Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Kejari Samarinda
Tidak Puas Tuntutan Jaksa, Kejari Samarinda Dilempari Telur Busuk
2018-07-13 04:03:37

Aksi Demo Warga Korban Galian Tambang Kuburan Muslimin Kebun Agung, Samarinda dan Mahasiswa PERMAHI pada, Selasa (10/7).(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Aksi demo karena tidak puas dengan tuntutan Jaksa Chendy dari Kejaksaan Negeri Samarinda terhadap terdakwa Punaryo dalam kasus galian tambang ilegal di kuburan muslimin Kebun Agung, Lempake, Samarinda, Kalimantan Timur, (Kaltim) akibatnya kantor Kejaksaan Negeri Samarinda yang terletak di Jalan M Yamin Samarinda dilempari telur busuk oleh mahasiswa yang melakukan aksi demo pada, Selasa (10/7).

Ketidakpuasan warga korban galian tambang di kuburan muslimin Kebon Agung dan Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) cabang Samarinda yang sejak awal kasus tersebut diproses ke Pengadilan selalu memantau jalannya persidangan dengan terdakwa Punaryo salah seorang anggota Kepolisian Polres Samarinda yang dituntut hanya 2 tahun penjara yang digelar pada, Kamis (4/7) lalu.

Sejumlah mahasiswa dan warga kembali melakukan aksi demo pada Selasa (10/7) dengan sasaran pada Kejaksaan Negeri Samarinda dan Pengadilan Negeri Samarinda, serta Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur di Samarinda Seberang.

Dalam orasinya Abdul Rohim salah seorang mahasiswa menduga adanya ketidakberesan, dan ketidak seriusan aparat penegak hukum dalam menangani kasus tambang ilegal tersebut.

"Kami menduga ada ketidak seriusan aparat penegak hukum dalam memproses kasus tambang ilegal ini, ada indikasi kasus ini menyimpang, beberapa kali kami mengikuti sidang waktunya berubah-rubah," tegas Abdul Rahim, salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Terkait telur busuk yang dilemparkan ke pintu gerbang Kejari Samarinda, salah seorang mahasiswa mengatakan, kami tak ingin Kejari seperti telur busuk, yang kami minta tetaplah bekerja dengan baik dan benar dalam menegakkan hukum.

Dengan membawa spanduk besar bertuliskan tuntutan mereka kepada pihak penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Samarinda, mereka juga membagikan selebaran dengan tuntutan mereka, sebagai berikut :

1. Proses dan Adili pelaku tambang ilegal di Kaltim secara transparan
2. Hukum seberat-beratnya pelaku tambang ilegal di pemakaman muslimin Kebon Agung Samarinda Utara
3. Usut tuntas oknum penegak hukum yang memiliki tambang ilegal di Kalimantan Timur
4. Copot Jaksa Penuntut Umum kasus tambang ilegal di pemukiman muslimin Kebun Agung
5. Copot Kasi Pidum Kejari Samarinda
6. Copot Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda
7. Kejati Kaltim harus periksa Kejari Samarinda.

Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Kasi Intel Kejari Samarinda Arifin Arsyad yang didampingi Zainal Kasi Pidum Kejari Samarinda ketika dikonfirmasi pewarta BeritaHUKUM.com di ruang kerja, Kasi Pidum pada, Selasa (10/7) mengatakan bahwa, soal tuntutan tersebut pihak mereka hanya membacakan, kami hanya pelaksana dari Kejati saja untuk membacakan tuntutan, semua berdasarkan fakta-fakta persidangan. Jika ada indikasi penyimpangan kasus selama ada bukti silakan laporkan pada tempat yang disediakan untuk mengadu, tegas Arifin.

Terkait tuntutan hanya 2 tahun penjara Zainal mengatakan ada pernyataan dari warga yang mencabut laporannya di kepolisian yang dilampirkan dalam berkas perkara.

"Hal-hal yang meringankan dalam tuntutan ada berkas pernyataan warga yang tidak keberatan yang mencabut laporan di kepolisian yang terlampir dalam berkas perkara," pungkas Zainal.

Share : |

 
Berita Terkait Kejari Samarinda
Pemusnahan Barang Bukti Hasil Kejahatan Kejari Samarinda Diduga Tertutup Bagi Media
Tidak Puas Tuntutan Jaksa, Kejari Samarinda Dilempari Telur Busuk
Jual Nama Jaksa, Staf Kejaksaan Dituding Nipu Orang Tua Terdakwa Rp100 Juta
Aturan Kasub BIN Kejari Halangi Tugas Wartawan, Prof. La Sina: Sikap Jaksa Melanggar Perundangan
Kasub BIN Terapkan Aturan Menghambat Tugas Wartawan, Dilarang Bawa Smartphone di Kejari Samarinda
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Dua Pelaku Pembunuhan Pemandu Karoke Tiba di Polres Metro Jakarta Selatan
Fadli Zon Nilai Data Pertanian Masih Kurang dan Lemah
Ketua DPR Imbau Pemerintah Tinjau Ulang Paket Kebijakan Ekonomi XVI
Fahri Hamzah Kritisi Sikap BIN Publikasikan 50 Penyebar Paham Radikal
Baiq Nuril Yakin Upaya PK Bakal Dikabulkan Mahkamah Agung
Panglima TNI Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ketua DPR Imbau Pemerintah Tinjau Ulang Paket Kebijakan Ekonomi XVI
Jasa Raharja Serahkan Santunan Kepada 100 Ahli Waris Penumpang Pesawat Lion Air JT-610
Saksi Ahli: Peraturan Dewan Pers Melanggar Undang-Undang Pers
Polisi Melakukan 37 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di TKP Pondok Melati Bekasi
Polisi Bekuk Premanisme di Diskotik Bandara yang Mengakibatkan 2 Korban Tewas
Sekber Pers Indonesia: Tangkap Pelaku Pembunuh Wartawan Dufi!
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]