Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Jakarta
Revitalisasi Lapangan Banteng Selesai, Mari Rawat Bersama dengan Hati
2018-07-27 06:58:45

Tampak Yori Antar saat diwawancarai para wartawan.(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Yori Antar, selaku arsitek perancang revitalisasi ruang terbuka hijau Monumen Lapangan Banteng yang berlokasi di Jakarta Pusat dan kini telah selesai dikerjakan mengatakan, ruang terbuka hijau sebenarnya tidak banyak di Ibukota Jakarta dan baginya sebagai perencana merasa lega, karena kini dapat digunakan oleh masyarakat kembali, demikian utaranya saat diwawancarai usai acara peresmian yang dilangsungkan pada, Rabu (25/7).

Yori Antar memberikan himbauan agar ke depan baik masyarakat dan yang mengelola harus bersama sama memakai hati. "Saling juga merawat dan mengingatkan, kita arsitek sudah, setelah membikin bangunan mestinya dimaintanace," ungkap Yori, arsitek yang juga merupakan perancang koridor ruang publik di Gelora Bung Karno (GBK) itu.

Upaya merevitalisasi Lapangan Banteng ini agar era patung pembebasan Irian Barat bisa bagus kembali, kemudian harapannya di lapangan Banteng bisa dimanfaatkan fasilitasnya dan dinikmati keindahannya, khususnya buat masyarakat. Terlebih, disini masuk (main) gratis, maka itulah mestinya membuka ruang-ruang hijau di Jakarta lainnya untuk dikelola, ungkapnya, seraya mengatakan padahal di Jakarta ruang hijaunya juga sempit.

Menurutnya merasa aneh di Indonesia yang merupakan negeri tropis, masyarakat umumnya mencari kegiatan outdoor, khususnya publik space tapi malahan mencari di Mall.

Maka itulah, kedepan harapnya supaya dalam hal perawatan ini, tentunya Pemda, bisa saja Pemda mengundang swasta untuk mengelola. "Dimana bisa disewakan untuk FashionTV, untuk acara. baik juga untuk kawinan, wedding foto, bahkan bisa juga buat ASEAN Games," paparnya seraya mengkritisi agar jangan sampai di ekspoitasi, seperti di Kalijodo.

"Lalu kemudian nantinya mesti di re-branding, sedari kawasannya rada gelap dibuat lebih terang, dan bisa buat ruang sosial. Kita hidup di dunia tropis, membutuhkan ruang sosial. Bila kita ingin terbuka dan Jakarta lebih aman," jelasnya, Rabu (25/7).

Semua akses dibuka, dan seluruh akses tertutup dibuka, kebetulan KLB nya Sinar Mas dan McDonald buat tempat olahraga. Dahulu untuk TSP (Tim Sidang Pemugaran) telah mengikuti sebanyak 13 kali," ujarnya.

Pasalnya, konteksnya bukan hanya Jakarta namun NKRI, dimana pada jaman Soekarno, bersatunya Papua ke NKRI, mampu dan bisa merebut hati orang Papua, membebaskan dari kemiskinan dan lebih maju, tandasnya.

Sementara, ada tiga pembenahan yang dilakukan; Pertama pembuatan pagar, kemudian Monumen Pembebasan Irian Barat beserta taman, lalu, lapangan sepakbola beserta taman yang ada di dekatnya.

Revitalisasi juga dilakukan dengan menambahkan beberapa fasilitas seperti air mancur di tengah Monumen Pembebasan Irian Barat dan ruang ganti pakaian di sisi lapangan sepak bola. Dana yang digelontorkan untuk pembangunan berasal dari pihak swasta, dengan total anggaran Rp 77 miliar.(bh/mnd)

Share : |

 
Berita Terkait Jakarta
Gubernur Anies Baswedan Bangga Persija Raih Juara Liga 1
UMP DKI Jakarta 2019 Naik, Polri Yakin Kamtibmas Semakin Kondusif
Pemprov DKI Jakarta Adakan Penghapusan Sanksi Administrasi Tiga Jenis Pajak
Program Hunian DP 0 Rupiah Samawa Diluncurkan Pemprov DKI Jakarta
Anies Baswedan Resmikan Taman Benyamin Sueb
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Dirjen AHU: GRIPS Penting Bagi Notaris untuk Cegah TPPU
Kejari Barito Selatan Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Jembatan MTU - Bengkuang
Badan Publik Wajib Berikan Informasi Kepada Masyarakat
5 Hal yang Kamu Dapatkan Saat Memesan Makanan di Restorasi Kereta Api
UU Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Perlu Direvisi
Polri Raih Penghargaan Predikat WBK dan WBBM 2018
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Hakim Kabulkan Permohonan Tahanan Kota Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda
Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembobol Kartu Kredit di Bandung dan Medan
Ditjen AHU Kemenkumham Raih Penghargaan Zona Integritas WBK/WBBM 2018 dari KemenPAN RB
Kasus Jurnalis Yusro Hasibuan, Lemkapi: Wartawan Harus Bisa Memilah Tugas Jurnalistik dengan Penyebaran Berita Bohong
E-KTP Diperjual Belikan, Mardani: Ini Kejadian Luar Biasa
Ketum PPAD Kiki Syahnakri Sebut Aksi Penembakan di Nduga Papua Melebihi Terorisme
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]