Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
SARA
Usut Kasus Viktor Laiskodat NasDem, Penyidik Bareskrim Hadirkan Ahli Bahasa
2017-08-15 06:52:17

Ilustrasi. Kepala Bareskrim Polri Komjen. Pol. Drs. H. Ari Dono Sukmanto, S.H., M.Si.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Penyidik Bareskrim Polri terus mendalami dugaan kasus ujaran kebencian (Hate Speech) yang dilakukan Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat yang beragama Kristen saat berpidato di Kupang, NTT beberapa waktu lalu.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait pernyataan Viktor yang diduga berkonsekuensi hukum tersebut.

"Tetap jalan belum sampai penyidikan. Kita dalami ada faktor pidana enggak," ujar Ari Dono kepada wartawan, Senin (14/8).

Untuk itu penyidik membutuhkan pendapat ahli bahasa guna mengetahui unsur pidana pidato yang dilontarkan anak buah Surya Paloh di partai NasDem tersebut.

"Mungkin kita juga butuh keterangan ahli bahasa, apa sih maksudnya dia (Viktor-red)," sambung jenderal bintang tiga itu.

Laporan terhadap Viktor Laiskodat oleh empat partai, Gerindra, PAN, Demokrat dan PKS, sudah diterima pihak Bareskrim Polri. Sebab Viktor secara eksplisit menuduh 4 partai tersebut sebagai partai yang mendukung kelompok ekstremis, pendukung khilafah di Indonesia.

Tuduhan tendensius itu dilontarkan Viktor ketika berpidato di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 1 Agustus 2017 lalu. Dalam pidatonya, Viktor menyerukan agar masyarakat NTT tak mendukung partai-partai yang dimaksud.

Bahkan, keempat partai tersebut disamakan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1965 yang Iayak dibunuh. Viktor pun mengajak hadirin untuk tidak memilih calon kepala daerah atau calon legislator dari partai-partai yang dianggap ekstremisme dan pro-khilafah ketika pesta demokrasi 2018-2019 bergulir.

Akibat pidatonya, anak buah Surya Paloh di partai NasDem itu terancam melanggar Pasal 156 KUHP atau UU Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.(Aktual/FadlanButho/iek/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait SARA
Usut Kasus Viktor Laiskodat NasDem, Penyidik Bareskrim Hadirkan Ahli Bahasa
DPP PKS Laporkan Viktor Laiskodat ke MKD
Ketua Fraksi Nasdem Viktor Laiskodat Dilaporkan ke Polisi, Wapres JK: Itu Jalan yang Benar
Polisi Menangkap Ki Gendeng Pamungkas terkait SARA di Media Sosial
Djoko Edhi: Isu SARA, Upaya Menjauhkan Masyarakat Pemilih dari Agamanya Harus Dilawan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
BEM Nusantara Siap Kumpul di Jakarta Bahas Nasib Jokowi
Merajut Pesan Positif Antikorupsi melalui Produk Seni
Untuk Apa Mark Zuckerberg Lepas Saham Facebook Senilai Rp169 Triliun
Kapuspen TNI: TNI dan Dewan Pers Sepakati Perjanjian Kerja Sama
Panglima TNI: Orang-Orang Hebat Mengambil Pelajaran dari Kekalahan
Komputer Trouble, Layanan Samsat Gunung Sahari Sempat Terganggu
Untitled Document

  Berita Utama >
   
BEM Nusantara Siap Kumpul di Jakarta Bahas Nasib Jokowi
Muhajir Mengapresiasi Putusan MK terkait Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat
Terkait Pemutaran Film G30S PKI Berikut Tanggapan Ketum Muhammadiyah
Polisi Berhasil Menangkap Pelaku Pembunuh Dini di Apartemen Laguna Pluit
Aktivis 98 Dukung Usul Panglima TNI Nobar Film G30S/PKI
Polri dan Ditjen Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 5 Konteiner Miras Senilai 26,3 Miliar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]