Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Narkoba
Terdakwa Jaringan Sabu 4,6 Kg, Manda Mahmud Divonis 7 Tahun Penjara
2018-08-29 08:25:57

Terpidana Manda Mahmud saat di PN Samarinda.(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Satu dari 4 orang terdakwa jaringan 4,6 Kg narkotika jenis sabu di Samarinda, yang sidangnya bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) yaitu Manda Mahmud (23) sudah mendapat kepastian hukuman atas perbuatannya dengan divonis 7 tahun Penjara.

Terdakwa Manda Mahmud yang sebelumnya ditangkap aparat Kepolisian Polres Sanarinda di guest house Vivo Jalan Kebaktian Samarinda dan digiring oleh Jaksa Penuntut Umum Yudi Satrio Nugraha dari Kejaksaan Negeri Samarinda dengan didakwa melanggar Pasal 114 KUHP ayat 1 undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang dinarkotika, akhirnya divonis 7 tahun penjara oleh ketua majelis hakim Decky Felix Wagiju, SH yang didampingi Parmatoni, SH dan Heri Haryanta, SH pada, Selasa (28/8).

Vonis yamg dijatuhkan kepada terdakwa Manda Mahmud sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yudi Satrio Nugraha dari Kejaksaan Negeri Samarinda yakni selama 7 tahun penjara.

Namun, tuntutan subsider selama 6 bulan penjara oleh majelis hakim yang memutus 3 bulan penjara, sedangkan denda yang diberikan Majelis hakim sama dengan tuntutan Jaksa yakni senilai Rp 1 Milyar.

"Kepada terdakwa putusan ini terdakwa mempunyai hak terima putusan, banding atau pikir-pikir," ujar Ketua Majelis Hakim.

Yudi Satrio Nugroho, SH kepada pewarta usai sidang mengatakan bahwa, terdakwa Manda Mahmud divonis 7 tahun penjara sama dengan tuntutan, namun subsider 3 bulan penjara dan dendanya sama Rp 1 Milyar, jelas Jaksa Yudi.

Untuk diketahui bahwa terdakwa Manda Mahmud yang duduk di kursi pesakitan pada Pengadilan Negeri Samarinda terkait kasus jaringan sabu 4,6 kg yang ditangkap di guest house Vivo Jalan kebaktian Samarinda oleh pihak Kepolisian, berawal dari ditangkapnya Suryati (47) yang Jalan KH Harun Nafsi Samarinda Seberang saat digeledah didapati 21 paket sabu siap edar.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Kepolisian, Suryati mengaku barang yang didapatkan tersebut dari terdakwa Manda yang akhirnya pihak Kepolisian mengejar Manda dan menangkap terdakwa Manda di gues house Vivo yang terletak di Jalan kebaktian Samarinda Kalimantan Timur.

Saat dilakukan penangkapan Manda bersama M Sagiri yang berada dalam kamar 24B, ketika dilakukan penggeledahan Manda mengaku barangnya didapat dari M Sagiri, yang selanjutnya Polisi pun menggiring M Sagiri ke rumahnya di jalan Pangeran Suryanata untuk dilakukan penggeledahan. Dalam penggeledahan Polisi mendapati 4,6 kg sabu dan juga 540 butir pil inek. Sagiri pun berdalih, barang haram tersebut didapat dari Andre yang setiap Kg didapat Rp 10 juta.

Andre yang diduga sebagai aktor utama bersama M Sagiri dalam jaringan 4,6 Kg sabu di tangkap oleh jajaram Dit narkoba Polda Kaltim, dan saat ini juga sedang dalam persidangan di Pengadilan Negeri Samarinda dalam berkas terpisah dengan terdakwa Manda Mahmud, terdakwa Suryati dan terdakwa M Sagiri.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Narkoba
Polda Metro Jaya Menangkap 7 Tersangka Jaringan Narkotika Internasional - Malaysia
FOKAN Minta Para Capres-Cawapres 2019 Serius Canangkan Program P4GN
Polisi Tangkap 5 Tersangka Jaringan Narkoba Malaysia-Batam-Jakarta dengan 7 Kg Barang Bukti Sabu
Polisi Menangkap Janda dan Pacarnya di Rumah Mewah Dijadikan Pabrik Sabu Rumahan
Ditnarkoba Polda Metro Jaya Menggagalkan Peredaran Narkoba Sabu 50 Kg dan Ekstasi 43.000 Butir
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Polda Metro Jaya Menangkap 7 Tersangka Jaringan Narkotika Internasional - Malaysia
Refleksi Mubes Pers Indonesia: Belajar untuk Berdemokrasi
Brigjen Maruli Simanjuntak Resmi Jabat Danpaspampres
Public Service Tak Kenal Untung Rugi
Fahri Hamzah: AS Tak Bisa Diharapkan Wujudkan Kemerdekaan Palestina
Cina dan Perlakuan pada Muslim Uighur: Yang perlu Anda Ketahui
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polda Metro Jaya Menangkap 7 Tersangka Jaringan Narkotika Internasional - Malaysia
Refleksi Mubes Pers Indonesia: Belajar untuk Berdemokrasi
Permasalahan Tumpahan Minyak Montara, Ini Tanggapan Dirjen AHU Kemenkumham
Ngawur!, Petani Sawit Butuh Solusi Harga Turun, Kok Malah Diminta Tanam Pete Jengkol
Polisi Melakukan 20 Adegan Rekonstruksi Pengeroyokan Anggota TNI oleh Juru Parkir
Demo SP JICT ke BUMN: Kembalikan JICT Koja ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]