Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Begal
Semua Kapolres Diperintahkan Operasi Begal dan Jambret Jelang Asian Games
2018-06-29 23:35:52

Tampak Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dan Kapolres Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi beserta jajaran saat jumpa pers, Jumat (29/6).(Foto: Istimewa)
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa, pihaknya telah mendapat perintah dari Pimpinan untuk melaksanakan operasi terhadap aksi begal dan jambret. Operasi tersebut diselenggarakan dalam upaya menciptakan kondisi aman menjelang Asian Games.

"Bahwa ini adalah perintah Pak Kapolda untuk melaksanakan operasi begal dan jambret di Jakarta. Jadi semua Kapolres diperintahkan melaksanakan operasi begal dan jambret yang berkenaan dengan Asian games," ujar Argo di Polres Jakarta Barat, Jumat (29/6).

Diharapkan dengan adanya operasi tersebut tercipta rasa aman pada seluruh warga masyarakat yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. "Agar terasa aman dan nyaman peserta melakukan pertandingan Asian games. Itu perintah Pak Kapolda," tutur Argo.

Dengan digelarannya operasi tersebut, Polres Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus kejahatan yang dialami salah seorang pejabat sebuah Kementerian republik ini.

"Bahwa tersagka inisial A berperan mengambil barang dan ada driver motornya. Jadi ini dilakukan penangkapan dan lidik selama tiga hari. Ternyata berhasil," kata Argo.

Sementara itu, Kapolres Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi mengatakan bahwa kasus penjabretan tersebut telah sempat viral di media sosial sebelumnya. Namun korban tidak melaporkannya ke aparat keamanan.

"Jadi kasus ini diawali dengan kejadian tanggal 24 pukul 08.00 Wib pagi. Kasus ini sempat viral, tapi belum lapor. Kami proaktif dengan membentuk tim khusus. Tim bekerja 24 jam melakukan lidik dan anev. Sampai menemukan entri poin atau pintu masuk untuk mengungkap kasus ini. Karena yang susah mengungkap kasus ini yakni menemukan entri poin. Alhamdulillah hari kedua kami temukan entri poin. Kita tangkap salah satu tersangka. Kemudian kita kembangkan akhirnya kita temukan," kata Hengki.

"Kami membentuk tim khusus, bukan semata korban adalah pejabat. Tetapi karena dari analisa kami, jambret selama ini tidak mengakibatkan luka berat. Nah korban luka berat ada luka di bahu kiri. Dari entri poin, terungkap suatu hal yang cukup memprihatinkan dan justru menguntungkan kami selaku penyidik, ternyata ini sindikat besar yang ada di Jakarta. Kelompok ini biasa kumpul di Teluk Gong. Kumpul ditempat yang dinamakan tenda oranye. Ini ada beberapa kelompok. Setiap hari mereka bekerja menyebar ke seluruh Jakarta," sambung Hengki.

Dijelaskan Hengki bahwa, jambret yang berkumpul di Teluk Gong itu umumnya merupakan mantan narapidana. "Hasil penyelidikan kami, jambret yang bermarkas di Teluk Gong, itu rata-rata adalah residivis. Karenanya langkah ke depan, berdasarkan kebijakan Pak Kapolri dan Kapolda kita akan intensifkan. Kita beruntung entri poin kita dapatkan. Dari beberapa tersangka, kita sudah temukan korbannya. Untuk tersangka kita kenakan pasal 365 KUHP," jelas Hengki.(bh/as)


Share : |

 
Berita Terkait Begal
Polisi Menembak Mati Pelaku Pembegal Wanita di Pekajon Tangerang
Bimmas Polsek Senen Ungkap Kasus Curanmor Kurang dari 45 Menit
Semua Kapolres Diperintahkan Operasi Begal dan Jambret Jelang Asian Games
Penghargaan Diberikan pada Aksi Berani Melawan Begal di Jembatan Summarecon Bekasi
Polres Jakbar Menangkap Kawanan Perampok Bersenpi, 1 Orang Begal Tewas
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bertarung di Dapil Sumut 1, Camel Petir Optimis Dapat Melenggang ke Senayan
KPN-GP 2019 Gelar Deklarasi 'Kami Mau Prabowo Presiden 2019'
Kalapas Sukamiskin Wahid Husen dan Suami Inneke Koesherawati Kena OTT KPK
Tsunami Media Maya, Kekerasan Bentuk Baru Tersembunyi
Demo Karyawan Pertamina: Copot Menteri BUMN dan Hentikan Jual Aset Pertamina
Fahri Hamzah: Cara Pemerintah Mengelola BUMN Mengkhawatirkan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KPN-GP 2019 Gelar Deklarasi 'Kami Mau Prabowo Presiden 2019'
Demo Karyawan Pertamina: Copot Menteri BUMN dan Hentikan Jual Aset Pertamina
Fahri Hamzah: Cara Pemerintah Mengelola BUMN Mengkhawatirkan
Mobil Neno Warisman Terbakar Saat Terparkir di Depan Rumahnya
Anggota DPR RI: Utang BUMN Sudah Lampu Merah
Presiden PKS Sohibul Iman Dijadwalkan Diperiksa Kembali terkait Laporan Fahri
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]