Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Kebakaran Hutan
Titik Api di Sumsel Makin Menggila
Friday 09 Sep 2011 23:44:18

Ilustrasi
PALEMBANG (BeritaHUKUM.com) Munculnya titik api atau hotspot indikator kebakaran hutan dan lahan di Sumatra makin menggila. Jumlah titik api meningkat drastis dua kali lipat hingga terpantau 681 titik api dengan jumlah terbesar berada di Sumatra Selatan 401 titik api.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Selatan (Walhi Sumsel) pun menuding Gubernur Alex Noerdin gagal mengatasi kebakaran hutan. Sementara jarak pandang di Sungai Musi pun tersisa 10 meter pada malam hari.

"Banyaknya titik api di Sumsel menunjukan Pemprov Sumsel dalam hal ini Gubernur Alex Noerdin belumlah layak menerima penghargaan dari Menhut Zulkifli Hasan pada 18 Juli 2011 lalu di Jakarta sebagai Gubernur Peduli Api Terbaik tahun 2010," kata Direktur Walhi Sumsel Anwar Sadat seperti dikutip situs walhi.or.id, Jumat (9/9).

Data hasil pantauan Satelit Terra dan Aqua pada 6 September llau, ada 970 titik api dengan tingkat keyakinan 70-100 persen. Dari jumlah itu ada 170 titik api dengan tingkat kepastian 100 persen. Titik api tersebar di Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Muaraenim, Banyuasin, OKU, OKUS, Ogan Ilir, Lahat, OKUT dan Musirawas.

Titik api didominasi lahan gambut yang masuk dalam lahan konsesi perusahaan baik itu Hutan Tanaman Industri dan perkebunan sawit baik yang telah aktif maupun nonaktif. Terhadap fakta tersebut, Walhi Sumsel mendesak pemerintah Sumsel segera menghentikan dan mencabut pemberian izin terhadap perkebunan skala besar, HTI, dan tambang di kawasan hutan dan lahan gambut.

Pemprov diminta menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan melalui pembentukan pos kesehatan bagi masyarakat dan posko-posko di kawasan hutan dan lahan gambut. Pemprov juga diminta menindak pelaku usaha yang di dalam wilayah konsesinya terdapat titik api atau aktifitas pembakaran sesuai aturan yang ada.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhamad Hatta mengatakan, SEA Games merupakan pesta olahraga international yang bila terganggu dengan masalah kabut asap akibat kebakaran hutan maka akan mencoreng muka Indonesia. Untuk itu, KLH beserta lembaga-lembaga terkait telah menyiapkan langkah-langkah seperti membuat hujan buatan untuk mengurangi jumlah titik api yang ada disekitar Sumatera.

"SEA Games merupakan event international, makanya sebelum acaranya harus segera diantisipasi. Mudah-mudahan akan ada hujan buatan. Jika tak ada akan dibuat hujan buatan sehingga tidak ada kebakaran lagi sebelum acara dimulai, ujar dia.

Gusti juga menambahkan, untuk masalah kebakaran hutan di daerah-daerah lain seperti Kalimantan sudah dapat diatasi dengan turunnya hujan terus-menerus beberapa hari ini. Memasuki bulan penghujan ini, diharapkan hujan bisa segera turun di lawasan Sumatera.(wod/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Kebakaran Hutan
TNI Kirim Ratusan Prajurit Bantu Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Pekanbaru
Kebakaran Hutan California: Jumlah Orang Hilang Melonjak Menjadi 631 Jiwa
Kebakaran Hutan California: 9 Orang Tewas dan Lebih dari 150.000 Orang Dievakuasi
Fadli Zon Imbau Pemerintah Indonesia Secepatnya Cegah Karhutla
Panglima TNI Pimpin Apel Komando Operasi Karhutla
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Drama MRT dan 'Undertable Transaction'
Pemerintah Didesak Lakukan Upaya Nyata Atasi Masalah Sampah Plastik
Pengelolaan Dana Desa Masih Bermasalah
Kementan dan Polri Tingkatkan Sinergitas Guna Perketat Pengawasan
Sejumlah Fakta Keanehan Terungkap di Sidang Kasus PT Hosion Sejati
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]