Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Jalan Tol
Tol Jakarta-Merak Rawan Kecelakaan
Friday 12 Aug 2011 17:04:10

Perbaikan jalan tol. (Foto: tmcmetro)
SERPONG-Ruas Tol Tangerang-Merak, Banten sepanjang 72,45 kilometer, terbilang rawan kecelakaan. Apalagi saat arus mudik dan arus balik Lebaran nanti. Selain itu, pengguna tol Tangerang-Merak harus menghadapi penyempitan jalan menyusul perbaikan yang sedang dilakukan di beberapa titik.

Perbaikan ruas tol membuat antrean dan pengguna tol terpaksa mengurangi kecepatan kendaraannya. Kondisi ini membuat pengguna jalan tol Tangerang-Merak kecewa. "Dari dulu, Tol Tangerang-Merak tidak pernah beres," ujar Sayuti, salah seorang pengguna jalan tol tersebut, Jumat (12/8).

Ia mengharapkan pengelola tersebut segera memperbaiki berbagai kekurangan serta kerusakan jalan tol tersebut, agar pengguna jasa tidak harus berlama-lama merasa dirugikan. Apalagi dengan tarif tol yang terus naik, namun tidak pernah diimbangi peningkatan layanan.

Sementara itu, Manager Pelayanan Lantas dan Informasi Operasi Jasa Marga cabang Serang Rahmatullah, membenarkan adanya titik rawan kecelakaan. Titik rawan kecelakaan tersebut berada di Km 40- Km 60 Tol Tangerang-Merak.

"Ada 20 Km yang harus diwaspadai pemudik pengguna Tol Tangerang-Merak. Kami hanya bisa mengimbau pengguna jasa jalan tol ini berhati-hati serta mengurani kecepatannya, karena sudah pasti laju kendaraan bakal berkurang," ujar Rahmatullah. (r17)


 
Berita Terkait Jalan Tol
 
Tarif Tol Solo-Ngawi Perlu Dievaluasi
 
Tarif Tol Mahal, Asosiasi Truk Aptrindo Tak Gunakan Jalan Tol Trans Jawa
 
Legislator Nilai Tol Trans Jawa Tak Tumbuhkan Ekonomi
 
Sandiaga: Saya Bangun Tol Cikopo-Palimanan 116 Km Tanpa Utang
 
Menanggulangi Kebangkrutan Ekonomi Masyarakat di Koridor Jalan Pantura Akibat Pengoperasian Jalan Tol Trans Java
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index




  Berita Terkini >>
 
Baru Dipolemikkan, Tiba-tiba Sri Mulyani Sebut Desa Fiktif Sudah Hilang
Baleg DPR Pinta Naskah Akademik dan Draf RUU yang Masuk dalam Omnibus Law
Korea Selatan: Sungai Memerah Tercemar Darah Bangkai Babi yang Dibunuh untuk Cegah Penyebaran Virus
Demonstrasi Hong Kong: Sekolah dan Universitas Ditutup karena Alasan Keamanan
Gawat Nih, Ketum Ikatan Guru Indonesia Imbau Guru Honorer Kompak Tinggalkan Ruang Kelas
Bos LJ Hotel Ternyata DPO PoldaSu Kasus Penipuan, Diminta Segera Ditangkap
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Baru Dipolemikkan, Tiba-tiba Sri Mulyani Sebut Desa Fiktif Sudah Hilang
Komisi IX Upayakan Iuran BPJS Kesehatan Peserta Mandiri Tidak Naik
Jelang Munas X Partai Golkar, Bamsoet Cooling Down agar Pendukungnya Tak Digeser dan Disingkirkan
Mafia Pangan Harus Diberantas
Ketum Anis Matta Sebut Partai Gelora Adalah Partai Islam dan Nasionalis
Rio Capella Sebut NasDem Restoran Politik, Zulfan Lindan: Dia Tidak Waras!
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]