Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Virus Corona
Virus Corona: China Siap Buka RS 'Dadakan' yang Dibangun dalam 10 Hari
2020-02-04 00:15:17

Pembangunan Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan.(Foto: Istimewa)
CINA, Berita HUKUM - China siap membuka rumah sakit baru di kota episenter wabah virus corona, Wuhan, provinsi Hubei, seiring jumlah orang yang terinfeksi terus bertambah.

Rumah Sakit Huoshenshan, dibangun hanya dalam 10 hari, adalah satu dari dua fasilitas khusus yang didirikan untuk membantu menangkal wabah tersebut. Rumah sakit 'dadakan' ini mampu menampung hingga 1.000 pasien.

China terus berjuang menangani virus corona, yang telah menginfeksi lebih dari 14.000 orang dan mengakibatkan lebih dari 300 orang meninggal dunia.

Pada hari Minggu (2/0), seorang pria di Filipina menjadi orang terinfeksi pertama yang meninggal dunia di luar China.

Pria berkewarganegaraan China berusia 44 tahun itu berasal dari Wuhan, dan tampaknya telah terinfeksi sebelum tiba di Filipina.

Hingga saat ini, telah dikonfirmasi bahwa terdapat lebih dari 150 kasus virus di luar China.

Banyak negara melarang orang asing yang baru tiba dari China dan mengkarantina warga mereka sendiri.

Sementara itu, para petugas kesehatan di rumah sakit di Hong Kong bersiap-siap untuk mogok kerja pada hari Senin (03/02) kecuali batas wilayah dengan China daratan sepenuhnya ditutup.

Otoritas wilayah itu menolak melakukannya, mengutip rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk menerapkan skrining di perbatasan alih-alih menutupnya.

Jumlah kasus virus corona di seluruh dunia telah menyalip epidemi Sars, yang menyebar ke lebih dari dua lusin negara pada 2003. Namun tingkat mortalitas virus baru ini jauh lebih kecil, yang mungkin berarti tidak sama mematikan.

Apa yang kita tahu tentang rumah sakit baru ini?

Pada hari Minggu, media pemerintah China melaporkan bahwa pembangunan rumah sakit Huoshenshan telah selesai, dan akan dibuka pada hari Senin.

Military medical staff inspect rooms at new hospital - 2 FebruaryHak atas fotoEPA
Image captionStaf kesehatan milter akan mengelola rumah sakit baru ini.

Televisi lokal melaporkan bahwa 1.400 staf kesehatan militer, sebagian dari mereka berpengalaman dengan penyakit infeksius, telah tiba di Wuhan dan dipindahkan ke lokasi rumah sakit baru.

Rumah sakit kedua di Leishenshan dijadwalkan selesai pada hari Rabu.

Juru bicara Komisi Kesehatan Nasional, Jiao Yahui, mengatakan kepada Reuters bahwa dengan dua rumah sakit baru ini kota Wuhan akan mampu menampung 10.000 pasien, cukup untuk menangani kasus-kasus yang saat ini dicurigai maupun telah dikonfirmasi.

Apa lagi yang sedang terjadi di China?

Pihak berwenang mengatakan 45 kematian baru dicatat di provinsi Hubei pada hari Sabtu malam, menambah jumlah korban tewas di negeri itu menjadi 304

Di seluruh negeri, telah dikonfirmasi 2.590 infeksi baru. Jumlah orang terinfeksi di China kini 14.380, lansir televisi pemerintah mengutip Komisi Kesehatan Nasional.

Estimasi oleh Universitas Hong Kong menduga jumlah kasus sebenarnya bisa jadi lebih tinggi daripada angka resmi. Lebih dari 75.000 orang mungkin telah terinfeksi di kota Wuhan, yang merupakan episenter wabah virus corona, kata para pakar kesehatan.

Pada hari Minggu, pemerintah mengatakan akan menyalurkan lebih dari $170 miliar (sekitar Rp2.300 triliun) untuk mendorong aktivitas ekonomi seiring bertambahnya kekhawatiran akan dampak epidemik yang lebih besar.

Kota Wuhan ditutup dan kota-kota besar lainnya di China menghentikan sementara kegiatan bisnis non-esensial.

Walikota Huanggang - kota berpenghuni enam juta orang di sebelah timur Wuhan - memperingatkan bahwa jumlah kasus bakal melonjak pada hari-hari ke depan, lansir media pemerintah. Hingga 700.000 orang kembali ke kota tersebut dari Wuhan sebelum larangan masuk dan keluar Wuhan diterapkan.

Huanggang dan kota Wenzhou di timur telah menerapkan pembatasan ketat terhadap warga, hanya mengizinkan satu orang per keluarga untuk keluar rumah dua hari sekali untuk membeli makanan dan persediaan lainnya, lansir media China.

Negara mana saja yang membatasi kedatangan?

AS dan Australia telah menyatakan akan menolak masuk semua pendatang asing yang baru-baru ini berkunjung ke China, tempat galur virus corona 2019-nCov pertama kali muncul pada bulan Desember.

Negara lainnya termasuk Rusia, Jepang, Pakistan, dan Indonesia.

Map showing cases of the virus outside China


Presentational white space

Pada hari Minggu, Korea Selatan mengatakan akan melarang masuk pendatang yang baru-baru ini mengunjungi Hubei.

Di AS, warga yang baru kembali dari Hubei akan dikarantina selama 14 hari. Mereka yang kembali dari daerah lain di China akan diizinkan untuk memantau kondisi mereka sendiri dalam periode yang sama.

Pentagon mengatakan akan menyediakan penampungan bagi 1.000 orang yang mungkin perlu dikarantina setelah tiba dari luar negeri.<

Australia mengatakan warganya yang baru tiba dari China juga akan dikarantina selama dua pekan.

Pemerintah-pemerintah negara asing juga melakukan evakuasi dari China untuk memulangkan warga mereka.

Efektifkah larangan perjalanan?

Petugas kesehatan global tidak setuju dengan larangan perjalanan.

"Larangan perjalanan bisa lebih banyak mudaratnya daripada kebaikan karena menghambat berbagi info, rantai suplai medis, dan mencederai ekonomi," kata kepala Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat.

WHO merekomendasikan skrining di perbatasan resmi. Lembaga PBB itu memperingatkan bahwa menutup perbatasan bisa mempercepat penyebaran virus, karena para pelancong memasuki negara secara tidak resmi.

China telah mengkritik gelombang larangan perjalanan ini, menyalahkan pemerintah asing karena mengabaikan nasihat resmi.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Virus Corona
 
Di HBA Ke-60, Kejari Sinjai Mengusung Tema 'New Normal Dalam Pendemi Covid-19'
 
Warga Pamulang Estate RW 24 Ikut Perlombaan 'Kampung Tangguh Jawara'
 
Komisi IV DPR Kritisi Soal Kalung Anti Corona Kementan
 
Travelling pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Ini Pesan untuk Traveller
 
Ditlantas Polda Metro Gratiskan Biaya Buat SIM 214 Petugas Medis Wisma Atlet Kemayoran
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
MA Kabulkan Gugatan Rachmawati, KPU Kehilangan Pijakan Menetapkan Pemenang Pilpres 2019
Lembaga Pendidikan Swasta Tutup, IPM Anjlok
Di HBA Ke-60, Kejari Sinjai Mengusung Tema 'New Normal Dalam Pendemi Covid-19'
Sahroni Minta Penegak Hukum Cek Kondisi Djoko Tjandra
Terjadi Problem Mendasar Jika Persentase 'Parliamentary Threshold' Dinaikkan
Warga Pamulang Estate RW 24 Ikut Perlombaan 'Kampung Tangguh Jawara'
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Sahroni Minta Penegak Hukum Cek Kondisi Djoko Tjandra
Ongkosi Anak Buahnya Serang Nus Kei, John Kei Juga Sebut Penghianat Itu Hukumannya Harus Mati
Bupati Kutai Timur Ismunandar Beserta Istri Yang Menjabat Ketua DPRD Kena OTT dan Jadi Tersangka KPK
Pembakaran Bendera PDIP Dibawa Ke Jalur Hukum, Edy Mulyadi: Silakan, Loe Jual Gue Borong!
Hadiri Pemusnahan Barang Bukti, Kapolri: Kita Bukan Tempat Transit Perdagangan Narkoba
Presiden PKS: Pak Jokowi Mestinya Marah Dari Dulu, Bukan Sekarang
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]