Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pencemaran Nama Baik
Tersinggung, Dakun Warga Asal Boyolali Laporkan Prabowo Subianto ke Polisi
2018-11-03 10:08:00

Dakun warga asal Boyolali Jawa Tengah didampingi Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid saat menunjukkan berkas laporan di Polda Metro Jaya.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Salah satu warga asal Boyolali Jawa Tengah bernama Dakun melaporkan Prabowo Subianto ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Jum'at malam (2/11).

Laporan itu terkait ucapan calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyinggung tentang 'tampang' warga Boyolali saat menyampaikan pidato politiknya di Jawa Tengah, Kamis (1/11).

Pada kesempatan itu Prabowo Subianto menyebut tampang Boyolali tidak mungkin pernah masuk hotel mewah. Bahkan, orang bertampang Boyolali itu akan diusir.

Sebagai warga asal Boyolali, Dakun merasa tersinggung karena ucapan tersebut dianggap menyebarkan ujaran berbau RAS (kedaerahan) dan seolah melecehkan martabat warganya.

"Saya sebagai warga Boyolali merasa tersinggung dengan ucapan Pak Prabowo bahwa orang Boyolali itu terkesan miskin dan tidak pernah masuk mal atau hotel," ujar Dakun yang mengaku melaporkan hal tersebut atas nama pribadi di Polda Metro Jaya.

Menurut pria kelahiran Boyolali yang sejak tahun 1992 tinggal di Jakarta ini, menyayangkan ucapan Prabowo yang tak seusai dengan realitas masyarakat Boyolali. Dakun sendiri mengaku sanggup membayar untuk bisa menginap di salah satu hotel di Jakarta.

Di tempat sama, Dakun menuturkan bahwa laporannya itu didasarkan pada bukti video dari akun Youtube Taufik Irvani yang beredar.

"Saya tahu tadi siang (Jumat) sebelum jumatan. Video itu kan beredar luas, ya berdurasi sekitar 2 menit," kata Dakun.

Sementara itu, Ketua Cyber Indonesia Muanas Alaidid yang mendampingi pelaporan itu, menyebutkan pidato Prabowo cenderung bermuatan pelecehan terhadap warga Boyolali.

"Misalnya menyebut bahwa orang Boyolali miskin, kalau di hotel bisa diusir, enggak pernah nge-Mall," kata Muanas meniru isi ucapan Prabowo.

Dia menambahkan, tak seharusnya bagi sosok seperti Prabowo yang sedang maju dalam Pilpres 2019 memberikan penyampaian seperti itu, seharusnya dia (Prabowo) menyampaikan hal-hal yang menyejukkan bagi masyarakat.

"Mungkin ada yang menerima tapi jangan membatasi juga kemudian ada yang tersinggung, mungkin yang hadir di situ ada pendukungnya Pak Prabowo, tapi ada juga pendukungnya Pak Jokowi, mungkin merasa tersinggung," ujar Muannas Alaidid.

Terkait dukung mendukung salah satu calon presiden, Dakun mengatakan bahwa, dirinya tak mempersoalkan hal itu.

"Bukan masalah dukung calon A atau calon B, tapi ucapan itu tak layak buat kami warga Boyolali," tutup Dakun.

Inilah yang dikatakan Prabowo, "Hotel-hotel mewah sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal ada di Jakarta, ada Ritz Charlton (sambil bernada berbeda atau lucu), ada Waldorf Astoria. Namanya saja kalian nggak bisa sebut (sambil bergeleng-geleng kepala), dan macam-macam itu semua tapi saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut. (betul jawab peserta). Betul? (betul jawab peserta). Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Mungkin tampang-tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang-tampang kalian tampang Boyolali ini," kata Prabowo. (terdengar massa pada tertawa). Betul? (betul jawab massa ).

Sementara, dari data yang dihimpun, untuk melihat Video YouTube, pidato lengkap calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Boyolali, Jawa Tengah saat agenda Prabowo Subianto pada, Selasa (30/10), Peresmian kantor Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi. Sedangkan ucapan Prabowo ada pada menit ke 15 - 20, yang diduga menyinggung seolah melecehkan tersebut. Klik disini.(bh/amp)

Share : |

 
Berita Terkait Pencemaran Nama Baik
Ketum PSI Grace Natalie dan 3 Kader PSI Resmi Dilaporkan ke Polisi
Caleg PKB Heriandi Lim Laporkan Ustadz Tengku Zulkarnain ke Bareskrim Polri
Sebut Soeharto Guru dari Korupsi, Forum Advokat Ini Laporkan Basarah ke Bareskrim
Elemen Warga Solo Raya Polisikan Bupati Boyolali Yang Menghina Capres Prabowo 'Asu'
Tersinggung, Dakun Warga Asal Boyolali Laporkan Prabowo Subianto ke Polisi
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pengusaha Asing Kabur dan Ribuan Pekerja Tidak Dibayar Upahnya, Dimana Tanggung Jawab Pemerintah?
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok Sudah Keluar Bebas dari Rutan Mako Brimob
Kapolri Memimpin Upacara Sertijab Sejumlah Pati Polri dan 5 Kapolda
Perlu Terobosan Penanganan Dampak Bencana
Pengusaha di Begal dan Dibacok Setelah Keluar dari Bank, Uang Rp 600 Juta Dibawa Kabur
Cina Mencatat Laju Ekonomi Paling Lambat, Indonesia 'Perlu Waspada'
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kapolri Memimpin Upacara Sertijab Sejumlah Pati Polri dan 5 Kapolda
Said Didu: Sejak Awal Esemka Cuma Mobil Bohongan!
Abu Bakar Ba'asyir Tidak Bebas, BPN Prabowo-Sandi: Siapa Yang Sebar Hoax Jokowi Atau Yusril?
Update Banjir Sulawesi Selatan, BNPB Mencatat 8 Orang Meninggal, 4 Orang Hilang
Sandi Effect, Pembeda Pilpres 2019
Netralitas TNI dan Polri pada Pemilu Tentukan Kualitas Demokrasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]