Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pembunuhan
Subdit IV Jatanras Rekonstruksi Kasus Menewaskan Abi Qowi di TKP Rumahtua Vape Shop
2017-10-05 14:22:21

Tampak Kanit Jatanras Unit IV Ditkrimum Polda Metro Jaya, AKP Heru Cahyono dan para tersangka saat rekonstruksi kasus pengeroyokan i tempat kejadian di Rumahtua Vape Shop, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Kamis (5/9).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit IV Jatanras Direskrimum Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi kasus pengeroyokan yang menewaskan Abi Qowi Suparto (20), karena diduga mencuri satu set vape (rokok elektrik), rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) di Rumahtua Vape Shop, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Kamis (5/9).

Kanit Jatanras Unit IV Ditkrimum Polda Metro Jaya, AKP Heru Cahyono menyampaikan rekonstruksi menghadirkan empat tersangka yaitu RSH (34), FKF (39), AA (50), dan APW (20). Korban dipukul secara berbarengan di bagian kepala korban, ada yang menggunakan besi dan juga menggunakan tangan kosong.

"Kesimpulannya (meninggal), akibat pemukulan benda tumpul. Di bagian kepala dan dada," ujar Heru Cahyono di lokasi, Kamis (5/10).

Akibat pemukulan di bagian kepala, pembuluh darah korban pecah dan akhirnya meninggal dunia. Pelaku tak hanya sekali memukul korban dengan besi, tapi berkali-kali. Keempat pelaku juga bergiliran memukul korban.

Korban dipukul karena diduga mencuri vape yang ada di toko vape milik pelaku. Menurut keterangan pelaku, korban mengakui telah mencuri rokok elektrik itu.

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya membongkar makam untuk melakukan otopsi terhadap jasad Abi Qowi Suparto (22), korban pengeroyokan atau persekusi oleh pegawai toko Rumah Tua Vape di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 29 Agustus 2017 lalu. Abi Qowi dikeroyok hingga meninggal dunia setelah dituduh mencuri satu set paket vape atau rokok elektronik senilai Rp 1,6 juta.(bh/as)



Share : |

 
Berita Terkait Pembunuhan
Wakapolda Metro Jaya: Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi karena Sakit Hati
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Berdasarkan Petunjuk Darah di Mobil Nissan
Misteri Kematian 2 Perempuan Saudi Jasadnya Ditemukan Terikat di Sungai Hudson New York
Polisi Menangkap Otak Pelaku Pembunuhan Penembakan Herdi Sibolga di Jelambar
Terjadi Pembunuhan, Keluarga Korban Asli Dayak Demo Tuntut THM Mitra Pub Cafe Samarinda Ditutup
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Gus Anam Mengimbau Agar Semua Pihak Menolak Radikalisme dan Intoleransi
Peresmian Pom Bensin/ SPBU Baru di Desa Aur Ringit, Tanjung Kemuning, Kaur
Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2019, Polri Adakan Silaturahmi ke Pesantren
KSPI Mendesak Semua Provinsi Tetapkan UMK di Atas PP 78/2015
Mabes Polri Limpahkan Kasus Tersangka Ketua DPRD Alphad Syarif ke Kejari Samarinda
Reuni Akbar PA 212 Diduga Bermotif Politik
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KSPI Mendesak Semua Provinsi Tetapkan UMK di Atas PP 78/2015
Wakapolda Metro Jaya: Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi karena Sakit Hati
Keabsahan dan Eksistensi Anggota Dewan Pers Dituding Cacat Hukum
Rizal Ramli Minta Undang-Undang BPJS Segera Direvisi
Mendikbud Resmikan Peluncuran 10 Seri Buku Berjudul 'Karya Lengkap Bung Hatta''
Kombes Hengki: Polisi Menangkap 23 Preman pada 2 Lokasi di Kalideres
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]