Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Hutang Luar Negeri
Total Hutang Pemerintah Rp 4.585,4 triliun, Salamuddin Daeng: Rasio Utang RI 30,31 Persen Menyesatkan
2018-09-27 12:12:34

Ilustrasi. Salamuddin Daeng pengamat ekonomi Indonesia.(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Rasio utang pemerintah sudah menembus angka 30,31 persen dari produk domestik bruto (PDB/ GDP).

Peneliti senior dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng menilai angka yang dirilis Kementerian Keuangan itu sebagai bentuk nyata dari penyesatan utang pemerintah. Pasalnya, berdasarkan data yang dia peroleh dari Bank Indonesia, utang Indonesia terbilang sangat besar.

"Utang luar negeri pemerintah sampai dengan kuartal kedua 2018 senilai 179,728 miliar dolar atau Rp 2.677,9 triliun. Utang dalam negeri pemerintah dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) sampai dengan Agustus 2018 mencapai Rp 1.907,5 triliun. Jadi total utang pemerintah sampai dengan saat ini mencapai Rp 4.585,4 triliun," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (27/9).

Dengan demikian, lanjut dia, kalau dibandingkan GDP Indonesia senilai 1015 miliar dolar AS atau setara Rp 15.123,5 triliun berarti utang pemerintah sebesar 33 persen.

"Tapi membandingkan utang pemerintah dengan GDP itu semacam penyesatan. Karena GDP itu bukan bagian pemerintah saja. GDP adalah produk kotor perusahaan swasta dan asing. Utang pemerintah hanya boleh dibandingkan dengan revenue atau penerimaan pemerintah. Karena tidak bisa bayar utang dengan GDP atau PDB. Utang itu dibayar dengan pendapatan. Kecuali negara mau dijual sama dia," paparnya.(wid/RMOL/bh/sya)


Share : |

 
Berita Terkait Hutang Luar Negeri
Pemerintah Diimbau Tak Hamburkan Utang untuk Elektoral
Beban Bunga Utang Indonesia Melonjak Hingga 94 Persen
Sekali Lagi Soal Utang
Hutang Luar Negeri RI Terus Naik Menjadi Rp5.410,50 Triliun
Berutang Rp15 Triliun ke Bank Dunia untuk Pemulihan Lombok dan Sulteng Sama Saja Mengatasi Bencana dengan Bencana
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Dana BOS Triwulan ke II 2019 Sudah Cair untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Dompet Dhuafa Benarkan 3 Tim Medis Serta 2 Mobil Diamuk Oknum Polisi
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Rekam Aksi Beringas Brimob Saat demo, Wartawan CNN Dianiaya
Korban Aksi 21/22 Mei, Anies Baswedan: Enam Orang Meninggal Dunia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]