Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Award
Risma dan Yoyok Mendapat Penghargaan BHACA Ke 6
Thursday 05 Nov 2015 08:55:48

Tampak suasanan saat konferensi pers Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) bertema 'Semangat Bersih Demi Negeri' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada, Rabu (4/11).(Foto: BH/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Di tahun 2015 ini Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) yang merupakan penganugerahan yang keenam (6) kalinya, akan memberikan penghargaan kepada dua orang sosok individu yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat luas di Indonesia, berkat integritas tinggi dan dinilai berhasil melakukan inovasi dalam sektor pelayanan publik dan birokrasi pemerintahan.

"Pemberian penghargaan ini dapat memberikan semangat baru dalam usaha melawan korupsi, di tengah meningkatnya skeptimisme masyarakat," kata Endy M. Bayuni, selaku Ketua dewan juri BHACA 2015 saat jumpa pers bertema 'Semangat Bersih Demi Negeri' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada, Rabu (4/11).

"Risma dan Yoyok, bersama para peraih BHACA sebelumnya menjadi panutan, agar tujuan mulia ini terus diperjuangkan," tambah Endy.

Adapun pengambilan keputusan untuk memberikan anugerah award BHACA 2015 kepada Dr.(H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T, Walikota Surabaya periode 2010 - 2015, dan Yoyok Riyo Sudibyo sebagai Bupati Batang periode 2012 - 2017 ini telah diprakarsai semenjak 20 Oktober 2015 yang lalu oleh dewan juri BHACA 2015, yang terdiri dari Endy M. Bayuni (wartawan senior), Lucky Djani (Aktivis /akademisi) dan Zainal A. Mochtar (ahli hukum dan tata negara).

Perlu diketahui juga, semenjak kurun waktu 12 tahun berdiri, BHACA telah menganugerahkan sebanyak 15 orang pribadi yang memenuhi kriteria yang ditetapkan dan melalui seleksi ketat sebelumnya juga.

"Di antara maraknya berita buruk ulah para koruptor di media massa, sungguh kita perlu kisah sosok yang inspiratif, berintegritas, dan berkarya dengan ketulusan bagi kepentingan publik," papar Natalia Soebagjo, yang turut hadir pula saat jumpa pers, selaku Ketua Dewan Pengurus harian BHACA.

"Dengan adanya Individu seperti Risma dan Yoyok, kita semakin yakin kalau bangsa kita masih ada orang-orang baik yang memberi harapan masa depan yang lebih mulia," jelas Natalia.

Tri Rismaharini. Sejak tahun 2002 ketika masih menjabat sebagai Kepala Bagian Bina Program Pembangunan di Pemkot Surabaya, Risma sudah memulai e-procurement (lelang pengadaan barang elektronik) agar proses lelang berjalan secara transparan tanpa korupsi. Sistem e-government yang ia terapkan di seluruh sektor pemerintahan membuat kontrol pengeluaran dinas-dinas menjadi lebih mudah, mencegah praktek korupsi, dan menghemat Rp. 600 800 miliar tiap tahun.

Memberi teladan dengan praktek langsung di lapangan adalah salah satu ciri Risma. Sering sekali masyarakat melihatnya berada di jalanan melakukan sendiri pekerjaan bawahannya ketika itu dirasakan perlu. Surabaya di tangan Risma menjadi kota yang cantik dan tertata, tidak hanya di pusat kota namun hingga ke pelosok. Selain bersih lingkungan fisiknya, Surabaya juga bersih tanpa korupsi dalam tata kelola pemerintahannya.

Yoyok Riyo Sudibyo. Saat mulai menjabat tahun 2012, Yoyok membuat Surat Pernyataan Bupati Batang tidak meminta proyek dengan mengatasnamakan pribadi, keluarga, atau kelompok; membuat Pakta Integritas Pelaksana Kegiatan SKPD dalam pencegahan dan pemberantasan KKN; mengadakan Festival Anggaran agar seluruh perencanaan anggaran dipamerkan kepada masyarakat secara transparan.

Yoyok menggandeng Transparency International Indonesia, ICW dan KPK guna mendorong terciptanya pemerintah yang bersih, dan meminta seluruh jajaran birokrasi menandatangani pakta integritas tidak korupsi. Batang menjadi daerah pertama di Jawa Tengah dalam pencanangan zona integritas bebas korupsi, dan penghematan Kabupaten Batang mencapai Rp. 5-6 miliar, peningkatan pendapatan daerah Rp. 14,4 miliar, dan efisiensi belanja pegawai Rp. 42,4 miliar.

Untuk diketahui, Perkumpulan BHACA (Bung Hatta Anti-Corruption Award) adalah komunitas yang sadar mengenai bahaya-bahaya korupsi bagi kelangsungan hidup berrnasyarakat dan berbangsa. Dengan semangat dan tekad, kami mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam memberikan dorongan (encouragement), pemberdayaan (empowerment) dan perlindungan (protection) bagi mereka yang telah berjuang melawan praktek-praktek korupsi dan mengupayakan perubahan itu. Perkumpulan BHACA berdiri pada 9 April 2003.

Nama Bung Hatta dipilih karena beliau adalah figur bapak bangsa yang memberikan teladan bagaimana berperilaku jujur baik dalam hubungan pemerintahan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Bung Hatta juga sepanjang hidupnya tak pernah berhenti melawan setiap bentuk penyimpangan kekuasaan, meskipun dengan itu beliau harus menanggung resiko yang tidak ringan.(bh/mnd)

Share : |

 
Berita Terkait Award
Ibu Negara Raden Ayu Siti Hartinah Soeharto, Sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Delegasi Indonesia Berprestasi di Asean Skills Competition Dapat Penghargaan Menaker
Sejumlah Kepala Daerah Raih K3 Award dari Kemnaker
Sri Mulyani Bukan Pertama, Sebelumnya 2 Menteri Juga Dapat Penghargaan Terbaik Dunia
Gus Ut Ingin Santripreneur Award Lahirkan Para Pengusaha
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pandangan Dr Rizal Ramli Pasca Debat Capres Kedua
BPN 02: Tuduhan Jokowi Soal Tanah Prabowo Bernuansa Fitnah, Berbahaya!
Deklarasikan Pemilu Damai, JAI Tenjowaringin Tasikmalaya Sepakat Tangkal Hoaks
Kawal Pemilu 2019, Sejumlah Advokat Deklarasikan ADPRIL
Zulkifi Hasan: Terima Kasih atas Upaya GARBI Membangun Silaturrahim dengan PAN
Waspadai Paham Radikalisme dan Intoleransi, Faizal Assegaff: Pemilu 2019 Harus Super Damai
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Pandangan Dr Rizal Ramli Pasca Debat Capres Kedua
BPN 02: Tuduhan Jokowi Soal Tanah Prabowo Bernuansa Fitnah, Berbahaya!
LPSK Siap Lebih Responsif, Efektif dan Transparan
Jubir PA 212 Kembali Mendatangi PMJ untuk Menanyakan LP Ketua BTP Mania, Immanuel Ebenizer
Hasil Survei Indomatrik Merilis Elektabilitas Prabowo Sudah Pepet Jokowi
Muhammadiyah Membangkitkan Kembali Kesadaran Beragama yang Mencerahkan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]