Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Century
SBY: Tangkap dan Penjarakan Saya Kalau Fitnah Itu Benar
2018-09-17 07:55:13

JAKARTA, Berita HUKUM - Menanggapi isu yang beredar baik di media mainstream maupun media sosial yang seolah-olah SBY, Presiden RI Ke-6 dan kini Ketua Umum Partai Demokrat melakukan pencucian uang yang sangat besar (Rp 177 triliun) berkaitan dengan bailout Bank Century 10 tahun yang lalu, SBY menyampaikan tanggapannya di Jakarta kemarin, (14/9)

SBY dengan tenang namun tegas, meskipun kelihatan kalau menahan emosinya, mengatakan, "Tangkap dan penjarakan saya kalau fitnah itu benar. Kalau tidak benar, saya tuntut yang mengeluarkan dan menyebarluaskan fitnah itu sebesar Rp 177 triliun (sama dengan angka yang dimuat dalam berita Harian Rakyat Merdeka 14 September 2018).

"Uang itu selanjutnya semuanya akan saya serahkan kepada saudara-saudara saya rakyat Indonesia yang kurang mampu. Kalau memang ksatria dan bertanggung jawab, yang menuduh saya melakukan pencucian uang dengan jumlah yang sulit saya bayangkan itu, apakah orang asing atau sesama bangsa Indonesia, politisi, intel atau Jenderal, termasuk yang ada di barisan penguasa, mari kita selesaikan urusan ini. Jangan lempar batu sembunyi tangan. Jangan memancing di air keruh."

Di samping itu SBY juga mengatakan, "Apa politik itu harus begini? Apakah fitnah yang keji dan pembunuhan karakter terhadap saya ini dikaitkan dengan pemilihan umum 2019 ini? Apakah memang saya dianggap sebagai orang yang mengganggu kepentingan pihak-pihak tertentu di negeri ini? Apakah sebagai warga negara, saya tidak boleh menyampaikan pandangan dan pilihan politik saya? Apakah saya harus mengasingkan diri di sebuah pulau terpencil, seperti di era penjajahan dulu, supaya saya tidak bisa berbicara dan melakukan kegiatan politik?"

Selanjutnya, SBY mengatakan, "Dugaan penyimpangan dan korupsi dalam bail-out Bank Century ketika Indonesia terdampak oleh krisis global 2008 dulu, sebenarnya sudah dilakukan berbagai langkah penanganan, baik yang bersifat politik maupun hukum. Yang bersifat politik, DPR RI telah membentuk Pansus dan melakukan langkah-langkah investigasi berskala besar dan telah menghasilkan sejumlah rekomendasi, bahkan dilanjutkan dengan pengawasan.

"Sementara itu, KPK juga telah melakukan tugasnya, guna menindaklanjuti rekomendasi DPR RI, dan hasilnya juga sudah diketahui oleh publik. Meskipun itu bukan domain Presiden, dan bukan saya pribadi yang mengambil keputusan, berkali-kali saya katakan bahwa bailout Bank Century yang diambil oleh BI dan pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Keuangan, benar-benar untuk menyelamatkan perekonomian kita dari krisis ekonomi global. Tidak ada konspirasi jahat apapun di pihak negara, termasuk pemerintah. Gubernur BI Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani juga punya niat dan tujuan yang baik. Sesuai dengan kewenangan yang diberikan Undang-Undang, mereka mesti mengambil keputusan dan kebijakan cepat agar tidak terjadi krisis di bidang perbankan, seperti yang terjadi di tahun 1998 dulu. Semuanya sah. Saya sangat yakin, tak ada penyimpangan hukum, apalagi korupsi, yang dilakukan Pak Boediono dan Ibu Sri Mulyani. Pak Boediono, Ibu Sri Mulyani, Para mantan Menteri KIB dulu hampir semuanya masih ada. Bicaralah. Sampaikan kebenaran. Jangan takut."

SBY juga membandingkan dengan penanganan kasus-kasus besar yang lain.
"Coba bandingkan apa yang dilakukan DPR RI dan penegak hukum terhadap Bank Century dengan kasus-kasus besar yang lain, misalnya kasus BLBI. Dugaan penyimpangan BLBI jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Bank Century. Namun, masyarakat menilai sepertinya kasus ini mengendap atau menghilang. Padahal, yang diinginkan rakyat adalah keadilan, termasuk keadilan dalam penegakan hukum."

SBY juga mengatakan dirinya tak mau latah mengatakan bahwa dimunculkannya isu Bank Century ini sebuah pengalihan isu.

"Tak baik menuduh ini sebagai pengalihan isu. Namun, sebagian masyarakat memang mengatakan ketika ada penegakan hukum yang tengah dilakukan KPK, dan menyebut nama-nama tokoh besar beserta sejumlah partai politik, SBY dan Demokrat diserang lagi."

SBY juga mengenang ketika Pilkada Jakarta 2017 berlangsung, dan dirinya dihajar bertubi-tubi lantaran dia berseberangan dengan pilihan penguasa.

"Yang saya alami sekarang ini sama dengan ketika Pilkada Jakarta 2017 lalu. Saya dihajar bertubi-tubi. Dari satu fitnah ke fitnah yang lain. Ketika saya datangi orang-orang penting di negeri ini untuk saya lakukan klarifikasi, semuanya menyangkal dan cuci tangan. Tapi, saya ini, bukan anak kecil."

Menutup responsnya SBY mengatakan "Sampai sekarang masih saja ada yang menuduh SBY, Tim Sukses SBY dalam Pilpres 2009 dan Partai Demokrat, terima aliran dana yang besar dari Bank Century. Seratus persen itu fitnah. Yang memfitnah juga telah dijatuhi hukuman karena secara hukum tidak terbukti. Kenyataanya memang tidak ada aliran dana seperti itu."(RakyatMerdeka/Omar/dik/demokrat/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Kasus Century
Asia Sentinel Akhirnya Minta Maaf Ke SBY, Partai Demokrat dan Rakyat Indonesia
SBY: Tangkap dan Penjarakan Saya Kalau Fitnah Itu Benar
Demo HMS Tuntut Sri Mulyani dan Boediono Mesti Dimeja Hijaukan terkait Kasus Bank Century
Diluncurkan, Buku Tim Sembilan Membongkar Skandal Century
Timwas Century Minta Pemerintah Serahkan Potensi Aset Yang Bisa Dikembalikan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ribuan Orang Demo Mendesak Taiwan Merdeka dari Cina
Napak Tilas Perjuangan Jenderal Sudirman, Ribuan Kader Hizbul Wathan dalam Mendidik Generasi Penerus Bangsa
Ombudsman Harus Kawal Layanan Publik
2 Hari Ini, Prabowo-Sandi Dijadwalkan Bersafari Politik di Jawa Timur #PrabowoSandi
Ketum GL-Pro 08 Bakal Laporkan Pendemo yang Menghina Gubernur Anies Baswedan
Ketum Airlangga Hartarto: Rakornis Bappilu Golkar Siap Atur Strategi Kemenangan Pemilu 2019
Untitled Document

  Berita Utama >
   
2 Hari Ini, Prabowo-Sandi Dijadwalkan Bersafari Politik di Jawa Timur #PrabowoSandi
Partai Golkar Ziarah ke TMPN Kalibata, Berikut Do'a HUT ke-54 dan Kemenangan
Gerindra Minta Pemerintah Setop Klaim Divestasi Saham Freeport
Belum Ada Se-Rupiah pun Pembayaran Pembelian Saham PT Freeport
Sukseskan Pemilu Damai 2019, PB HMI: Strategi Jitu Tangkal Isu Hoax, Intoleransi dan Radikalisme
Ini Do'a Titiek Soeharto untuk Ulang Tahun Prabowo Subianto
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]