Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Mapala
Tim WISSEMU: Merah Putih di Puncak Tertinggi Dunia untuk Persatuan Indonesia!
2018-05-18 04:07:22

Tampak dua pendaki Tim WISSEMU, Fransiska Dimitri Inkiriwang (Deedee) (kiri) dan Mathilda Dwi Lestari (Hilda) (kanan) saat di puncak gunung Everest.(Foto: Istimewa)
NEPAL, Berita HUKUM - Mimpi itu hanya menjadi nyata melalui keajaiban, dia diraih melaui keringat, determinasi, dan kerja keras. Sedikit penggalan kata dari Colin Powell ini bisa menjadi gambaran singkat tentang seluruh rangkain ekspedisi ini. Perjalanan panjang ini akhirnya menemukan puncaknya, pada Kamis (17/5), Tim The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU) berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi dunia, Puncak Gunung Everest (8.848 mdpl).

Pencapaian ini semakin bermakna mengingat Puncak Gunung Everest menjadi penutup yang manis dari misi eksepedisi mengibarkan bendera Indonesia di tujuh gunung tertinggi di tujuh benua, seven summits -sering disalahartikan sebagai tujuh gunung tertinggi di dunia.

Memulai perjalanan dari Everest Base Camp (EBC) pada 11 Mei 2018 lalu, -di ketinggian 5.150 mdpl sebagai titik awal pendakian - akhirnya dua pendaki Tim WISSEMU, Fransiska Dimitri Inkiriwang (Deedee) dan Mathilda Dwi Lestari (Hilda) menapakan kaki di titik tertinggi di dunia tepat pukul 05.50 waktu waktu setempat (atau pukul 07.05 WIB). Berita baik ini datang dari salah satu pendaki Tim WISSEMU, Hilda melalui pesan satelit sesaat setelah sampai di Puncak Gunung Everest.

"Puji Tuhan Summit! Saat ini tanggal 17 Mei 2018, pukul 5.50 Sang Saka Merah Putih berkibar di puncak Everest! Bendera Indonesia di tujuh puncak dunia! Keberhasilan ini kami persembahkan untuk persatuan bangsa! Untukmu Indonesia! Terima kasih banyak Unpar, Mahitala, Bank BRI, Multikarya Asia Pasifik Raya!" tutur Hilda.

Hilda juga sempat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua rekan yang telah memberi dukungan dari Tanah Air dan berharap keberhasilan ini dapat menjadi berita baik untuk Indonesia, Bangkit Indonesia!

Rasa bangga pun turut diucapkan Rektor Universitas Katolik Parahyangan Mangadar Situmorang. "Selamat untuk Deedee dan Hilda. Bangga terhadap dua putri terbaik Indonesia atas capaian di puncak terakhir dari 7 benua, Everest. Atas nama civitas akademika Universitas Katolik Parahyangab, saya menyampaikan selamat dan bangga terhadap dua mahasiswa UNPAR yang telah menggoreskan prestasi di puncak tertinggi. Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung tercapainya prestasi dunia ini, kepada Bank BRI, MKAPR, dan Yayasan UNPAR, terima kasih sebesar-besarnya." ujarnya.

Memulai upaya menuju puncak (summit attempt) dari Camp 3 (8.225 mdpl) pada 17 Mei 2018 pukul 23.30 waktu setempat, Tim melakukan perjalanan selama 6,5 jam untuk mencapai puncak tertinggi di dunia tersebut. Perjalaan menuju puncak dari titik terakhir ini pun ditemani dengan angin kencang dan suhu udara yang mencapai -25 derajat Celcius.

Perjalanan menggapai atap langit ini tentu bukan perkara mudah dan perlu waktu yang panjang. Meninggalkan Indonesia sejak 29 Maret 2018 kemarin, selama satu setengah bulan berada di Nepal dan Tibet, Tim fokus mempersiapkan diri melalui serangkaian kegiatan aklimatisasi di medan pendakian. Keberhasilan ini merupakan suatu bentuk persembahan dari Mahitala UNPAR untuk persatuan Bangsa Indonesia. Kabar baik untuk Indonesia ini sekaligus menjadi sedikit penyejuk di tengah rangkaian kejadian berita duka yang tengah menimpa negeri tercinta ini. Di sisi lain, melalui keberhasilan ini, Tim WISSEMU mencatatkan diri sebagai tim perempuan Indonesia pertama yang menyelesaikan trek seven summits.

Ya, pendakian menuju Puncak Gunung Everest adalah pendakian pamungkas setelah sebelumnya Deedee dan Hilda sudah mengibarkan Bendera Merah Putih di enam puncak gunung tertinggi di enam lempeng benua lain.

Pada akhirnya mimpi mengirimkan dua perempuan Indonesia ke tujuh puncak tertinggi dunia adalah kebanggan untuk kita bersama. Oleh sebab itu melalui pesan ini juga kami ingin menyampaikan terima kasih yang tidak ada habisnya kepada semua pihak yang mendukung pendakian ini sejak dimulai 2014 lalu. Secara khusus ucapan terima kasih kami persembahkan untuk Bank BRI sebagai sponsor utama, PT Multi Karya Asia Pasifik Raya (MKAPR), Universitas Katolik Parahyangan, dan semua anggota keluarga Mahitala yang tidak henti-hentinya memberi dukungan doa maupun moral.(rls/bh/sya)


Share : |

 
Berita Terkait Mapala
Berhasil Menggelorakan Nama Indonesia, KSP Sambut Tim WISSEMU
Menpora Berikan Sambutan Hangat Kepulangan Tim WISSEMU dari Puncak Dunia
Tim WISSEMU: Merah Putih di Puncak Tertinggi Dunia untuk Persatuan Indonesia!
Di Ketinggian 7000an, 2 Perempuan Pendaki Tim WISSEMU Hampir Menyelesaikan Puncak Everest
Pendaki Irfan yang Jatuh di Gunung Slamet Bukan Anggota Mapala UI
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Prancis Rusuh Lagi: 125.000 Demonstran Turun, Toko Dijarah, 1.000 Ditahan
Kemampuan Menembak Merupakan Tuntutan Profesionalisme Prajurit
Mantan Ketua Forum Wartawan Polri Jadi Caleg DPR RI Hanura Dapil Jatim
Ditemukan Berceceran 2.158 KTP Dimainkan Anak di Pondok Kopi, Duren Sawit
Kampanyekan Antikorupsi Lewat Film, KPK Anugerahi Pemenang ACFFEST 2018
Tim Futsal Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya Menjuarai Kapolda Cup 2018
Untitled Document

  Berita Utama >
   
E-KTP Diperjual Belikan, Mardani: Ini Kejadian Luar Biasa
Ketum PPAD Kiki Syahnakri Sebut Aksi Penembakan di Nduga Papua Melebihi Terorisme
Ditlantas Polda Metro Jaya Telah Melakukan Tilang Elektronik, Sebanyak 193 Kenderaan Diblokir
Ledakan Terjadi Saat Simulasi Kecelakaan Mobil Pembawa Radioaktif Bocor
Menanggulangi Kebangkrutan Ekonomi Masyarakat di Koridor Jalan Pantura Akibat Pengoperasian Jalan Tol Trans Java
Ketum FSP BUMN Bersatu: Skandal JICT, Harus Disidangkan Dahulu RJ Lino Biar Jelas !
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]