Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Hoax
Sukseskan Pemilu Damai 2019, PB HMI: Strategi Jitu Tangkal Isu Hoax, Intoleransi dan Radikalisme
2018-10-18 12:53:10

Silaturahmi dan Talkshow bertajuk 'Strategi Jitu Tangkal Isu Hoax, Intoleransi dan Radikalisme Menuju Pemilu 2019 Damai Demi Keutuhan NKRI' oleh PB HMI di Gedung Jakarta Design Center, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (18/10).(Foto: BH /mos)
JAKARTA, Berita HUKUM - Guna mensukseskan Pemilihan Umum 2019 berlangsung dengan damai, Polri terus melakukan berbagai langkah strategis yang bersentuhan langsung dengan seluruh komponen masyarakat.

Hal itu disampaikan perwakilan Baintelkam Mabes Polri AKBP Syuhaimi dalam Silaturahmi dan Talkshow bertajuk 'Strategi Jitu Tangkal Isu Hoax, Intoleransi dan Radikalisme Menuju Pemilu 2019 Damai Demi Keutuhan NKRI' yang diadakan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) di Gedung Jakarta Design Center, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (18/10).

"Acara ini adalah bentuk kepedulian kami kepada seluruh elemen masyarakat, kita bisa saling sharing dan berdiskusi apa yang menjadi perhatian publik pada diskusi kali ini. Silaturahmi ini merupakan media komunikasi dan pendekatan dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan NKRI menuju Pemilu damai 2019 demi keutuhan NKRI," ujarnya.

Mantan narapidana teroris yang menjadi salah satu pembicara pada kesempatan ini, Yudi Zulfahri, menegaskan bahwa sikap kritis terhadap paham radikalisme sangat penting dimiliki oleh seluruh masyarakat. "Karena kalau kita cuek kelompok radikalimse akan terus menyebarkan pengaruh dan ideologinya," kata Yudi.

Dosen Universitas Paramadina Aan Rukmana menyampaikan, peningkatan pembangunan bangsa, juga merupakan salah satu komponen penting dalam mengantisipasi hoax, intoleransi dan radikalisme. "Memperkuat civil society dan membentuk karakter masyarakat. Insya Allah jika itu diperkuat, isu-isu hoax bisa diantisipasi. Kita harus fokus pada pendidikan karakter, moral dan ahlak," paparnya.

Fungsionaris PB HMI, Andi Satria menyebutkan bahwa hoax harus diantisipasi, sebab hoax merupakan pemicu konflik di masyarakat. "Bahwa memasuki tahun politik jelang 2019 sudah banyak yang buat hati kita resah, banyak fenomena sosial yang terjadi di masyarakat banyak berita hoax, ini yang merupakan akar permasalahan dari konflik horizontal yang terjadi di masyarakat," jelasnya.

Sementara, CEO Langit Digital, Heriski Kurniawan, mengimbau agar masyarakat dapat secara bijaksana dalam menggunakan media sosial. "Untuk menanggulangi tentang isu hoax yang pertama hati-hatilah dengan judul provokasi. Teman-teman harus cross check dahulu jika dapat informasi, lalu cermati alamat situs atau sumber, periksa faktanya, cek keaslian foto dan ikut serta dalam group anti hoax. Jadilah pengguna media sosial yang smart," tandasnya.(bh/mos)

Share : |

 
Berita Terkait Hoax
Polda Metro Jaya Melimpahkan Berkas Perkara Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan Tinggi DKI
Simpatisan Prabowo Laporkan Akun Twitter @HusinShihab Diduga Provokatif Penebar Fitnah
Pihak IndonesianLeaks Sesalkan Bawa Karya Jurnalistik ke Proses Hukum
Laporan Indonesianleaks Buku Merah: Antara Berita dan Bukti Hukum
Komunitas Jurnalis Pesantren Ajak Masyarakat dan Media Massa Perangi Hoax untuk Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Mabes Polri Limpahkan Kasus Tersangka Ketua DPRD Alphad Syarif ke Kejari Samarinda
Reuni Akbar PA 212 Diduga Bermotif Politik
Wakapolda Metro Jaya: Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi karena Sakit Hati
Kebakaran Hutan California: Jumlah Orang Hilang Melonjak Menjadi 631 Jiwa
HNW: Kedaulatan Rakyat Bukan Sekedar Jargon
Kasus Proyek Jalan dan Jembatan Bangkuang - MTU, Jaksa Sasar Kantor Bupati dan DPRD Buntok
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Wakapolda Metro Jaya: Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi karena Sakit Hati
Keabsahan dan Eksistensi Anggota Dewan Pers Dituding Cacat Hukum
Rizal Ramli Minta Undang-Undang BPJS Segera Direvisi
Mendikbud Resmikan Peluncuran 10 Seri Buku Berjudul 'Karya Lengkap Bung Hatta''
Kombes Hengki: Polisi Menangkap 23 Preman pada 2 Lokasi di Kalideres
Tingginya Tingkat Pengangguran Lulusan SMK Dipertanyakan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]