Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Penipuan
Resmob Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Penipuan Berkedok Petugas PLN
2017-10-12 21:28:48

Kasubbid Penmas Humas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (12/10).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Unit 2 Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya tangkap Dirman bin Sudin (31), pelaku penipuan berkedok petugas PLN. Pelaku mengunakan surat tugas PLN palsu dan kartu ID-Card palsu.

Kasubbid Penmas Humas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng mengatakan Dirman pelaku penipuan berkedok PLN ini menggunakan tanda pengenal dan surat tugas berlogo PLN.

"Pelakunya tunggal bernama Dirman, dia mengaku sebagai petugas PLN dengan menunjukan surat tugas palsu pada calon korbannya. Tersangka juga pakai id card dengan simbol instansi PLN," ujar Gede di Polda Metro Jaya, Kamis (12/10).

Ia menjelaskan, pelaku memilih targetnya secara acak. Pelaku terlebih dahulu melakukan survei untuk mendata calon korban yang menggunakan meteran listrik lama. Ia kemudian menawarkan penggantian ke meteran listrik pasca bayar.

"Modus dia survei dulu, datangi korban, saat diliat rumah calon korban masih pakai meteran lama, ditawarkan diganti jadi model meteran baru yang sesuai kondisi yang ditetapkan PLN," paparnya.

Ia menjelaskan, dalam transaksi calon korban dimintai uang Rp 450.000. hingga Rp1.500.000. untuk biaya pergantian dan asuransi. Dari total 18 korban, pelaku telah meraup untung hingga Rp10 juta rupiah.

"Calon korbannya lalu diminta duit ganti meteran baru ditambah uang asuransi yang jumlahnya 450 ribu sampai 1,5 juta rupiah. Dari 18 korban itu, pelaku sudah kumpulkan duit 10 juta," bebernya.

Pelaku melakukan aksinya sejak Agustus 2017 hingga September 2017. Pelaku menjalankan aksinya di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Hingga ditangkap ia berhasil menipu 18 orang pelanggan PLN.

"Penipuan ini terjadi dari bulan Agustus hingga September 2017. TKP Jakpus dan Jakbar. Jakpus ada 13 TKP dan Jakbar 5 TKP," ungkapnya.

Atas tindakannya pelaku dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman maksimal empat tahun pidana penjara.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Penipuan
Hakim Kabulkan Permohonan Tahanan Kota Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda
Sidang Dakwaan Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda Dipadati Ratusan Pendukung
Mabes Polri Limpahkan Kasus Tersangka Ketua DPRD Alphad Syarif ke Kejari Samarinda
Kasus Penipuan Mata Uang Virtual Bitcoin Marak di Indonesia
Polisi Menangkap Albert Pelaku Penipuan Modus Spripim Kapolri
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Dirjen AHU: GRIPS Penting Bagi Notaris untuk Cegah TPPU
Kejari Barito Selatan Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Jembatan MTU - Bengkuang
Badan Publik Wajib Berikan Informasi Kepada Masyarakat
5 Hal yang Kamu Dapatkan Saat Memesan Makanan di Restorasi Kereta Api
UU Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Perlu Direvisi
Polri Raih Penghargaan Predikat WBK dan WBBM 2018
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Hakim Kabulkan Permohonan Tahanan Kota Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda
Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembobol Kartu Kredit di Bandung dan Medan
Ditjen AHU Kemenkumham Raih Penghargaan Zona Integritas WBK/WBBM 2018 dari KemenPAN RB
Kasus Jurnalis Yusro Hasibuan, Lemkapi: Wartawan Harus Bisa Memilah Tugas Jurnalistik dengan Penyebaran Berita Bohong
E-KTP Diperjual Belikan, Mardani: Ini Kejadian Luar Biasa
Ketum PPAD Kiki Syahnakri Sebut Aksi Penembakan di Nduga Papua Melebihi Terorisme
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]