Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Duka Cita
Ustadz Hari Moekti, Mantan Rocker Berhijrah Jadi Pendakwah Telah Wafat
2018-06-25 11:57:04

BOGOR, Berita HUKUM - Kabar duka datang dari mantan rocker yang hijrah aktif di dunia dakwah, Hari Moekti (61). Ustaz kelahiran Cimahi, 25 Maret 1957 itu mengembuskan napas terakhir pada Minggu malam (24/6) sekitar pukul 20.49 WIB. Kabar cepat beredar melalui pesan berantai di kalangan peliput.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Assalamualaikum wrwb.

Telah meninggal dunia jam 20.49 hari ini kakak tercinta, sahabat pejuang, pendakwah pemberani hariyadi wibowo HARI MOEKTI doanya, semoga arwah kakanda pejuang diterima disisi Allah SWT. Pengirim berita MOEKTI CHANDRA," tulis akun @indonesiabertauhidid di kolom komentar instagram @harimoekti.

Ratusan santri menyambut kedatangan jenazah Rocker, almarhum Ustad Hari Moekti yang dibawa ke rumah duka, Senin (25/6) pagi sekira pukul 06.00 WIB. Ambulan yang membawa jenazah tiba di Pondok Pesantren Al Inayah, Kampung Pasir Kuda RT 04 RW04, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di Pondok Pensatren ini, dahulu Ustad Hari Mukti mendalami ilmu agama bersama istrinya. Sebelum menuju tempat peristirahatan terakhirnya, Jenazah disemayamkan di masjid Al Inayah, lantunan doa dan ayat Suci Alquran yang mengiringi berlangsung hikmat.

Penyanyi bernama asli Hariyadi Wibowo melalui perjalanan panjang di musik dan dakwah. Sebelum berhijrah, Hari mengawali kariernya di dunia musik.

Ia sempat bergabung dengan beberapa grup musik di antaranya, Orbit Band, Primas Band, dan yang paling mengangkat kariernya saat bergabung dengan Krakatau (1985).

Lagu-lagu Hari juga cukup dikenal pada era 80-an, seperti, Lintas Melawai, Ada Kamu, Aku Suka Kamu Suka, dan Satu. Selama kariernya, Hari telah membuat tujuh album rekaman. Album terakhir, Di Sini, jadi momen Hari berhijrah. Sejak saat itu ia lebih menekuni agama Islam.

Rezeki, jodoh, dan maut tampaknya memang menjadi rahasia Illahi sepenuhnya. Serangan jantung dikabarkan menjadi penyebab Hari Moekti meninggal dunia. Namun sebelum dirinya meninggalkan dunia selamanya, rupanya Hari Moekti sempat memposting sesuatu di media sosialnya.

Dalam postingannya, ia sempat mempromosikan sebuah acara dakwah yang akan dihadiri dan ia juga akan menjadi pengisi acara tersebut.

"Untung aku taubat, untung sekarang jadi bagian dari dakwah ini," seru Hari Moekti dalam video tersebut.

Ucapan dan nada belasungkawa pun mulai muncul baik dari masyarakat ataupun dari kalangan industri musik tanah air yang sempat membesarkan nama Hari Moekti.

"Innalillahi wa innailaihi raji'un, Ya Robb tempatkan beliau di jannahmu. Allahumma firlahu warhamhu wa 'afihi wa fu'anhu," tulis warganet.(dbs/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Duka Cita
BJ Habibie Wafat, Pemerintah Ajak Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang
Selamat Jalan 'Murabbiku KH Maemoen Zubair'
Prabowo Mengucapkan Belasungkawa Atas Meninggalnya Ani Yudhoyono
Stephen Hillenburg: Penghormatan dan 'Tahlil' untuk 'Warga Bikini Bottom Masih Berduka'
Sebelum Meninggal, Berat Badan Artis Pretty Asmara Turun Drastis
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pemerintah Diminta Lebih Peka Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Pasca Perpres 125/2016
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Ketua MPR: Prioritaskan Kerja Merawat Kebhinekaan
Komite I DPD RI Desak Pemerintah untuk Percepat Pembentukan DOB
Terkait UU KPK, BEM Uhamka Usul Adakan Diskusi di Lingkungan Kampus
Perlu Sinergi Antara Pemerintah Pusat dan Daerah untuk Kemajuan UMKM
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto
Ninoy Kena Pukulan Amuk Massa, Ketum PA 212 Minta Ustadz Bernard dan Aktivis Al Falah Dibebaskan
Soal Jatah Kursi Menteri, Pemuda Muhammadiyah Dorong dari Profesional
Jokowi Tetap Dilantik
Warga Maluku Tersinggung Wiranto Sebut Pengungsi di Maluku Jadi Beban Pemerintah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]