

Sebelumnya, otoritas keselamatan radiasi dan nuklir di Finlandia juga menemukan bukti bahwa satu jam radiasi sinyal RF pada ponsel berpengaruh pada kerusakan jaringan otak dan mutasi sel tubuh. Dampaknya baru akan semakin terasa ketika kerusakan dan perubahan sel tubuh terakumulasi dalam jangka waktu lama.

Belum lagi fakta bahwa pengguna ponsel semakin banyak belakangan ini. Akibatnya, sinyal RF yang dihasilkan akan semakin banyak.

Meski tidak dilarang, ada baiknya bagi pengguna ponsel, juga untuk di Indonesia, untuk memanfaatkan perangkat secara bijak dan tidak berlebihan. Dengan begitu, pengguna dapat meminimalisir dampak buruk penggunaan ponsel dalam jangka panjang.(rcs/kompas/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Handphone
Warga AS Dihimbau Mengurangi Pemakaian Smartphone
Smartphone-mu Ternyata Bisa Untuk 5 Fungsi Ini lho! Tak Pernah Terpikirkan!
Ancaman Kebutaan karena Ponsel
Penemuan Perangkat Isi Ulang Baterai HP dalam 20 Detik Sudah Penuh
Penggunaan 'Handphone' di Pesawat Akhirnya Diizinkan Pemerintah
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Soliditas TNI-Polri Harus Tetap Dipertahankan
Tiga Pejabat Bank Mandiri Jadi Tersangka Pembobolan Rp 1,47 Triliun
Pemerintah Indonesia Mengusulkan BPIH 2018 Naik 2,58 Persen
Kasatpol PP DKI Jakarta Gebuk Anak Buah Sampai Memar
Komisi IV DPR Tolak Kebijakan Impor Garam
Gerindra: Usut Tuntas Penembakan Kader Gerindra Oleh Oknum Brimob
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ketua DPR Tegaskan Tidak Ada Fraksi DPR Setujui LGBT
Musim Pilkada di Daerah, BUMD Terancam Jadi 'ATM'
Satu Lagi Janji Ditunaikan: Ini Syarat untuk Miliki Rumah DP Nol Rupiah
Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik
Tidak Boleh Ada Penjualan Pulau Kepada Asing
Pasca Kebakaran, Sekitar 100 Koleksi Museum Bahari Hangus Terbakar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]