Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu
SBY dan Zulkifli Hasan Kecewa dan WO Acara Deklarasi Damai karena Pendukung Jokowi-Ma'ruf Langgar Aturan
2018-09-23 19:38:46

SBY dan Zulkifli Hasan saat acara Deklarasi Pemilu Damai di Monas, Jakarta, Minggu (23/9).(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN) Zulkifli Hasan Walk Out (WO) dari acara deklarasi kampanye damai Pemilu 2019 yang diselenggarakan KPU RI di Monas Jakarta, Minggu (23/9).

Presiden ke-6 Indonesia, SBY memilih meninggalkan acara deklarasi damai karena rombongan mobil karnaval yang ditumpangi oleh SBY dan Zulkifli Hasan secara tidak menyenangkan didekati dan didesak oleh rombongan pendukung pasangan Jokowi -Makruf Amin yang membawa bendera Projo berteriak-teriak menyatakan dukungannya kepada Capresnya.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan, melalui video yang diunggahnya di laman Twitter @LawanPoLitikJW, Minggu (23/9), menyebutkan, hal tersebut sebagai bentuk protes keras kepada Komisi Pemilihan Umum ( KPU).

"Salam, selamat pagi. Pagi ini kami kecewa betul dengan deklarasi kampanye damai yang dilakukan oleh KPU, di mana KPU sebelumnya menyerahkan edaran kepada kami, seluruh partai, dan juga kepada calon presiden untuk tidak membawa alat peraga karena disediakan oleh KPU," jelas Ferdinand.

Namun, ujarnya, fakta di lapangan ternyata partai-partai pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin membawa alat peraga kampanye sendiri.

Selain itu, Ferdinand juga mempertanyakan kehadiran relawan Jokowi-Ma'ruf di lokasi.

"Dan yang paling membuat kami kecewa adalah ketika rombongan mobil karnaval yang ditumpangi oleh pak SBY, pak Zulkifli Hasan, Edi Suparno sekjen PAN, Agus Yudhoyono, Ibas, dan saya sendiri secara tidak menyenangkan didekati dan didesak oleh rombongan pendukung pak Jokowi yang membawa bendera projo berteriak-teriak menyatakan dukungannya kepada capres yang mereka dukung," ujarnya.

Menurut Ferdinand, hal tersebut sangat menggangu."Kami mengikuti aturan itu, ternyata mereka tidak mengikuti aturan itu. Kami merasakan terjebak dalam euforia permainan sekelompok Pak Jokowi," ungkap Ferdinand.

Bagi Ferdinand, deklarasi kampanye damai ini bukan ajang untuk berkampanye.

"Kami kecewa betul, kami tidak membawa alat peraga kampanye, demikian juga capres kami pak Prabowo tidak membawa karena kami mengikuti aturan," ungkap Ferdinand.

Ferdinand menyatakan kekecewaannya kepada kubu Jokowi-Ma'ruf Amin yang menurutnya tidak mengikuti aturan yang dibuat oleh KPU.

"Ini pak SBY dan pak Zulkifli Hasan telah kembali lebih dulu meninggalkan acara karena beliau berdua merasa tidak nyaman untuk meneruskan deklarasi kampanye damai tersebut. Kami menyatakan protes atas situasi ini kepada KPU," tegasnya.

Dalam cuitan lainnya, Ferdinand Hutahaean nampak memosting tangkap gambar pesan Whatsapp (WA) berisi aturan dari kegiatan deklarasi kampanye damai.

Ferdinand menjelaskan, bahwa tangkap gambar tersebut merupakan hasil forward dari KPU yang diterima oleh LO Partai Demokrat, Andi Nurpati pada Sabtu (22/9) malam.

Ferdinand menuliskan, pendukung Jokowi telah melanggar ketentuan KPU nomor 3.

"Ini Forward WA dr @KPU_ID yg diterima LO kami ibu Andi Nurpati td mlm.

Ketentuan No 3, jelas dan terang dilanggar oleh Pendukung Pak Jokowi.

Sementara itu @Gerindra @PDemokrat PAN @ZUL_Hasan PBB @Yusrilihza_Mhd serta Berkaya @TitiekSoeharto mengikuti aturan. Deklarasi Gagal," tulis Ferdinand.

Berikut isi tulisan dalam tangkap gambar yang diunggah Ferdinand.

"FWD: Dari KPU via Bu AN (masuk jam 1 dini hari):

Assalamu'alaikum wr.wb.
Selamat dini hari, salam sejahtera..

Yth.
Bpk/Ibu LO Paslon Presiden/Wakil Presiden dan LO partai politik

Menyampaikan update rules keg karnaval jalan kaki Deklarasi Kampanye Damai, sebagai berikut:

1. Peserta jalan kaki untuk masing2 rombongan berjumlah paling banyak 100 org;
2. Dalam setiap rombongan tsb, paling sedikit harus ada 34 org yg mengenakan pakaian adat/tradisional. Sisanya dapat mengenakan pakaian identitas pastai/paslon;
3. Seluruh peserta karnaval jalan kaki tidak diperkenankan membawa alat peraga kampanye, karena sdh difasilitasi oleh KPU.

Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih."

Sementara, SBY sempat mengikuti karnaval jalan kaki. KPU, Bawaslu, DKPP, dan seluruh peserta pemilu 2019 turut dalam pawai. Namun, Ketua Umum Demokrat itu tiba lebih awal di halaman Monas, Minggu pagi (23/9).

"Pak Hinca, ini panitia bukan. Kami tertib , tapi mereka melanggar semua. Demokrasi tertib sesuai aturan tapi sudah berkampanye," ujar SBY.(apo/TribunWow/bh/sya)



Share : |

 
Berita Terkait Pemilu
Jelang Pemilu 2019, Ketua DPR Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian
Jelang Pemilu 2019, Politik Identitas, Radikalisme dan Terorisme Berpotensi Ganggu Stabilitas NKRI
E-KTP Diperjual Belikan, Mardani: Ini Kejadian Luar Biasa
Komisi II Minta Pemerintah Pastikan Kesiapan Pemilu 2019
Tahun Politik, Butuh Penyejuk dari Tokoh Lintas Agama
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Barito Selatan Gelar Perkara Bersama KPK Kasus Dugaan Korupsi Proyek Senilai Rp 300 M
Polisi Melakukan 20 Adegan Rekonstruksi Pengeroyokan Anggota TNI oleh Juru Parkir
Demo SP JICT ke BUMN: Kembalikan JICT Koja ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Kapolri Tito Karnavian Meminta Seluruh Jajaran Divisi Humas Polri Mendekatkan Diri dengan Media
Palestina jadi Isu Utama Agenda Diplomasi Parlemen
Ikut Gerad Pique, Shakira Didakwa Menggelapkan Pajak di Spanyol Rp 233 M
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polisi Melakukan 20 Adegan Rekonstruksi Pengeroyokan Anggota TNI oleh Juru Parkir
Demo SP JICT ke BUMN: Kembalikan JICT Koja ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Kapolri Tito Karnavian Meminta Seluruh Jajaran Divisi Humas Polri Mendekatkan Diri dengan Media
Gedung Sasono Utomo TMII Akan Menjadi Saksi Sejarah Pembentukan Dewan Pers Independen
Prabowo Naik Ojol Ikut Kopdar Forgab Roda 02 di Sirkuit Sentul
Diskusi Publik: Menyoal Kejahatan Korporasi terhadap Reklamasi Teluk Jakarta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]