Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilkada
Sebut Pemerintah Maluku 'Tidur', Murad Ismail Siap Rebut Kursi Gubernur
2018-01-07 07:05:51

Ilustrasi. Calon Gubernur Maluku, Irjen. Pol. Drs. Murad Ismail.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Calon Gubernur Maluku, Murad Ismail ingin memajukan berbagai potensi di daerah kelahirannya, yang menurut pria kelahiran Waihaong, Maluku ini pemerintah daerah sedang 'tertidur'.

"Saya ingin maju ini, karena inilah kesempatan yang terbaik buat saya. Tuhan memberikan saya kelebihan, jabatan, pangkat. Saya kenal menteri, saya mengajak para pengusaha besar di sini. Pemerintah daerah ini tidur, kita tahu sendiri Maluku itu kayanya luar biasa, kaya lautnya, pertaniannya juga luar biasa," ujar Murad, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/1).

Irjen. Pol. Drs. Murad Ismail membeberkan kegelisahannya, lantaran Maluku masyarakatnya banyak yang masih miskin. "Maluku termiskin ke 4 dari provinsi-provinsi di Indonesia. Saya kasihan melihat Maluku seperti sekarang ini. Padahal kita punya tambang emas, kita punya minyak, kita punya gas," tuturnya.

Kepala Korps Brimob Polri, peraih sembilan tanda jasa dari Polri ini mengungkapkan diantara harapannya jika kelak dipilih sebagai Gubernur Maluku.

"Saya punya rencana begini, yakni begitu nelayan berlayar tangkap ikan, dia sudah tahu harganya berapa. Laut kita banyak ikan tuna tapi tidak ada pabrik ikan tuna, kadang-kadang ikan itu terbuang percuma, karena tidak ada yang menampung. Kalau saya jadi gubernur saya bangun penampungan dan ekspor ikan kelas satu keluar negeri," janji Murad.

Mengenai pendidikan, bakal diupayakan sekolah gratis sampai tingkat SMA dan soal kesehatan ibu anak yang pelayannya akan dimaksimalkan.

"Pendidikan itu penting, banyak sekali anak-anak kita ini miskin, dari SD sampai SMA ada yang putus sekolah, pasti saya kembalikan soal sekolah gratis. Kemudian soal kesehatan, terutama kesehatan ibu dan anak, itu beberapa dokter saya komunikasi, katanya pelayanan kesehatan kita jelek, dan tingkat kematian ibu saat melahirkan sampai 70 persen. Nantinya kita berusaha memberikan pelayanan kesehatan yang baik," tegas Murad.

PDI Perjuangan resmi mengusung pasangan calon Gubernur dan wakil gubernur Murad Ismail-Barnabas Orno untuk maju pada Pilkada 2018 mendatang.

Pasangan itu diumumkan langsung oleh Ketua Umum DPP PDI-P Megawari Soekarnoputri di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/12) lalu.(bh/db)

Share : |

 
Berita Terkait Pilkada
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
TNI Dirikan 1.300 MCK Darurat di Pengungsian Palu
Pemerintah Myanmar Harus Dibawa ke Mahkamah Internasional
Fahri Hamzah Usul Lapangan Tembak Dipindah
Polisi Menangkap Penembak Diduga Peluru Nyasar di Ruang Anggota Komisi III DPR
Masyarakat Harus Lihat Peluang Baik dalam Penggunaan Teknologi Informasi
Komisi VIII Dorong Bantuan Korban Bencana Sulteng Cepat Tersalurkan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polisi Menangkap Penembak Diduga Peluru Nyasar di Ruang Anggota Komisi III DPR
Bupati Bekasi dan Petinggi Lippo Jadi Tersangka terkait Dugaan Kasus Suap Proyek Meikarta
Berutang Rp15 Triliun ke Bank Dunia untuk Pemulihan Lombok dan Sulteng Sama Saja Mengatasi Bencana dengan Bencana
Poyuono: Analogi RS Ibarat Orang Bakar Ban Mobil Berteriak Rumahnya Kebakaran
Ditlantas Polda Metro Jaya Sosialisasi Sistem E-TLE dengan Pembagian Brosur dan Pembentangan Spanduk
Jiwasraya Tunda Bayar Klaim Nasabah Menunjukkan Pengelolaan BUMN yang Buruk Selama Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]