Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Curanmor
Subdit 6 Ranmor Dit Reskrimum PMJ Menangkap 1 Pelaku dan 6 Penadah Penggelapan Mobil
2019-03-14 19:05:35

JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit 6 Ranmor Dit Reskrimum Polda Metro Jaya menangkap 1 pelaku dan 6 penadah penggelapan mobil dengan modus sebagai sopir pribadi WNA Korea.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan berdasarkan laporan Dadang Iskandar yang memasukan kerja tersangka AH als A als D (39) sebagai supir pribadi.

"Setelah AH als A als D diterima kerja sebagai supir pribadi WNA Korea. 2 hari kemudian, tersangka membawa kabur mobil majikannya ke daerah Jawa Tengah," terang Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (14/3).

Menurut Argo, pada hari Rabu tanggal 19 Desember 2018 tersangka AH als D als A masuk hari pertama menjadi sopir pribadi WNA Korea yang berkantor di Gedung Menara Jamsostek Tower Utara Jl. Gatot Subroto Kav. 38 Kuningan, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Pada saat WNA Korea akan pulang kerja, tersangka AH als D als A sudah tidak dapat dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya," ujar Argo.

Selanjutnya, tim 6 Subdit Ranmor bekerja berdasarkan laporan melacak keberadaan mobil di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Setelah pelaku teridentifikasi anggota melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku, pada tanggal 14 Februari 2019 di Tegal, Jawa Tengah," tambah Argo.

Total barang bukti yang berhasil disita sebanyak 53 unit kendaraan roda empat berbagai jenis dan merk.

Inisial para tersangka sebagai berikut 1 eksekutor AH als A als D dan 6 penadah AB als B, ES als S, RH als R, AY als A, EL als E, serta HJ als A.

Tersangka dikenakan Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP dengan hukuman 4 tahun penjara.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Curanmor
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Seruan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia, Habib Lutfi: Jaga Persatuan NKRI!
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Menteri Agama terkait Kasus Suap Jual Beli Jabatan
Fahri Hamzah: Pemilu 2019 Makan Korban Hingga Ratusan Jiwa, Akibat Salah Disain Sejak Awal
Dinsos Kaur Mengutus 5 Pendamping Kube Pelatihan ke Bekasi
BPN Prabowo Buka Posko Pengaduan di Jawa Barat
IT BPN: Ada 'Kecurangan Digital' akan Menyamakan Hasil Quick Count dengan Hitungan Manual
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Situng Bermasalah, Bawaslu Surati KPU untuk Berhati-hati karena Sangat Sensitif
Ternyata, Jokowi Kalah Telak di Kompleks Paspampres
Fadli Zon Minta KPU Konsentrasi Pada Pengamanan Suara Rakyat
Jemaah Haji Tak Dibebani Pembiayaan Tambahan BPIH
Ini Kata KPK Soal Pengakuan Tersangka Bowo Terima Uang dari Mendag Enggartiasto
Data C1 Tak Seluruhnya Benar, C Plano Adalah Kunci
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]