Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Israel
Upaya Normalisasi Hubungan dengan Israel Tidak dapat Diterima
2020-12-03 12:49:04

Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon dalam acara webinar yang bertajuk "The Palestinian Cause and Ways to Support it in Light of the Regional and International Development," di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2020).(Foto: Ist/Man)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menegaskan, jika kebebasan negara Palestina tidak dikembalikan kepada rakyat Palestina maka selamanya Indonesia menentang kependudukan Israel.

"Upaya normalisasi hubungan dengan negara Israel tidaklah dapat diterima, karena itu harus dihentikan kebijakan yang memberikan visa kepada warga Israel," ucap Fadli dalam acara webinar yang bertajuk "The Palestinian Cause and Ways to Support it in Light of the Regional and International Development," di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/11).

Fadli mengatakan, jika dirinya ditanya apa yang diprioritaskan oleh Palestina, maka tanpa ragu ia akan menjawab adalah untuk mendapatkan lebih banyak lagi dukungan politik. "Pendirian semacam ini tidak boleh melemah. Harapan bagi negara Palestina yang merdeka, demokratik dan berdaulat harus dipertahankan," tandasnya.

Sejak dibentuk pada tanah yang dicuri pada tahun 1948, lanjut Fadli, Israel terus mengerahkan berbagai upaya untuk mendelegitimasi Palestina sebagai negara dan bangsa. Normalisasi yang dilakukan oleh negara-negara Arab telah dianggap sebagai kemenangan bagi Israel.

"Saya garis bawahi, normalisasi adalah satu kesalahan. Perampasan dan juga pengusiran terhadap warga Palestina dari tanah mereka dan mengancam mereka adalah kebijakan dan hal yang selalu dilakukan Israel di lapangan. Termasuk juga pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama tujuh dekade terakhir. Karena itu dibutuhkan langkah-langkah besar yang bisa menentang kekeraskepalaan Israel," tukas Politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

Dalam kesempatan itu Fadli menyampaikan beberapa poin yang menurutnya dapat dimanfaatkan untuk memberikan tekanan besar terhadap Israel. "Pertama adalah terus menyuarakan pengakuan terhadap negara Palestina, baik dalam setiap momen, setiap forum, setiap wadah dan sarana dapat dimanfaatkan untuk tujuan ini. Hanya sedikit negara yang belum memberikan pengakuannya. Namun sebagian besar bangsa dunia berdiri bersama Palestina. Dan sekarang kita harus menyatukan semua negara dan bangsa ini untuk melawan Israel," paparnya.

Yang kedua, lanjutnya, dengan meningkatkan hubungan bilateral dengan Palestina dalam segala bidang politik budaya sosial dan ekonomi. Hal ini dapat dilakukan melalui pemerintah, parlemen, dunia usaha, akademisi, antar masyarakat, dan juga melalui LSM. "Ketiga, yaitu mempertahankan misi Palestina sebagai tujuan reguler global. Meskipun di tengah pandemi covid 19 banyak menyerap energi setiap negara tetapi isu Palestina tidak boleh dilupakan, lanjutnya.

Poin keempat adalah mengisolasi Israel dari interaksi dengan bangsa-bangsa lain, terutama melalui kegiatan ekonomi. Sebagai contoh dengan memboikot produk-produk Israel. "Yang kelima adalah meminta penyelesaian yang adil dan dan imparsial bagi konflik palestina-israel sesuai dengan supremasi hukum," pungkasnya.(dep/es/DPR/bh/sya)




 
Berita Terkait Israel
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Sukamta Minta Pemerintah Serius Tangani KKB di Papua
Anggota DPR Minta Anggaran Sektor Pertanian Tidak Dipangkas
Intensif Cegah Covid-19 Muhammadiyah Distribusikan Ribuan Hand Sanitizer dan 1 Juta Masker
Langgar Prokes, Para Night Biker Ditindak Satuan Patwal Ditlantas Polda Metro
Siber Bareskrim Polri Jemput Paksa Ambroncius Nababan, Tersangka Rasisme
Abu Janda Sebut Islam Arogan, Tengku Zul Minta Ma'ruf Amin Kerahkan Polisi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Sudjiwo Tedjo Heran Polri Hidupkan Pam Swakarsa Tapi FPI Dibubarkan
Ketua Satgas Doni Monardo Terpapar Covid-19, Masyarakat Diminta Hindari Makan Bersama
Sah!!, DPR RI Tetapkan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri ke-25
SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!
DPR Minta Pemerintah Cepat Tangani Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel
Syekh Ali Jaber Wafat, Sempat Berjuang Lawan Covid-19 Hingga Hasilnya Negatif dan Lalu Masuk ICU
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]