Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Zimbabwe
Setelah 37 Tahun Berkuasa, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Mundur
2017-11-23 00:08:00

ZIMBABWE, Berita HUKUM - Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe, sudah mengundurkan diri, seperti dinyatakan Ketua Parlemen, Jacob Mudenda. Pengunduran diri ini ditempuhnya pada hari parlemen Zimbabwe memulai proses pemakzulan terhadapnya, Selasa (21/11), menyusul pengambilalihan kekuasaan oleh militer pekan lalu.

Surat pengunduran Mugabe tidak menyebutkan penerusnya namun berdasarkan konstitusi maka seharusnya adalah wakil presiden saat ini, Phelekezela Mphoko, yang merupakan pendukung Grace Mugabe, istri Mugabe.

Namun para pejabat partai yang berkuasa, Zanu PF, mengatakan Emmerson Mnangagwa -wakil presiden yang sebelumnya dipecat Mugabe- akan diambil sumpahnya sebagai presiden dalam waktu 48 jam.

Dan Mudenda mengatakan langkah-langkah sedang ditempuh untuk menjamin pemimpin baru akan mengambil alih kekuasaan paling lambat Rabu (22/11) waktu setempat.

Wartawan BBC, Ben Brown, yang berada di salah teras gedung di ibu kota Harare yang mengarah ke Gedung Parlemen Zimbabwe, mendengar sorak-sorai dan suara klakson mobil bertubi-tubi untuk merayakan pengunduran Mugabe.

Mugabe yang sudah memerintah sejak kemerdekaan tahun 1980 lalu sedang menjalani proses pemakzulan saat mengundurkan diri, antara lain didakwa membiarkan istrinya 'merebut kekuasaan konstitusional' dengan berupaya menempatkan diri sebagai penerusnya.

Sebuah surat dari Mugabe menyatakan keputusan itu diambil secara sukarela untuk memungkinkan peralihan kekuasan dengan lancar, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

"Saya Robert Gabriel Mugabe berdasarkan pasal 96 konstitusi Zimbabwe dengan ini secara resmi menyampaikan pengunduran diri... dengan segera," kata Jacob Mudenda saat membacakan surat Mugabe.

Pengumuman yang mengejutkan ini langsung menghentikan sidang parlemen yang sedang membahas upaya pemakzulannya.

Para anggota parlemen dilaporkan bersorak-sorai menyambut pengumuman itu sementara ribuan warga langsung merayakannya di jalanan.

Warga yang turun ke jalan antara lain membawa poster bergambar pimpinan angkatan bersenjata, Jenderal Constantino Chiwenga, dan mantan wakil presiden Emmerson Mnangagwa, yang dipecat Mugabe.

Pria berusia 93 tahun ini awalnya menolak untuk mundur walau militer sudah mengambil alih kekuasaan dan warga turun ke jalan menentang kepemimpinannya.

Dia berhasil meraih kemenangan dalam pemilihan presiden namun beberapa di antaranya diwarnai dengan kekerasan atas para penentangnya.

Berita pengunduraan diri Mugabe ini juga mendapat komentar dari beberapa pengguna Facebook BBC Indonesia, seperti Abna Bangsu yang menulis ,"Sepantasnya jika dilihat dari kacamata Demokrasi, salam Demokras buat rakyat Zimbabwe."

Sementara John Libert berkomentar, "Soeharto-nya Zimbabwe."

Berikut isi surat pengunduran diri Mugabe, seperti yang dibacakan Mudenda:

Pemberitahuan pengunduran diri sebagai Presiden Republik Zimbabwe

Dalam ketentuan Pasal 96, Sub-Bab 1, Konstitusi Zimbabwe, Amandemen nomor 20 tahun 2013.

Melanjutkan komunikasi lisan saya dengan Ketua Majelis Nasional, Jacob Mudenda pada pukul 13.53, 21 November 2017, mengisyaratkan niat saya untuk mengundurkan diri sebagai Presiden Republik Zimbabwe.

Saya, Robert Gabriel Mugabe, sesuai Pasal 96, Sub-Bab 1 Konstitusi Zimbabwe, dengan ini secara resmi mengajukan pengunduran diri saya sebagai Presiden Republik Zimbabwe dengan segera.

Keputusan untuk mengundurkan diri ini saya lakukan secara sukarela dan muncul dari keprihatinan saya atas kesejahteraan rakyat Zimbabwe, serta keinginan saya untuk memastikan peralihan kekuasaan yang mulus, damai, dan tanpa kekerasan sehingga mewujudkan keamanan nasional, perdamaian, dan stabilitas.

Mohon untuk memberi pemberitahuan ini kepada publik atas pengunduran diri saya sesegera mungkin, seperti yang ditulis dalam Pasal 96, Sub-Bab 1 Konstitusi Zimbabwe.

Salam sejahtera,

Robert Gabriel Mugabe, Presiden Republik Zimbabwe.(dbs/BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Zimbabwe
Setelah 37 Tahun Berkuasa, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Mundur
Kuasai TV Nasional, Militer Zimbabwe Bantah 'Lengserkan Pemerintah'
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Sandiaga Kembali Dilaporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Tahun 2011
Sepasang Kekasih Dibegal di Jembatan 3 Pintu Masuk Pertamina Kelapa Gading
Demi Sang Merah Putih Berkibar Aksi 'Heroik' Anak SMP di Atambua Panjat Tiang Bendera
Pemerintah Diharapkan Tidak Impor Beras Lagi
Kapolri Resmi Melantik Komjen Pol Ari Dono Sukmanto Menjadi Wakapolri
Ketua MPR: Stabilitas Ekonomi Harus Terjaga
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Demi Sang Merah Putih Berkibar Aksi 'Heroik' Anak SMP di Atambua Panjat Tiang Bendera
Yusril Ihza Mahendra: PBB Tidak Akan Netral di Pilpres 2019
Desa Air Long Membangun Gudang Desa dari Program Dana Desa
Komjen Pol Syafruddin Dilantik Menjadi Menteri PAN-RB Gantikan Asman Abnur
PB HMI akan Berperan Aktif Dukung Bawaslu dan Polri Sukseskan Pemilu Damai 2019
Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup 7 Ruas Tol Selama Asian Games 2018
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]